Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Tompel


__ADS_3

Ciuman itu terasa sangat hangat dan lembut, kecupan mesra untuk gadis sepolos Ocha membuat otot-otot Ocha terasa lunglai, dia hanya mengikuti gerakan Arsen yang pastinya lebih mendominasi.


Setelah beberapa saat, Arsen melepaskan pagutan itu dari bibir Ocha yang basah, namun sayang, Ocha terlalu menghayati apa yang sudah Arsen lakukan, dirinya seolah tidak mau melepaskan ciuman Arsen.


Alih-alih Arsen melepaskan ciuman itu, justru Ocha enggan untuk melepaskannya, Ocha menahan wajah Arsen dan semakin memperdalam ciuman itu.


"Nanggung nih dilepasin...ini sih lebih manis dari madu, ciuman pertama gue...asli manis tanpa bahan pengawet, manisnya keterlaluan...emmptt" gumam Ocha sembari memejamkan matanya.


Apalah daya seorang Arsen hanya pria biasa yang tentu saja akan terasa terbakar gejolak di saat ada sesuatu yang mencoba membangkitkan gairah dirinya.


"Jangan...ini belum boleh, Ocha masih kecil, belum waktunya untuk merasakan hal seperti ini" gumam Arsen saat Ocha semakin ingin diperlakukan lebih.


Dengan segera Arsen melepaskan Ocha yang nafasnya terlihat naik turun. Ocha begitu malu saat Arsen menatap dirinya.


"Maafkan aku Mas, Aku tidak bermaksud untuk... untuk...!" Ocha tak bisa melanjutkan kata-katanya. Dirinya begitu gugup saat Arsen terus memandangnya.


"Untuk menggodaku?" tiba-tiba Arsen berkata yang membuat Ocha membulatkan matanya.


"Tapi...kamu sudah berhasil membuatku tergoda!" jawab Arsen sembari tersenyum smirk.


"Mas Arsen...busyeett dah...ternyata nalurinya gede juga...au ah, kok jadi takut ya gue, jangan-jangan anunya juga gede...oh no Ocha, kamu masing ting-ting, dapat laki-laki kayak Mas Arsen...hmm nggak bisa dibayangin anunya...eh bahagianya!" gumam Ocha senyum-senyum sendiri.


"Ayo kita pulang, ini sudah malam, aku akan mengantarmu pulang!" ajak Arsen


"Tapi...Mas, Ocha masih ingin disini, Ocha masih belum mau pulang!" jawab Ocha


"Ayo kita pulang, coba lihat semua orang sudah pulang, Aldo dan Vega juga pasti sudah pulang duluan" ucap Arsen


"Yah...Aldo dan Bu Vega pasti udah pada perang malam ini" celetuk Ocha.


"Kamu mau perang juga? Entar kalau kita udah nikah, pasti kamu juga akan merasakannya" jawab Arsen sembari tersenyum smirk.


"Waduuuhh...mati gue, perang sama mas Arsen, nggak bisa bayangin gue" gumam gadis 17 tahun 8 bulan itu.


******


Pagi harinya.


Vega perlahan membuka netranya yang masih terpejam, dilihatnya Aldo yang masih tidur dengan posisi tengkurap dengan mulut yang sedikit terbuka, membuat Vega tersenyum tipis melihat wajah Aldo yang polos, berbeda dengan semalam saat Aldo tengah dikuasai gairah cintanya.

__ADS_1


"Kamu benar-benar masih polos sekali Do!" ucap Vega sembari mengelus pipi Aldo.


Kemudian Vega melihat kearah jam, dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Vega menggelengkan kepalanya, kenapa dirinya bisa bangun sesiang itu, padahal setiap hari, Vega bangun paling siang pukul setengah enam pagi.


Vega minta cuti libur selama 3 hari dari sekolah, oleh karena itu hari ini sampai dua hari ke depan, Vega akan memuaskan waktunya bersama Aldo, dan setelah itu Vega dan Aldo akan kembali sekolah seperti biasa.


"Astaga, sudah siang banget, aku harus mandi, badan udah lengket semua" ucapnya sambil membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


Tiba-tiba saja Vega merasakan sesuatu yang perih pada organ intimnya. Ia teringat jika semalam Aldo sudah resmi mengganti status Vega menjadi seorang wanita bukan gadis lagi.


Vega beranjak pergi menuju kamar mandi, dengan sedikit tertatih, Vega menguatkan dirinya agar cepat sampai ke dalam kamar mandi.


"Awwww...kok bisa sakit banget sih, apa punya Aldo terlalu besar? bisa perih begini" ucap Vega lirih.


Setelah Vega sampai di kamar mandi, terlihat Aldo mulai terbangun dari tidurnya, dia mencari-cari keberadaan Vega yang tidak ada disampingnya.


"Sayang...kamu dimana?" Aldo mulai duduk dan mencoba memulihkan kesadarannya. Aldo mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi.


"Dia pasti mandi...susul ah...eh apa ini? Darah?" Aldo beranjak turun dari tempat tidurnya, namun tiba-tiba pandangannya di kejutkan dengan noda darah yang sudah mengering di atas sprei warna putih itu.


"Darah apa ini? Apa istriku terluka? Ya Tuhan aku harus menanyakannya, jika benar ia terluka, aku harus segera membawanya ke dokter spesialis, aku tidak mau terjadi apa-apa dengannya" ucap Aldo yang terlihat cemas saat melihat noda darah keperawanan milik Vega.


"Tok...tok...tok"


"Sayang... sudah selesai belum?" seru Aldo dari luar


Vega mendengar Aldo mengetuk pintu, sementara Vega tampak masih berendam di dalam bak mandi.


"Belum sayang!" jawab Vega dari dalam


"Apa kamu tidak apa-apa?" seru Aldo yang masih khawatir dengan keadaan istrinya.


Vega tampak mengerutkan keningnya, kenapa Aldo tiba-tiba menanyakan hal itu kepadanya, kemudian Vega memanggil Aldo untuk datang kepadanya.


"Aldo Sayang... kemarilah, aku minta tolong sebentar" sahut Vega dari dalam.


"Waduuuhh...dia meminta gue untuk masuk, tapi gimana nih, masa gue masuk cuma plontos doang, bisa-bisa terbang nih perkutut gue... anjiiirr, gue musti tutupin, kan malu kalau dia lihat!" gumam Aldo sembari mencari penutup tubuh bagian bawahnya.


Kemudian Aldo menemukan handuk dan ia tutupkan pada bagian bawah tubuhnya. Meskipun Aldo sudah menutupi bagian terlarangnya, namun miliknya masih terlihat menonjol, karena ukurannya yang terbilang jumbo.

__ADS_1


Aldo mulai masuk kedalam kamar mandi, ia melihat Vega tengah berendam di dalam bak mandi. Vega menyadari kehadiran suaminya. Kemudian ia melihat Aldo berdiri tegap di hadapannya tanpa memakai baju, hanya sebuah handuk penutup yang menutupi area bagian bawah.


"Apa yang bisa aku lakukan untukmu?" tanya Aldo sembari membungkukkan badannya.


Vega menatap wajah suaminya, lantas Vega menarik tangan Aldo supaya lebih dekat dengannya.


"Eh...eh..eh..kok ditarik sih" pekik Aldo saat tangannya tiba-tiba ditarik oleh Vega.


"Tolong gosok punggungku, aku tidak bisa menjangkaunya!" seru Vega sembari memberikan spon kepada Aldo.


Vega membelakangi Aldo dan memperlihatkan punggung mulusnya.


"Asseeeemmm... pagi-pagi dah dibikin tegang anjayyyy...si Otong tahu aja kalau ginian, mana bening banget lagi nih punggung...amsyong deh ah, mana badan masih bergetar lagi, nih napa ya lutut kok pegel banget, apa gara-gara gue kehilangan keperjakaan gue semalam...eh tapi rasanya enak sih..hihihi" gumam Aldo cekikikan sambil mengusap punggung Vega yang putih mulus itu.


Vega tampak menikmati usapan yang ada pada punggungnya. Dengan gerakan yang perlahan Vega memutar badannya, hingga dirinya kini menghadap kearah Aldo. Sehingga membuat Aldo kaget setengah mati.


"Astaga...yasaalaaammm...kalau lihat yang ginian.. gue bener-bener nggak tahan anjiirrr...pingin gue emmut aja"


Aldo membatin sembari kedua matanya tak berkedip melihat dada Vega yang tegak menantang itu.


"Sayang...aku minta izin, boleh tidak!" seru Aldo


"Untuk apa?" tanya Vega penasaran.


"Untuk mimik susu!" jawab Aldo lirih dengan mata yang terus melihat gundukan yang putih mulus itu.


Vega yang menyadari bahwa Aldo tengah melihat dirinya, Vega justru menggoda suaminya dengan menarik handuk Aldo dan membawa Aldo masuk ke dalam bak mandi bersama dirinya.


"E...e..e..e.. jangan dilepas, malu sayang!' ucap Aldo sambil menutupi bagian intimnya dengan kedua tangannya. Vega tampak terkekeh melihat tingkah lucu suami brondongnya.


"Kenapa mesti malu? Semalam aja kamu nggak malu?" tanya Vega


"Kalau itu beda, semalam kan suasananya gelap, jadi nggak terlalu kelihatan, kalau siang gini pasti terlihat banget, aku malu...ada tompel disebelah si Otong sayang" ucapan Aldo membuat Vega tertawa kecil.


"Astaga Aldo...sini coba kulihat, seperti apa sih tompel nya" seru Vega sambil menarik tangan Aldo.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Bebaskan tawamu beb...si Aldo memang bikin perut kaku😂...


__ADS_2