Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Lubang buaya


__ADS_3

Hari itu, semua kelas 12 terlihat merayakan euphoria kelulusan mereka, tak terkecuali Ruli dan Riris yang juga merayakannya. Mereka berdua juga tampak bahagia karena sebentar lagi mereka akan meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan, kedua orang tua mereka sudah menyetujuinya, termasuk kakak-kakak mereka, sudah tidak ada lagi ganjalan dan rintangan yang mengganggu hubungan mereka.


Saat ketiga murid somplak itu berkumpul, Aldo, Ruli dan juga Boni, mereka tampak saling bercanda.


"Weih selamat ya Ruli! Akhirnya sobat gue jadi melepas keperjakaannya eh salah melepas masa lajangnya" celetuk Boni yang pastinya sudah tahu rahasia temannya yang satu itu.


"Emang sejak kapan Ruli perjaka, dari orok dia udah messum" sahut Aldo dengan terkekeh


"Ah... sialan Lu pada! Gini-gini Gue melepas status perjaka baru-baru aja, dulu gue anak pesantren tahu nggak, nggak mau gue kenal teman somplak kaya Lu berdua, berhubung udah terlanjur kenal sama kalian, ya jadi gue ketularan somplak deh" cetus Ruli sambil mengelus dagunya.


"Preett! Dari SMP otak Lu udah jebol, gue masih ingat banget tuh pas Bu Romlah lagi nulis di depan, Elu buka tuh roknya Bu Romlah, dengan alasan terkena angin, dasar otak Kamvret Lu" sahut Aldo mengingatkan saat-saat mereka masih SMP.


Boni terbahak mendengar ucapan Aldo.


"Ya ampun, pegel nih mulat gue, punya dua temen sama-sama dodolnya, kapan gue punya teman yang alim dan pendiam" ucap Boni sambil menggelengkan kepalanya.


"Eh karung beras! Elu mustinya bersyukur punya teman kayak kita, kita loss nggak suka ceramah yang aneh-aneh, yang penting kita tetap di jalur positif, no drug, no kriminal, tetap sayang orang tua, ya... nggak bisa dipungkiri godaan wanita adalah paling berat buat gue, tapi gue tetap bertanggung jawab kok" ucap Ruli sambil menepuk pundak Boni.


"Kalau soal wanita gue lemah, Elu tahu sendiri wanita punya lubang buaya, dan gue buayanya, pingin masuk aja" imbuh Ruli cekikikan


"Emang dasar Elu tuh buaya buntung kelas belut" ucap Aldo bercanda.


"Kok kelas belut sih Do?" tanya Boni


"Gimana nggak kayak belut, licin tapi suka nyetrum"


Ketiganya terkekeh, saling bercanda dan tertawa, hingga tak sadar Vega memperhatikan Aldo sedari tadi, Boni melihat Vega yang sedang memperhatikan mereka.


"Do, Do! Dilihatin Bu Vega tuh?" seru Boni Sambil menyikut tangan Aldo.

__ADS_1


Aldo melihat Vega dan ia mulai terdiam, kemudian Aldo pamitan kepada kedua temannya.


"Aseeekk...di panggil ayank tuh" goda Ruli berbisik di telinga Aldo.


"Panggilan alam nih tahu nggak, udah gue pulang dulu, dah" Aldo beranjak pergi meninggalkan Ruli dan Boni yang masih berada di tempatnya.


"Bu Vega kelihatan cinta banget sama si Aldo!" ucap Boni pelan.


"Yo i, kata Aldo Bu Vega nggak mau kalah, kalau kata iklan Yamaaahaa semakin di depan, tapi Bu Vega selalu di atas" sahut Ruli cekikikan begitupun dengan Boni yang ikut cekikikan.


Sejenak Ruli menepuk pundak Boni.


"Eh...Elu cekikikan emang tahu maksud gue? Elu kan masih perawan" seru Ruli yang dibalas dengan gelengan kepala Boni.


"Nggak!"


Spontan Ruli tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Boni yang lucu.


*


*


*


Aldo berjalan menghampiri Vega yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Ayo kita pulang!" ajak Vega


"Iya ayo!" balas Aldo sembari merangkul pundak Vega.

__ADS_1


Aldo dan Vega berjalan menuju mobil mereka, sementara Nancy dan Baron sudah pulang duluan setelah acara peresmian kelulusan mereka.


"Aldo! Kita makan dulu yuk, laper nih, anakmu minta makan dari tadi" ucap Vega sembari memegangi perutnya.


"Ok...kamu mau makan dimana?"


"Aku ingin makan yang seger-seger" jawab istrinya.


"Makan yang seger-seger? Hmm... berarti makanannya sambil mandi dong sayang?"


"Kok sambil mandi sih!" ucap Vega sembari mengerutkan keningnya


"Ya iya...kan biar seger, kita makan sambil mandi...tuh pasti kerasa seger banget di badan" ucap Aldo yang diiringi senyum tipisnya.


"Terserah kamu deh!" Vega sepertinya pusing menghadapi suami brondongnya yang somplak itu.


Aldo menatap wajah istrinya dan berkata.


"Jangan marah dong sayang! Senyum dong" Aldo mencoba menggoda istrinya.


"Siapa juga yang marah! Aku nggak marah" jawabnya


"Oke oke, sekarang kita beli makanan yang banyak, agar kamu kuat menghadapi ku malam ini" seru Aldo.


"Oke! Siapa takut! Aku pasti bisa mengalahkanmu" jawab Vega penuh keyakinan.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


Emang mereka mau ngapain yak 🤔


__ADS_2