Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 46 : KEJUTAN ANGGA


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang spesial untuk Angga, ia kini genap berusia 24 tahun. Kini ia semakin tumbuh menjadi pria yang lebih bertanggung jawab. Perusahaan yang ia kelola berkembang sangat pesat, meskipun dengan usia terbilang cukup muda Angga telah berhasil. Ayahnya yang masih duduk di kursi roda merasa bangga dengan anaknya itu.


"Ayah mengucapkan selamat ulang tahun ya nak." kata Ayah Angga


Angga terharu dengan perkataan ayahnya, dia mengucapkan terima kasih karena masih bisa mengingat ulang tahunnya. Ayahnya sungguh minta maaf kepada Angga karena tidak bisa membantunya dalam mengelola perusahaan karena keterbatasan fisiknya.


"Tidak apa-apa ayah, aku akan melakukannya dengan sendiri. Ayah cukup nikmati hasilnya saja." kata Angga sebagai ucapan hormat kepada orang tua satu-satunya.



Angga pun hari ini harus berangkat ke kantornya. Dia berpamitan kepada Ayahnya dan pergi meninggalkan rumah.


SAMPAI DI KANTOR.


Angga masuk ke dalam kantornya, namun suasana disana sepi. Dia mencoba lihat kalender di ponselnya, hari itu masih sabtu dan besok baru hari libur. Angga merasa heran dan tiba-tiba terkaget karena suara confetti. Angga tersenyum lebar, mukanya sangat senang sekali melihatnya.


Lalu datanglah yang membawa kue ulang tahun.



iya benar sekali, itu adalah Mira calon istri dari Angga. Dia sengaja merencanakan kejutan ini dengan staff karyawan yang lainnya hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Angga.


Muka Angga yang mulanya sumringah menjadi seperti tak bersemangat setelah kemunculan Mira. Namun dia masih tetap menghargai usahanya untuk ini dan Angga mengucapkan terima kasih kepada Mira.


"Selamat ulang tahun ya, sayang." ucap Mira sambil mencium pipi kanan dan kiri Angga.


"Terima kasih."


Mira memberikan kado spesial untuk Angga. Kado seperti apa yang diberikan Mira untuk Angga.


Setelah dia membukanya, kado itu berisikan jam tangan dengan harga yang cukup mahal. Angga terkejut dengan apa yang diberikan Mira untuknya. Dalam benaknya, dia tidak menyangka Mira akan membelikan jam tangan yang sangat mahal untuknya.


"Apakah ini tidak berlebihan?" tanya Angga


"Sama sekali tidak berlebihan, ini aku memberikannya untuk calon suamiku." ucap Mira


Semua staff yang ada di sekelilingnya meledek Mira.


"Cieee..ehhmm..ehmm."


"Segera resmikan pak, tanggal pernikahanmu dengan Bu Mira." celetuk salah satu pegawai


Angga hanya diam saja, dia tidak melihat batang hidung dari Ila disana. Dia mencari di sekelilingnya, tetapi dia tidak ada disana.


Mira sangat tahu, Angga sedang mencari Ila.


"Mau kamu cari kemana saja, dia tidak akan ada disini." kata Mira dalam hatinya

__ADS_1


Mira sengaja tidak memberitahu Ila dan temannya kalau hari itu semua karyawan memberi kejutan kepada Angga. Dia pun merasa, kalau kehadiran Ila itu akan merusak momennya.


Semua karyawan diizinkan untuk membubarkan diri. Sedangkan Mira mengajak Angga untuk duduk di sofa depan untuk menikmati kue pemberiannya.


...----------------...


Jesi dan Ila sudah sampai di parkiran kantor.


"Tumben, parkiran jam segini sudah full. Biasanya kita dulu yang datang ya La." kata Jesi


"Iya, biasanya kita dulu yang selalu datang on time." ucap Ila sambil melepas helmnya.


Mereka berdua jalan bersama menuju ke dalam kantor dan saat di perjalanan ada salah satu pegawai yang berpapasan dengannya.


"Hai, kamu tumben sekali sudah datang. Biasanya kan kamu sedikit siang." kata Jesi


"Kamu tidak tahu ya, hari ini kan hari ulang tahun bos. Semua pegawai disuruh datang lebih pagi karena Bu Mira menyuruh kita untuk memberi kejutan."


"Bu Mira yang menyuruh kalian." kata Ila dengan sedikit terkejut.


Jesi dan Ila pun pergi dan melanjutkan jalannya.


"Apa dia sengaja tidak memberitahu kita ya La?" tanya Jesi


"Tidak perlu dipi...."



"Kamu cemburu ya?" tanya Jesi sambil meledek


Ila tak menjawabnya, tapi dia langsung menarik Jesi untuk melanjutkan langkahnya. Mereka berdua tepat berjalan di depan Angga dan Mira saat itu.


"Baru datang, ada bos nya ulang tahun. Bukannya mengucapkan selamat, tapi langsung pergi begitu saja." kata Mira dengan sinis.


Jesi yang geram dengan perkataan Mira, meladeninya.


"Iya ibu." kata Jesi dengan senyum palsu


"Ayo Ila, kita mengucapkan selamat pada bos kita ini." lanjut Jesi.


Mereka berdua mengucapkan selamat kemudian Ila menarik Jesi, agar dia pergi dari sana.


"Permisi pak bu." ucap Ila kepada Angga dan Mira


Angga saat itu merasa kecewa kepada Ila karena dia tidak mengingat tanggal ulang tahunnya. Dia merasa sedih dengan hal itu.


Mira saat itu telah selesai berada di kantor Angga, dia pun pergi meninggalkanya. Angga langsung menuju ruangannya untuk segera bertemu dengan Ila.

__ADS_1


RUANGAN ANGGA.


Dia masuk ke ruangannya tetapi disana kosong tidak terlihat batang hidung Ila. Tiba-tiba dari belakang muncul Ila yang habis dari kamar mandi. Dia disana melihat bos nya itu mondar-mandir di depan mejanya.


Ila menghampirinya dan mengatakan


"Apa ada yang bisa saya bantu?" kata Ila


"Kamu duduk di tempatmu, aku ingin bertanya padamu." ucap Angga dengan wajah yang serius.


Muka Ila menjadi tegang, Ila berpikir apakah dia membuat kesalahan atau ada pekerjaan yang masih belum ia selesaikan.


"Apa saya ada salah pak?" ucap Ila


Angga hanya menggelengkan kepalanya.


"Lalu apa pak?" tanya Ila


Angga berdiri dan mendekatkan wajahnya di depan wajah Ila. Ila menjadu kebingungan saat itu.


"Apa kamu tidak ingat ulang tahunku?" kata Angga


Ila mengehela nafas dulu, kemudian tersenyum. Angga yang melihatnya merasa heran.


"Apa ada yang lucu?" tanya Angga dengan wajah jutek.


"Sebentar Pak Angga, kamu hanya ingin menanyakan itu kepadaku." kata Ila sambil tersenyum.


"Iya memangnya ada yang salah ya?" kata Angga.


Ila mengatakan kalau tidak ada yang salah mengenai hal itu, tetapi cara Angga untuk menanyakan hal tersebut sangat lucu menurut dia.


"Aku tanya kepadamu dengan serius, apa kamu tidak mengingat ulang tahunku?" tanya Angga sekali lagi.


Ila sengaja menggoda Angga untuk tidak menjawabnya dengan cepat. Supaya Angga berpikir kalau Ila benar-benar tidak mengingatnya...


"Oke fine, berarti kamu tidak mengingatnya." kata Angga, kemudian dia pergi meninggalkan Ila.


Saat Angga pergi, Ila yang melihatnya sedang marah langsung membuntutinya dari belakang untuk menjelaskan semuanya. Untuk menghentikan langkahnya, dia berada tepat di depan Angga kemudian dengan mata tertutup dia menyodorkan hadiahnya. Untung saja dia berhasil menyodorkan hadiah itu tepat di hadapan Angga, kalau tidak, Angga akan sangat marah.


"Apa itu?" tanya Angga


BERSAMBUNG.


Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)


Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2