
"Ah... Tidak Bu, tidak ada" bantah Nancy
"Baiklah, ayo Aldo kita masuk ke dalam, semua peserta sudah hadir, Ocha ayo...!" seru Vega
"Bu Nancy, sebaiknya Anda ikut kami ke dalam aula, pasti ini akan menjadi semangat untuk Aldo agar bisa meraih juara, apa Bu Nancy tidak ingin melihat Aldo berhasil memenangkan pertandingan ini?" ucap Vega
Sejenak Nancy terdiam dan berpikir.
"Ayolah Ma, ikut masuk ke dalam, biar Mama tahu putra Mama yang tampan ini bisa mengikuti kejuaraan Fisika tahun ini" pinta Aldo.
Akhirnya Nancy menyetujui permintaan Aldo.
"Baiklah, kalau kamu memaksa, Mama akan ikut masuk" jawab Nancy dan Aldo pun tersenyum senang.
Dan kejuaraan itu pun segera dimulai, tampak beberapa perwakilan dari berbagai sekolah SMU yang mengikuti kejuaraan tersebut. Terlihat Nancy duduk bersebelahan dengan Arsen. Akhirnya mereka dipertemukan lagi.
"Loh...Nak Arsen ikut juga" seru Nancy yang saat ini tidak sedang memakai masker seperti saat bertemu dengan Arsen untuk pertama kali. Dan itu membuat Arsen sangat terkejut, seolah dirinya mengenal wajah Nancy yang begitu familiar baginya.
"Deg"
"Kenapa sepertinya aku teringat akan seseorang saat melihat wajah Mama Aldo, seolah aku begitu mengenalnya" gumam Arsen sembari membalas senyum kepada Nancy.
"Iya...Tante, saya mendampingi Vega" jawab Arsen
"Oh... begitu" ucap Nancy, lantas ia kembali memperhatikan pertandingan yang akan segera dimulai.
Tampak Arsen masih saja memperhatikan seksama wajah Nancy, dia masih sangat penasaran dengan kemiripan Nancy dengan seseorang yang pernah Arsen lihat.
Bentuk hidungnya, dagunya yang terbelah, apalagi senyuman Nancy sangat mirip dengan seseorang yang baru Arsen sadari, jika Nancy mirip sekali dengan Mamanya, meskipun Baron tidak pernah menunjukkan foto Mamanya semenjak mereka memutuskan untuk bercerai. Namun Arsen masih ingat betul dengan wajah ibunya yang mirip sekali dengan Nancy, Mama Aldo.
"Ayo Aldo...Ayo Aldo...Kamu pasti bisa" sorak Sorai Nancy memberi semangat kepada Aldo dari kejauhan, tampak senyum kegembiraan yang di tunjukkan Nancy sesekali dirinya tanpa sengaja memeluk Arsen seolah dia sangat dekat sekali dengan pemuda di sampingnya.
Tiba-tiba saja Arsen memanggil Nancy.
"Mama...!"
Nancy terdiam dan perlahan menengok kearah Arsen yang berada di sampingnya.
"Maaf Tante, saya tidak bermaksud untuk lancang...tapi jujur, Tante mengingatkanku kepada seseorang yang selama ini Arsen rindukan" ungkap Arsen dengan tatapan sendu.
Nancy tersenyum dan berkata kepada Arsen.
"Tidak apa, Tante tidak akan marah, kamu boleh kok memanggil Mama." jawab Nancy dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
"Terima kasih Tante!" balas Arsen bahagia
Nancy merasa ada sesuatu yang membuatnya ingat pada putra pertama mereka, yang mempunyai kemiripan dengan pemuda yang saat ini berada di sampingnya.
Sejenak Nancy berpikir, mungkin kah Arsen yang sekarang tengah duduk disampingnya adalah sama dengan Arsen anak kandungnya, sesekali Nancy menengok wajah Arsen dari arah samping. Nancy seolah melihat Aldo ada dalam diri Arsen, sontak hal itu membuat Nancy merasa teringat dengan anak pertamanya.
"Tidak...tidak mungkin!" seru Nancy tidak percaya.
Dan itu membuat Arsen merasa terkejut.
"Ada apa Tante? Tante tidak apa-apa kan?" tanya Arsen saat melihat Nancy yang tampak gugup dan mulai berkeringat dingin.
"Tidak... tidak ada" bantah Nancy
Nancy melihat kembali wajah Arsen lekat-lekat, dan lagi Nancy mendapati kemiripan 11 12 dengan Aldo, putra keduanya.
Nancy mencoba memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Arsen.
"Nak Arsen, boleh Tante tanya suatu hal kepadamu?" tanya Nancy
"Tentu saja boleh Tante! Apa yang ingin Tante tanyakan?" jawab Arsen sembari menunjukkan senyumnya yang kata Aldo mirip sekali dengannya.
"Aldo benar, apa mungkin Arsen adalah anakku!" gumam Nancy mencoba meyakinkan dirinya.
"Mama... apa yang ingin Mama tanyakan kepada Arsen?" seru Arsen yang membuat Nancy terkejut.
"Arsen anakku!"
Sontak apa yang dikatakan Nancy membuat Arsen sangat terkejut, seolah dirinya di panggil ibu kandungnya sendiri.
"Em...maaf, Tante tidak bermaksud begitu...oh iya Arsen, boleh Tante tahu mengenai keluargamu?" pertanyaan Nancy membuat Arsen mengingat kembali sang ibu dan juga adiknya Alfian.
"Keluarga? Saya hanya memiliki seorang ayah Tante!" jawab Arsen yang membuat Nancy semakin penasaran.
"Terus dimana ibumu?" tanya Nancy menyelidik
"15 tahun yang lalu Papa dan Mama bercerai, Arsen ikut dengan Papa, sementara adik saya ikut dengan Mama" ungkap Arsen yang semakin membuat Nancy bergetar hatinya.
"Siapa nama adikmu?" tanya Nancy dengan nada yang bergetar.
"Alfian...Kami berpisah saat itu juga, Alfian masih sangat kecil waktu itu, mungkin sekarang dia sudah lupa dengan wajah saya, Arsen tidak tahu kemana mereka sekarang, Arsen sangat merindukan mereka Tante" ucap Arsen yang tanpa sengaja membuat Nancy menitikkan air matanya.
"Dan nama Mama saya adalah Nancy, sama seperti nama Tante" ungkap Assen
__ADS_1
"Deg"
"Arsen dia adalah anakku, Arsen anakku...Oh Tuhan Aku tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan anak kandungku" gumam Nancy sembari mengusap air matanya.
Dan tanpa sengaja Arsen melihat Nancy yang tengah menangis.
"Tante tidak apa-apa?" tanya Arsen khawatir.
"Oh tidak, Tante tidak apa-apa... Tante cuma kelilipan" ucap Nancy berbohong.
Arsen merasa ada yang aneh dengan sikap Nancy, dirinya seolah ikut bersedih saat melihat Nancy. Lantas Nancy segera pergi dari tempat duduk itu, dirinya tak kuasa menahan rasa haru dan bahagia, akhirnya Ia bisa bertemu kembali dengan putra pertamanya.
Nancy berlari keluar ruangan, Arsen melihat Nancy yang tampak terburu-buru.
"Ada apa dengan Tante Nancy, kenapa dia tiba-tiba pergi?" pikir Arsen.
Sementara itu lomba telah usai, dan akhirnya pengumuman hasil lomba tersebut segera diumumkan.
Aldo harap-harap cemas menunggu hasil pengumuman lomba itu. Sementara Vega masih setia mendampingi murid satu-satunya yang mewakili sekolah mereka di kejuaraan Fisika kali ini.
"Duh kok gue deg-degan yah, siapa nih yang jadi juaranya" ucap Aldo lirih, dan tak sengaja Vega mendengarnya.
"Tidak perlu cemas, ibu yakin kamu pasti juara" hibur Vega sembari tersenyum.
"Hehe iya Bu!"
"Asseeeemmm...senyumnya njiirrr, pingin gue emmut aja...ups...dasar otak ngeres gue...kik kik kik" gumam Aldo sembari cekikikan.
"Eh... kenapa Lu, ketawa-ketawa sendiri, dasar dodol" ledek Ocha sembari melihat ekspresi Aldo yang tampak senyum -senyum sendiri.
"Eh...apa sih, terserah gue lah, bawel!" balas Aldo sambil menarik rambut Ocha yang sedang di kuncir kuda.
"Ehh...semprul sakit dodol, dasar somplak"
Terlihat Ocha dan Aldo yang tampak beradu mulut.
"Eh... sudah sudah, kalian ini berantem saja, malu dilihat banyak orang" seru Vega menengahi pertengkaran antara mereka berdua.
"Eh...iya maaf Bu Vega sayang!" jawab Aldo spontan.
"Apa katamu?"
Vega menatap Aldo yang tanpa sengaja memanggilnya dengan sayang.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥