Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Tahu bulat


__ADS_3

Claudia mencoba membuka pintu kamar Riris yang sepertinya tidak di kunci, perlahan Claudia membuka pintu itu sedikit demi sedikit.


"Awwww... jangan cepat-cepat dong, sakit nih"


"Iya...ini sudah pelan sayang!"


Claudia terkejut dan menutup mulutnya, Claudia melihat Dul yang sedang tidak memakai bajunya, kemudian ia menutup kembali pintu kamar Riris, setelahnya Ia pergi meninggalkan kamar Riris dan segera pergi ke kamarnya.


"Astaga... apa yang mereka berdua lakukan, seharusnya mereka tidak berada dalam kamar bersama" Claudia tampak membuang tasnya ke segala arah.


Sementara itu di kamar Riris, terlihat Ruli tengah memijit pundak Riris yang terasa kaku, Riris merasa badannya sakit semua, keinginan Ruli untuk bercinta dengan pacarnya pun urung dilakukan, karena Ruli tidak tega melihat Riris yang terlihat lemah akibat kehamilannya.


"Awwww..."


"Bagaimana? Sudah mendingan?" tanya Ruli sembari memijit lembut pundak Riris.


"Hmm... lumayan!" jawabnya lirih.


"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kamu istirahat saja, aku akan pulang" Ruli berpamitan kepada sang pacar sembari memakai kembali bajunya.


"Hmm... iya, maafkan aku sayang! Hari ini aku tidak bisa melakukanya, badanku terasa lemas sekali" ucap Riris


"Tidak apa-apa, masih banyak waktu, yang terpenting kamu dan anak kita baik-baik saja, dan sebentar lagi kita akan menikah, jadi setiap hari aku akan selalu menjagamu dan bayi kita" jawaban Ruli membuat Riris sangat bahagia.


"Aku antar kamu keluar!"' Riris mengantarkan Ruli keluar, sementara itu Claudia juga keluar bersamaan dari kamarnya. Membuat pasangan ini sangat terkejut melihat kemunculan Claudia yang secara tiba-tiba dari balik pintu kamarnya.


"Kakak!"


Riris dan Ruli berhenti seketika, Claudia menatap tajam ke arah mereka berdua.


"Elu!"


Ruli sangat terkejut sekali melihat Claudia yang tiba-tiba berada di depan matanya, Ruli masih ingat betul, pertemuannya waktu itu dengan Claudia.


"Riris! Siapa dia?" tanya Ruli kepada kekasihnya itu.


"Dia kakakku!"


"Apa?"

__ADS_1


Ruli seperti tersambar petir saat mengetahui jika perempuan yang pernah bergoyang bersama dalam mobilnya itu ternyata adalah kakak dari pacarnya sendiri.


"Riris! Kakak sudah bilang sama kamu! Jangan berhubungan dengan pria ini lagi, kenapa kamu tidak mendengarkan ucapan Kakak!" seru Claudia yang terlihat kesal.


"Dan kamu! Aku peringatkan kepada mu untuk menjauhi adikku, kamu tidak pantas untuknya, kamu pria yang brengsek!" seru Claudia yang terlihat marah, mengingat saat Ruli mencampakkannya begitu saja seusai mereka bercinta, seolah dirinya sudah menjadi barang rongsokan yang tidak pernah Ruli lihat lagi.


Kemudian Riris mendekati kakaknya dan berkata.


"Maaf Kak! Aku tidak bisa melakukan itu, Aku tidak bisa pergi meninggalkan dia, karena sekarang akan sedang mengandung anaknya"


"Riris! Kamu sadar dengan apa yang kamu bicarakan?" Claudia membulatkan matanya, dirinya tidak menyangka jika sang adik kini tengah berbadan dua dan anak itu adalah anak dari pria yang sudah mencampakkannya.


"Riris sadar Kak! Aku tahu ini sangat berat bagi Riris, apalagi aku sudah mengetahui rahasia kalian berdua, tapi aku tidak mempermasalahkan hal itu, karena aku yakin, Ruli tidak akan meninggalkanku" Riris berucap di depan Ruli yang terlihat sangat terkejut.


"Apa maksudmu sayang? Kamu mengetahui rahasia tentang apa?" Ruli sangat penasaran dengan pernyataan yang baru saja Riris ungkapkan.


Riris menghela dan memejamkan matanya sembari mengatakan hal yang telah ia ketahui dari Claudia tentang hubungan Ruli dengan Kakaknya.


"Aku sudah tahu semua nya, tentang kamu dan Kakak!"


"Apa!"


Ruli begitu terkejut, Ia lantas memeluk Riris dan meminta maaf kepadanya.


Riris menangis dalam pelukan Ruli, namun ia harus sabar dan menerima semua ini dengan ikhlas, karena dirinya juga tidak sepenuhnya benar, Ia juga sudah pernah tidur dengan kakak Ruli, Diego.


Claudia kemudian mendekati mereka berdua dan berucap.


"Aku minta maaf kepada kalian berdua, aku pikir hubungan kalian hanya permainan belaka, aku pikir kalian hanya bersenang-senang, Riris! Kakak tidak akan menggangu hubungan kalian lagi, kakak akan pergi dari kehidupannya kalian, Aku rasa Ruli sangat mencintaimu" ungkap Claudia yang tiba-tiba mengatakan hal yang tidak terduga.


Riris menengok ke arah sang kakak, dengan cepat Riris memeluk sang kakak.


"Kakak, terima kasih banyak atas pengertianmu, Riris minta maaf sama kakak, jika selama ini Riris sudah kesal sama kakak" ungkap Riris yang masih dalam pelukan sang kakak.


Ruli yang melihat itu tampak bersalah, bagaimana bisa dirinya pernah menggauli dua saudara kandung, kakak dan adik. Setelah itu Ruli meminta maaf kepada Riris dan Claudia


"Aku minta maaf kepada kalian berdua jika apa yang sudah aku lakukan membuat kalian kecewa, aku memang laki-laki yang brengsek" ucapnya dengan nada penuh penyesalan.


Dua kakak beradik itu menatap wajah Ruli, keduanya sama-sama cantik dan seksi, namun Ruli hanya menginginkan Riris semata, Riris sudah membuatnya mabuk kepayang, bahkan Claudia pun tidak sanggup membuat Ruli segila itu saat bersama Riris, saat bersama Riris, Ruli bisa lupa segalanya, lupa mandi, lupa makan, lupa pulang bahkan lupa dengan namanya sendiri, saking gilanya saat berada di atas tubuh sang pacar, hanya nama Riris yang ia sebut.

__ADS_1


Sedangkan saat bersama Claudia, Ruli tidak mendapatkan kepuasan batin, hanya sekedar ****** sana ****** sini tiada arti, hanya sedikit kenikmatan yang didapatkan nya, apalagi milik Claudia tak seindah milik sang pacar yang terlihat empuk seperti tahu bulat, mumpluk di luar tapi bolong di dalam.


Ruli mendekati kakak beradik itu dan setelahnya Ia meraih tangan Riris dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Aku akan menikahi adikmu secepatnya, dia sedang mengandung anak kami, izinkan aku menjadikannya sebagai istri, aku berjanji akan selalu mencintai dan menjaganya" ucap Ruli Kepada Claudia.


Claudia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Ruli dan Riris memang tidak bisa dipisahkan, membuat Claudia merelakan jika Riris menikah dengan Ruli, pria yang pernah mencicipi tubuhnya walau cuma sekali, namun itu membuatnya sakit karena Ruli membuangnya begitu saja dan meninggalkan Claudia begitu saja di jalanan.


Flashback on


"Ah... shiiit"


"Emmm...Ouoohhh"


Lenguhan panjang keluar dari bibir dua orang yang berada di dalam mobil berwarna hitam itu, mobil yang terparkir di semak-semak sebuah taman kota, terlihat bergoyang-goyang di tengah malam. Ternyata dua orang anak manusia yang tengah melakukan hubungan laknat.


Tampaknya keduanya sudah saling merasakan pelepasan bersama, dengan cepat keduanya memakai kembali underwear mereka yang telah terlepas begitu saja.


Tiba-tiba saja seorang pria menyuruh wanita pasangannya untuk segera keluar dari mobilnya.


"Keluar!"


"Apa? Kamu mengusirku?"


"Kita sudah selesai, dan sekarang cepat pergi dari mobilku!"


"Dasar laki-laki brengsek, setelah kamu mendapatkan semua dariku, kamu begitu mudahnya mengusirku?"


"Sudah lah jangan banyak bicara! Aku tidak suka milikmu, terlalu amis dan becek"


Ucap pria itu spontan, sehingga membuat wanita itu tersinggung dan langsung turun dari mobilnya.


"Brengsek kamu!"


Flashback off


Claudia menghela nafasnya, dirinya juga menyadari bahwa apa yang dikatakan Ruli memang benar adanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


...Oooo...itu sebabnya Ruli tidak mau sama kakaknya Riris...hmm 🤭...


__ADS_2