
"Hehe...emang Aldo bilang apa? Ibu salah dengar kali!" bantah Aldo sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Vega hanya memutar bola matanya sembari menggelengkan kepalanya.
Hingga akhirnya puncak acara yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh peserta telah tiba. Pengumuman pemenang juara lomba mulai diumumkan oleh pihak panitia.
"Juara satu untuk lomba Kimia adalah Frederica Juana dari SMU Antartika"
"Juara satu untuk lomba Matematika adalah Ocha Clarissa Tamara dari SMU Pancasona"
Dan seketika Ocha begitu bahagia namanya disebut sebagai juara satu lomba matematika.
"Yeeee...Gue menang!" ucapnya bahagia sembari memeluk Aldo yang ada disampingnya, sementara Vega tampak memalingkan wajahnya saat melihat mereka berdua berpelukan.
Arsen melihat Vega sudah sangat yakin jika calon istrinya itu berpaling hati darinya.
"Ini tidak bisa kubiarkan, dan sebentar lagi kau akan menjadi milikku, hanya milikku" gumam Arsen
"Selamat ya, gue ikut senang Elu bisa menang" ucap Aldo kepada Ocha.
"makasih Do" jawab Ocha
"Selamat ya adikku, akhirnya kau jadi juara juga" ucap Vega sembari memeluk Ocha
"Makasih Kak" jawab Ocha
"Gue emang juara Matematika, tapi gue bukan juara untuk mendapatkan hati Aldo" gumam Ocha yang merasa Aldo memang mencintai kakaknya.
"Selamat ya Ocha, Mas ikut senang melihat keberhasilan mu, tetap semangat" ucap Arsen kepada Ocha
"Makasih Mas Arsen, Mas Arsen baik banget, sungguh beruntung kakak mempunyai calon suami seperti Mas Arsen" jawab Ocha yang membuat Arsen tersenyum.
"Hadeehhh... kenapa ya kalau gue lihat Mas Arsen tersenyum, ademmm gitu lihatnya, cakep sih tapi sayang punya Kak Vega...Ih apasih gue kok malah kepikiran mas Arsen, dasar Ocha" gumam Ocha senyum-senyum sendiri
Dan selanjutnya adalah pengumuman untuk pemenang lomba Fisika. Aldo tampak gugup menunggu pengumuman tersebut.
"Juara satu untuk lomba Fisika adalah...Aldo Alexander dari SMU Pancasona"
Dan seketika Aldo terpejam dan langsung sujud syukur ditempat, dirinya tidak menyangka jika bisa memenangkan juara satu lomba Fisika. Terlihat Vega yang sangat bahagia melihat keberhasilan Aldo.
Lantas Aldo berdiri dan spontan memeluk Vega yang berada disampingnya.
"Deg"
Vega tampak tercengang dengan apa yang dilakukan Aldo tiba-tiba, Aldo memeluknya membuat wajah Vega terbenam seluruhnya pada dada bidang Aldo. Tangan Vega yang awalnya diam kini mulai berani meraih pundak Aldo meskipun agak canggung.
"Akhirnya gue menang, makasih banyak Bu Vega, Aldo seneng banget"
Tiba-tiba saja Aldo merasakan ada sesuatu yang berbeda.
"Eh...kok empuk yah, apa nih...assssemm gunung Bu Vega nyenggol gue anjiiirr" gumam Aldo dengan bola mata yang membulat sempurna.
__ADS_1
Dengan cepat Aldo melepaskan pelukannya, dirinya merasa salah tingkah karena sudah berani memeluk gurunya sendiri.
"Ma...Maaf Bu, Aldo nggak sengaja, Aldo spontan memeluk Bu Vega hehe" ucap Aldo cengar-cengir.
Vega hanya bisa tersenyum malu, saat dirinya berada dalam pelukan Aldo. Ada kenyamanan di sana, Aldo memang jauh usianya daripada Vega, tapi Vega merasa Aldo mempunyai jiwa dewasa yang membuat dirinya nyaman saat berada dalam pelukan Aldo.
Dan lagi-lagi Arsen dan Ocha disuguhi pemandangan yang membuat mata mereka kelilipan kerikil tajam.
Dan akhirnya lomba tersebut telah usai, Aldo telah menerima hadiah tropi dan sertifikat penghargaan, sementara dirinya mencari keberadaan Nancy yang sedari tadi tidak ada.
"Mama kemana sih, dari tadi kok nggak ada" tampak Aldo mencari-cari keberadaan Nancy yang tak terlihat batang hidungnya.
"Woi lagi ngapain Lu, celingukan gitu!" seru Ocha
"Nyari Emak gue nih, Elu lihat Mama nggak sih?" tanya Aldo yang masih bingung mencari Nancy.
"Enggak tuh" jawab Ocha sembari menaikkan pundaknya.
"Aduuh kemana sih Mama?" tampak Aldo mulai khawatir dengan Nancy.
*****
Terlihat seorang wanita yang sedang duduk di sebuah kursi sebuah kedai kecil yang terletak di area wisata yang dekat dengan tempat lomba Aldo.
Tampak Nancy tengah menenangkan dirinya seusai ia mengetahui kebenaran bahwa Arsen memang anak kandungnya.
Sementara dari kejauhan tampak seorang laki-laki yang sedang menghampiri Nancy yang duduk sendiri.
"Boleh aku duduk" seru laki-laki yang berusia kira-kira 50 tahun itu.
"Mas Baron!" Nancy benar-benar terkejut melihat kehadiran mantan suaminya.
"Iya ... duduklah!" balas Nancy dengan perasaan gugup.
"Bagaimana keadaan mu Nancy?" tanya Baron sembari menatap Nancy yang tampak salah tingkah.
"Baik" jawab Nancy singkat.
"Bagaimana keadaan anak kita, Alfian?" tanya Baron sekali lagi.
"Untuk apa kau tahu keadaannya? Bukankah kami sudah kau lupakan!" balas Nancy ketus.
"Dan pemuda itu? Apakah itu Alfian putra kita?" Baron benar-benar penasaran ingin mengetahui identitas asli pemuda yang memanggil Nancy Mama.
Nancy terdiam, Nancy masih ingat betul bagaimana suaminya percaya begitu saja dengan ibunya, bahwa Nancy yang telah menyebabkan perusahaan mereka bangkrut, sehingga membuat Baron sangat marah dan menceraikan Nancy tanpa mencari bukti yang autentik tentang tuduhan terhadap istrinya sendiri.
"Sudahlah Mas, hubungan kita sudah lama berakhir, kita tidak perlu membahas tentang anak -anak lagi, kamu sudah membawa Arsen, dan aku sudah membawa Alfian, kita jalani masing-masing, aku tidak pernah mengganggu hidupmu, dan kamu juga jangan mengganggu hidupku lagi" ucap Nancy
Dan tiba-tiba saja Aldo melihat Nancy dan spontan menghampiri Nancy sembari memanggil Mama nya.
"Mama...!"
__ADS_1
Nancy dan Baron menoleh, dilihatnya Aldo datang menghampiri mereka berdua.
"Itu pemuda yang tadi bersama Nancy, apa dia Alfian?" pikir Baron
Aldo melihat Nancy bersama seorang pria yang pantas menjadi ayahnya.
"Mama, ternyata Mama disini, Aldo cari kemana -mana nggak ada, eh malah disini" seru Aldo
"Hai Om... temannya Mama? Bukannya Om yang mobilnya ditabrak Mama tadi?" celetuk Aldo kepada Baron.
"I_Iya benar...kenalkan saya Baron!" seru Baron sembari mengulurkan tangannya.
"Aldo ...Aldo Alexander!" jawab Aldo menyambut uluran tangan Baron.
"Kok gue merasa ada yang aneh yah saat melihat bapak ini" gumam Aldo
"Baiklah, ayo Aldo kita pergi!" ucap Nancy sembari menggandeng tangan Aldo.
"Loh loh kok main pergi aja sih Ma, teman Mama sendirian dong, kasihan kan!" sahut Aldo.
"Sudah jangan banyak protes, kita pergi dari sini" Nancy terus membawa Aldo hingga di parkiran mobil.
Sementara Baron terus memperhatikan Aldo yang menurutnya itu adalah Alfian.
"Aku yakin itu Alfian anakku" ucap Baron lirih, dan tanpa sengaja Arsen mendengar perkataan Baron.
"Siapa Pa? Alfian?" ucap Arsen terkejut saat Baron melihat Nancy dan Aldo yang tengah berjalan pergi ke parkiran mobil.
"Itukan Tante Nancy dan Aldo Pa!" seru Arsen
"Kamu kenal mereka?" tanya Baron penasaran
"Ya kenal lah, emangnya kenapa Pa?" tanya Arsen sembari mengerutkan keningnya.
"Ah...tidak apa-apa lupakan!" jawab Baron sembari pergi meninggalkan tempat.
"Ayo...kita harus pergi, kita harus mempersiapkan untuk pernikahanmu besok, dimana calon istrimu?" tanya Baron
"Masih di dalam!"
"Hari ini Papa sudah janjian dengan desainer yang akan membuatkan baju pengantin kalian, cepat kita harus pergi sekarang"
"Baik Pa!"
Baron meninggalkan Arsen dan menuju mobilnya, sementara Arsen sedang menunggu Vega yang masih berada di dalam.
"Kenapa Papa memanggil Alfian ke arah Aldo, atau jangan-jangan..."
Arsen mulai bimbang
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥
...HAYUK AH DUKUNG TERUS❤️...