Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Bonchap 8 Manjat


__ADS_3

"Sayang itu Ruli! Cepat buka pintu untuknya!" seru Vega sembari mendorong dada Aldo yang sudah menghimpit tubuhnya.


"Tapi ... nanggung sayang! Baru saja kita memulainya, masa harus di lepas lagi sih, enggak ah nggak mau." balas Aldo yang menolak dirinya untuk membukakan pintu untuk sahabat nya itu.


Sementara di luar Ruli rupanya bertamu bersama sang Istri tengah hamil besar.


"Aldo! Ini Gue Do ... busyet nih anak, nggak nongol-nongol juga, apa mereka sedang keluar ya? Tapi ... sandalnya masih ada." seru Ruli yang melihat situasi rumah Aldo yang tampak sepi, namun sandal Aldo dan Vega masih lengkap.


"Mungkin mereka lagi sibuk kali sayang!" ucap Riris sembari mengelus-elus perutnya.


"Sibuk? Jangan-jangan si Aldo sibuk manjat nih pasti." ucap Ruli menebak.


"Manjat?"


Riris membulatkan matanya saat mendengar suaminya bilang Aldo sibuk manjat.


"Manjat apa? Manjat genteng?" Riris mencoba menebak.

__ADS_1


Ruli tampak menepuk jidatnya dan berkata kepada istrinya. "Bukan manjat genteng tapi manjat si minul-minul Yank!" ucapnya sembari tertawa kecil. Rupanya Riris mulai mengerti maksud suaminya dan Ia pun mulai ikut tertawa.


"Kalau begitu kita pulang aja deh Sayang, biarkan mereka lanjutin, kasihan tuh si Aldo kalau di potong, pastinya Dia juga dah lama disapih sama Bu Vega." ajak Riris untuk pulang.


Rupanya Ruli juga mulai menuruti ucapan istrinya untuk pulang, sepertinya sahabat somplaknya itu sedang indehoy bersama istrinya.


"Oke deh, kita balik aja, nanti sore aja kita datang ke sini." Ruli terlihat berbalik arah sembari merangkul pundak istrinya, namun tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka dari dalam.


"Ceklek"


"Aldo!" seru Ruli yang melihat penampilan Aldo yang terlihat penuh keringat yang masih menempel pada dahinya, membasahi wajah tampan Aldo yang tampak sedang memakai celana pendek saja itu.


"Elu kok berkeringat gitu? Elu habis olahraga?" tanya Ruli sembari memperhatikan keringat Aldo yang sebesar jagung itu.


"Hehehe ... iya nih Gue sedang olahraga push up." jawabnya dengan cengengesan.


"Hai Aldo! Bu Vega dan Galen mana? Kok nggak kelihatan?" tanya Riris.

__ADS_1


"Em ... Galen ikut Mama jalan-jalan, dan istri Gue lagi mandi, yuk masuk!" seru Aldo mempersilahkan Ruli dan Riris masuk ke dalam rumah.


Riris masuk duluan sementara Ruli masuk belakangan bersama Aldo, Aldo tampak membisikkan sesuatu pada telinga Ruli.


"Eh dodol, Elu kesini nggak ngabarin Gue dulu! bikin Gue spaneng aja, Elu udah bikin Otong Gue tidur lagi nih njiiirr." bisiknya sembari menyikut perut Ruli.


"Busyet! Jadi bener dong dugaan Gue! Elu lagi manjat rupanya, hehehe sorry bro! Gue kagak tahu!. Pantas saja keringat Elu segedhe itu." ucap Ruli minta maaf.


"Gue cuma sebentar kok! Tuh bini gue minta ketemu sama Galen, Gue musti gimana dong, kayaknya anak Elu udah bikin bini gue jatuh cinta, gemesin katanya."


"Ya iyalah gemesin, Elu lihat aja Papanya sekeren ini, pasti lah anak Gue mirip Gue!" sahut Aldo sembari tertawa.


"Tapi nggak somplaknya loh yang mirip, Elu aja yang somplak, Galen jangan, Gue yakin Si Galen pasti jadi rebutan banyak cewek entar, secara ketampanan nya udah kelihatan banget sedari orok, eh Elu dulu gimana bikinnya kok bisa selucu itu anak Elu?" celetuk Ruli.


"Bikinnya jungkir balik Gue! setiap hari Gue jengukin dia, nggak ada kata libur, paling libur cuma sehari doang, habis Gue nggak nahan banget tahu nggak sih Lu, pingin nabok aja tuh si minul-minul." ucapnya diiringi gelak tawa keduanya.


"Hah ... dasar semprul, Elu lebih parah rupanya dari Gue," ujar Ruli.

__ADS_1


__ADS_2