Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 10 : ADA KAMU DI SISIKU


__ADS_3

Saat itu Ila merasa ragu untuk menceritakannya, tetapi mau bagaimana lagi daripada Ila memendamnya sendiri lebih baik dia menceritakannya kepada orang lain yang ia percaya dan orang itu salah satunya termasuk Angga.


"Ayo, kamu katakan saja kepadaku Ila... Kalau aku bisa bantu pasti aku bantu." Ucap Angga


"Kemarin malam Kak Bima...Kak Bima menyatakan perasaannya kepadaku." (mengatakan hal itu dengan terbata-bata)


"Apa..??maksutmu dia suka sama kamu?" Jawab Angga (ia merasa kaget dengan hal itu)


Ila hanya mengangguk saja, hal itu menandakan memang benar adanya.


"Lalu kamu menjawab apa?" tanya Angga


"Aku belum menjawab, karena saat itu aku sangat bingung. Sekarang apa yang harus aku perbuat Ngga? aku tidak ingin menyakiti orang lain" tanya Ila (dia sangat membutuhkan saran untuk masalahnya itu)


Mulai membalikkan badan Ila ke arahnya sambil memegang pundak Ila dengan tatapan meyakinkan, Angga pun beraksi.


"Aku tanya sama kamu, apakah kamu menyukai Kak Bima?" tanya Angga dengan serius


"Aku bingung dengan perasaanku sendiri. kalau di tanya saat ini tentu aku tidak mempunyai perasaan apa-apa kepadanya dia hanyalah seorang kakak senior bagiku yang selalu membantuku selama menjadi mahasiswa disini." penjelasan Ila panjang kali lebar


Angga menghela nafas, dia sangat lega karena Ila tidak mencintai Kak Bima itu. Dia pun memberi saran kepada Ila untuk berkata jujur saja kepada Kak Bima dan menyuruh dia agar menjaga jarak untuk saat ini agar dengan sendirinya Kak Bima bisa melupakan Ila.


Ila pun hanya terdiam saat itu, dia meresapi perkataan dari Angga tadi



Karena cuaca sepertinya akan turun hujan, Angga pun mengajak Ila untuk pulang bersama. Ila pun sempat menolak permintaan Angga karena takut merepotkan. Namun akhirnya dia mau karena Angga agak sedikit memaksanya.


"Ayo, kita pulang saja sepertinya akan hujan." (mengajak Ila sambil memegang tangannya)


"Sudah jangan kamu pikirkan, kamu tidak perlu takut." lanjut Angga (sambil menarik tangan Ila hingga dia berdiri dari duduknya)


Ila pun menuruti Angga dan dalam perjalanan menuju ke parkiran Angga terus menggandeng tangan Ila.


Dalam benaknya Ila memperhatikan tindakan Angga itu, dia sangat beruntung ada Angga di sisinya yang bisa memberikan solusi untuk masalah ini. Memang sejak Mira mulai menjauh darinya hanya Angga yang menurutnya bisa dikatakan sahabatnya saat ini.

__ADS_1


Melihat Ila yang sedang menatapnya dengan lama, Angga pun menyela Ila.


"Mengapa kamu melihatku seperti itu, entar kamu naksir loh..?" kata Angga (candaan Angga kepada Ila yang sebenarnya mewakili perasaannya)


"Iiihh..apaan" jawab Ila (Ila pun fokus berjalan dan menurutnya seperti biasa Angga adalah seseorang yang menyebalkan meskipun begitu dia sangatlah baik)


Mereka pun saling berboncengan dan Angga mengantarkan Ila untuk pulang hingga selamat sampai tujuan


...----------------...


Sesampainya di rumah, Ila pun turun dari sepeda motor dan melepaskan helm di kepalanya itu. Saat ingin mengucapkan terima kasih tiba-tiba ada Ibu Ila yang keluar dari rumah dan mengajak Angga untuk mampir terlebih dahulu. Angga pun merasa tidak enak dan kebetulan sudah lama sekali dia tidak bermain kesitu sehingga dia pun menuruti Ibu Ila seraya silahturahmi.


"Kamu sudah makan nak Angga? ayo makan, mumpung ibu masak banyak ini" ucap ibu Ila


Angga belum sempat menjawab, ibu Ila sudah mendorong Angga ke tempat makan. Disana sudah ada ayah dan adik Ila yang sudah siap.


Ini merupakan pertemuan pertama Angga dengan ayah Ila sehingga dia agak canggung sedikit tetapi seiring berjalannya waktu saat makan suasana mereka pun mencair karena ternyata mereka saling cocok jika sedang mengobrol.


Selesai makan, Ila dan Angga pun menuju ke ruang tamu untuk saling mengobrol. Tak lama karena sudah sore Angga memutuskan untuk pulang. Ila pun mengantarkan Angga keluar sampai pintu saja.


"Siap bos, jangan sedih lagi ya.." kata Angga dengan penuh perhatian (sambil mengusap kepala Ila dengan tangannya)


Angga pun pamit dan bergegas pulang.


MALAM HARI...


Sudah malam, Ila yang sudah makan malam dan membantu ibunya beberes memutuskan pergi ke kamar untuk istirahat. Ila yang tidak mengantuk akhirnya memainkan ponselnya.


Notifikasi muncul di layar, ternyata ada chat masuk dan ternyata itu dari Angga. Mereka pun saling mengobrol lewat chat.



Obrolan mereka pun sangat banyak hingga ke bawah. Mereka pun terus saja mengobrol hingga larut malam. Karena Ila sudah mengantuk dia tidak melanjutkannya dan malah ketiduran.


...****************...

__ADS_1


Keesokan harinya di pagi hari, kebetulan hari ini dia tidak ada kelas untuk pergi ke kampus bisa dikatakan dia sekarang free. Ila pun melakukan tugasnya sebagai anak seperti biasa dia membantu ibunya.


Beberapa jam kemudian terdapat suara sepeda motor dari luar. Ila pikir itu adalah ayahnya, mungkin ada barang yang tertinggal. Ila pun mencoba keluar rumah untuk mengecek.


"Hai..selamat pagi🙂🙂." ucap Angga (dengan senyum yang merekah sekaligus mengagetkan Ila)


"Mengapa kamu kesini?" kata Ila dengan bingung


"Aku kan kemarin malam mengajakmu jalan-jalan pagi ini untuk membeli hadiah yang cocok untuk ibuku yang sedang ulang tahun tetapi kamu tidak menjawab ya sudah aku kesini saja." kata Angga


"Aku tidak mengecek chatmu tadi dan maaf kemarin malam aku ketiduran." jawab Ila


"Kamu siap-siap sana, ayo bantu aku cari kado." ajak Angga


Setelah Ila siap-siap dia berpamitan kepada ibunya untuk pergi bersama Angga.


Mereka berdua pun mampir ke toko-toko untuk mencari kadonya dan akhirnya mereka menemukan kado yang pas. Setelah itu mereka pergi ke cafe untuk ngemil-ngemil sambil makan.


Saat sampai di cafe mereka bertemu dengan Mira dan gengnya yang sedang nongkrong. Saat Ila dan Angga melewati mereka, Mira menyeletuk


"Hai Ila.." sapa Mira dengan nada tidak menyenangkan


"Hai Mir" jawab Ila (menyapa balik dan melangakah kan kakinya lagi)


"Kemarin kemarin dia jalan sama ketua organisasi di kampus sekarang sama cowok tampan se kampus, dasar wanita tidak tahu malu orang tuanya mendidiknya apa tidak ya bisa sampai begitu." sindir Mira (sekalian gosip ke gengnya sedangkan Ila yang sudah beberapa langkah meninggalkan dirinya itu mendengar semua perkataan dia)


Ila pun merasa sakit mendengar hal itu dan berlari ke toilet karena sudah tidak tahan menahan air matanya. Sampai di toilet, Ila pun menangis sepuasnya. Dia merasa sedih karena apa yang dikatakan Mira itu tidak benar apalagi dia membawa orang tua Ila yang memang tidak ada sangkut pautnya. Ila merasa sakit sekali dan air matanya terus mengaliri pipinya itu karena tidak menduga Mira akan seperti itu kepadanya.


Setelah hati Ila tenang, dia keluar dari toilet dan di depan toilet ternyata sudah ada Angga.


"Kamu gimana? apa baik-baik saja" tanya Angga (dia sangat peduli kepada Ila dan sangat tahu perasaan Ila saat itu)


"Iya aku tidak apa-apa." jawab Ila (saat mengatakannya tiba-tiba tanpa di sadari air mata Ila keluar dari matanya dan menetes namun Ila memalingkan wajah dan menyeka seakan tidak ada apa-apa)


Lalu melihat hal itu semua, Angga merasa sedih juga dengan keadaan Ila. Dia menarik tangan Ila dan memeluknya seraya menenangkan dia.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2