
Dan akhirnya Claudia tidak bisa berbuat apa-apa, Ia harus mengikhlaskan Riris menikah dengan Ruli, apalagi sekarang Riris adiknya sudah mengandung anaknya Ruli.
"Jika memang adanya seperti itu, baiklah kakak akan pergi dari Indonesia, kakak akan ikut Papa dan Mama, Minggu depan mereka pulang, dan setelahnya aku akan ikut serta bersama mereka, biar kamu dan Ruli yang menempati rumah ini" seru Claudia sembari berlalu meninggalkan mereka.
Tiba-tiba saja Riris memanggilnya.
"Kakak!"
Claudia berhenti dan menatap kembali adiknya, Riris berjalan menghampiri Claudia dan memeluknya.
"Terima kasih banyak Kak!"
"Kakak menyayangimu Ris!" Claudia mengusap lembut punggung Riris.
*
*
*
Sementara itu Aldo dan Vega yang sudah sampai di rumah, keduanya tampak bahagia akhirnya drama rahasia pernikahan mereka telah usai.
Aldo merebahkan tubuhnya pada sofa, sedangkan Vega tampak merapikan sepatu Suaminya yang masih melekat pada kakinya, Vega melepaskan sepatu Aldo yang belum ia lepaskan.
Aldo melihat istrinya yang sedang berjongkok di depannya sembari melepaskan sepatu Aldo. Dan tiba-tiba saja Aldo menangkap tubuh Vega dan meletakkannya di atas pangkuannya.
"Aldo!". Vega terkejut saat Aldo tiba-tiba saja meletakkan dirinya di atas pangkuannya.
Vega menatap wajah sang suami, Aldo mulai berkata sesuatu kepada istrinya.
"Katakan padaku! Kenapa kamu bersikap seperti itu tadi kepadaku" Aldo menangkup wajah Vega dengan kedua tangannya.
"Apa maksudmu?" Vega mengerutkan keningnya.
"Kamu tadi cuek padaku, kamu tidak mau bertemu denganku, kamu benar-benar sudah membuatku kesal" umpatnya sambil menatap tajam mata Vega.
"Iya maaf! Aku tidak bermaksud begitu Do! Tadi aku terpaksa melakukan hal itu, agar Bu Leli tidak curiga dengan hubungan kita" jawab Vega yang disambut dengan sikap cuek Aldo, Aldo membuang muka seolah tidak mau mendengar alasan klasik itu.
"Kalaupun Bu Leli tahu memangnya kenapa? Toh akhirnya hubungan kita ketahuan juga kan" Aldo berucap dengan tatapan yang serius.
"Hmm... Iya sih, cuma waktu itu kan lagi...ah sudahlah Do! Untuk apa lagi kita bicarakan ini, yang penting sekarang semuanya sudah tahu, jika kita sudah menikah" Vega mengusap lembut rambut Aldo.
"Oke! Tapi tetap saja aku masih marah sama Kamu"
Aldo seperti anak kecil yang begitu manja, dan ingin di perlakukan sehalus mungkin, Vega yang mulai mengerti maksud Aldo, lantas Ia mencoba merayu suami brondongnnya itu.
"Baiklah, aku minta maaf jika sudah membuatmu kesal, sekarang katakan apa yang harus aku lakukan supaya suamiku tidak marah lagi"
Vega menangkup wajah Aldo dengan kedua tangannya. Aldo menyeringai dan ia mulai melancarkan aksinya.
"Mimik!"
__ADS_1
Dengan cepat Vega melepaskan tangannya dari wajah Aldo, karena ia mengerti apa yang dimaksudkan oleh Aldo.
"Oke! Tunggu sebentar aku ambilkan" Vega beranjak pergi dari pangkuan Aldo, namun ditahan oleh tangan Aldo.
"Kamu mau kemana?" Aldo menarik tangan Vega, Vega menoleh dan tersenyum.
"Katanya minta mimik! Aku ambilkan dulu!" seru Vega yang mengira jika Aldo meminta diambilkan minum.
Aldo menarik kembali tubuh istrinya, dan kini justru Aldo memposisikan istrinya berada di atas tubuhnya.
"Aldo!" Vega terkejut saat Aldo tiba-tiba menjatuhkan dirinya di atas sofa.
"Bukan mimik yang itu! tapi mimik yang ini!" ucap Aldo sembari menunjuk menggunakan bola matanya dengan menatap area dada Vega.
"Astaga Aldo! Tapi aku belum mandi, masih bau acem" jawab Vega sembari mencium badannya sendiri.
"Meskipun acem, bagiku tidak masalah, aku tetap suka"
Aldo berkata sembari menghirup dada milik Vega. Vega yang merasa kegelian terus meronta dan ingin lepas dari pelukan Aldo.
"Aldo Aldo udah dong Pliss, geli Do" Vega mencengkeram kuat rambut Aldo, namun Aldo tidak perduli, ia terus saja melakukan kemesuman terhadap istrinya, hingga tak terasa Aldo menyingkap rok milik Vega dan melepaskan underwear itu dengan cepat.
"Set"
"Aldo"
Vega menatap Aldo yang sudah berhasil menjatuhkan underwear miliknya, dengan cepat Aldo pun melepaskan celananya dan meninggalkan kemeja sekolah yang masih menempel pada tubuh kekarnya.
Dalam ruang tamu itu, di atas sofa berwarna coklat itu, tampak sang empu rumah tengah bersenang-senang, berguling-guling manja.
Dan tiba-tiba saja terdengar suara pintu depan di ketuk. Sontak Aldo menghentikan aksinya yang masih berada di ambang pintu.
"Ada tamu!" ucap keduanya
Tiba-tiba saja terdengar suara yang mengiringi ketukan pintu rumah mereka.
"Aldo! Vega! Ini Mama dan Papa sayang!"
Terdengar suara Nancy yang membuat keduanya membulatkan matanya.
"Mama...!" ucap keduanya bersamaan.
Aldo segera beranjak bangun dari atas tubuh Vega, sementara Vega tampak meraih underwear miliknya yang sudah dilepaskan oleh suami brondongnnya itu.
Aldo terlihat lari ke atas menaiki anak tangga sembari membawa celananya yang sudah ia lepaskan.
Vega melihat Aldo yang lari terbirit-birit sambil membawa celananya, dan tentu saja tampak jelaslah belalai gajah itu bergelantungan diantara kedua pahanya.😁
Setelah Aldo sampai di lantai atas dan sudah masuk ke dalam kamarnya. Vega merapikan roknya dan bergegas membuka pintu.
"Ceklek"
__ADS_1
Pintu pun mulai terbuka, Vega melihat Nancy dan Baron datang berkunjung ke rumah mereka.
"Mama! Papa!"
Vega mencium tangan kedua mertuanya itu dan mempersilahkan keduanya untuk masuk.
"Silahkan duduk Ma! Pa! Vega ambil kan minum dulu!"
"Suamimu kemana?" tanya Nancy
"Oh...Aldo sedang mandi Ma!" Jawab Vega sembari tersenyum.
"Ohhh..." Nancy beranjak duduk sembari melihat-lihat keadaan rumah mereka yang tertata apik. Tiba-tiba saja Nancy menemukan sesuatu yang terjatuh di bawah sofa.
"Apa ini?"
Nancy mengambil benda yang tergeletak di bawah sofa, kain berwarna putih itu Nancy ambil dan ia perhatikan secara cermat, benda itu persis sekali dengan underwear kepunyaan Aldo.
"Vega! Bukannya ini milik Aldo?" seru Nancy sembari menunjukkan underwear putih milik suaminya.
Vega mengambil benda itu dari tangan Vega dan memeriksanya.
"I_iya benar Ma! Ini punya suamiku, maaf Ma! Vega akan membawanya ke belakang"
Vega segera pergi dan membawa underwear milik Aldo yang tertinggal saat pemanasan tadi, dan Aldo lupa membawa nya.
Nancy dan Baron tertawa kecil, mereka mengerti maksud nya.
"Astaga Aldo! Ceroboh sekali sih, sampai Mama yang temuin, kan malu" gumam Vega sembari meletakkan underwear milik Aldo di keranjang.
Sementara di kamar, Aldo tampak lemas, baru saja dirinya hampir masuk, kedatangan Nancy dan Baron membuatnya mengurungkan niat untuk berkunjung ke tempat favoritnya.
"Ya ...Mama! Gagal deh, asseeeemmm sial banget hari ini" umpatnya sambil berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Aldo membersihkan dirinya, Ia lantas segera menemui Nancy yang sudah menunggunya bersama Baron.
"Hai Ma! Pa! Aldo senang kalian berdua datang kesini" Aldo mencium tangan Nancy dan Baron.
"Iya...kami kangen sekali dengan kalian, oh iya sekalian mau ngabarin sama kalian berdua, jika Arsen dan Ocha Minggu ini akan bertunangan" ungkap Nancy
"Oh ya! Itu berita yang bagus"
Aldo dan Vega tampak senang mendengar kabar bahagia itu
*
*
*
*
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥