
Vega tampak sibuk menyabuni putranya yang berada di atas dada Aldo, hingga tak terasa tangan Vega menyentuh sesuatu yang menegang dan spontan Vega menarik tangannya dari dalam bathtub.
"Aisss ... apa tuh!" ucapnya sembari menatap wajah Aldo yang tersenyum nakal. Vega pun akhirnya menyadari jika yang Ia sentuh adalah adik tiri Aldo.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Aldo memancing.
"Haa ... em ada yang menegang Do!" jawabnya sambil mengambil Galen dari dada Aldo. Vega mengangkat tubuh bayinya dan segera menutupkan handuk pada tubuh mungil anaknya. Sementara Aldo masih terdiam di dalam bathtub sembari mengelus-elus paha Vega yang sedang berdiri. Tentu saja apa yang dilakukan membuat Vega sangat terkejut.
"Aldo!" pekik Vega saat tangan itu terus merambat ke atas, sementara dirinya sedang menggendong putranya.
"Kamu sengaja menggodaku kan?" balas Aldo dengan senyum nakalnya.
Vega tersenyum dan segera pergi keluar dari kamar mandi, meninggalkan Aldo yang tampak menahan gejolaknya yang mulai naik.
"Sayang! Kamu kok malah pergi sih, ini gimana nih, tanggung jawab dong, kamu udah godain Aku loh," seru Aldo yang tak rela jika Vega pergi dari kamar mandi.
"Aku mau gantiin baju Galen, dan Aku mau susui Dia dulu, Kamu cepetan dong mandinya, sarapan nya udah siap tuh," seru Vega sembari keluar dari kamar mandi.
"Yaahh ... kapan jatah Gue di kasih, kasihan amat Lu tong, sabar ya akan indah pada waktunya," ucapnya sembari menenangkan si Otong yang sudah terlanjur bangun.
Vega tampak menggantikan baju putranya, setelah Galen terlihat rapi, kemudian Ia menyusui putranya hingga kenyang, dan tak berselang lama Aldo keluar dari kamar mandi dengan wajah sedikit lesu, Vega yang melihat suaminya yang kurang bersemangat, tampak bertanya kepada suami brondongnya itu.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang? Kok lemas gitu!" tanyanya sembari mengerutkan keningnya.
"Hmm ... ya lemes lah, dari kemarin Kamu nggak mau Aku ajak gitu," ucapnya sambil memakai baju yang sudah Vega sediakan untuknya.
"Bukan gitu sayang, Kamu tahu sendiri Galen nggak mau ditinggal, masa iya kita sedang enak-enak, Galen nangis, kamu tega lihat Dia nangis," ucap Vega sembari menyusui putranya.
"Iya iya ... Aku yang salah," jawab Aldo sembari pergi keluar kamar dan meninggalkan Vega yang masih menyusui Galen.
"Kamu mau kemana Sayang!" tanya Vega saat melihat Aldo yang keluar dari kamar mereka.
"Aku mau sarapan biar nggak semaput," ucapnya datar.
Vega hanya bisa menghela nafasnya, rupanya suami brondongnya itu sedang merajuk.
"Mama, Papa!"
Aldo mencium tangan Nancy dan Baron.
"Aldo! Mana cucu Mama? Mama sudah kangen banget sama Dia," ucap Nancy.
"Oh, Galen lagi di atas Ma, lagi nyusu," jawabnya.
__ADS_1
"Mama hari ini berencana mengajak cucu Mama jalan-jalan sama Papa, cuma setengah hari saja, boleh kan Do!" ucap Nancy.
"Asiiikkkk, kebetulan nih ada Mama, Galen biar di ajak Mama bentar, biar Gue bisa bebas di rumah," gumamnya dengan senang.
"Oh ... boleh banget Ma! Jangan kan setengah hari, sampai sehari pun nggak apa-apa kok Ma," jawabnya tersenyum senang, dengan begitu Ia memiliki kesempatan menikmati kebersamaan bersama istrinya di rumah.
Akhirnya Nancy naik ke atas dan menghampiri Baby Galen yang sedang bersama Vega, dan tentu saja Vega tidak bisa menolaknya, mengingat Galen juga cucu Nancy, dimana Nancy sangat menyayangi cucu pertamanya itu.
Tak berselang lama Nancy turun dengan menggendong Baby Galen yang sudah Vega sediakan ASIP untuknya nanti selama di luar bersama sang Nenek.
"Ya ampun, lucu banget kamu sayang, hari ini main bersama Nenek ya,"
"Aldo! Galen Mama bawa ya! Nanti siang Mama kesini lagi," ucap Nancy senang sembari keluar dari rumah Aldo.
"Oh ya Ma! Tentu saja, selamat bersenang-senang ya," balas Aldo sumringah.
"Galen sayang makasih ya Nak, akhirnya Papa bisa berduaan sama Mama," gumamnya sembari menutup pintu dan menguncinya.
"Yess ... Baby I'm coming,"
Aldo segera naik ke atas kamarnya dan menghampiri Istrinya yang masih berada di dalam kamar.
__ADS_1
...CUKUP 😁...