
Bagaimana perasaanmu saat ini kepadaku apakah tetap sama atau tidak? aku sedang menginginkan jawabanmu dari ungkapan perasaanku kepadamu. Apakah aku boleh tahu?" lanjut Angga dengan wajah yang serius dan memohon kepada Ila.
...----------------...
Saat Angga ingin sekali mendengar jawaban Ila, tiba-tiba pelayan restoran membawa makanan dan minuman pesanan mereka. Ila pun bisa bernafas lega, dia punya ide.
"Ayo kita makan." kata Ila sambil menyiapkan peralatan makannya.
Ila pun memang sudah kelaparan sekali saat itu. Saat Ila hendak makan, tangan Angga menghentikannya. Angga ingin sekali mendengar jawaban dari dirinya.
"Aku lapar, aku mohon ya ya." ucap Ila sambil membujuk dan memohon kepada Angga untuk menanyakan hal tersebut nanti saja.
Angga pun menuruti perkataan Ila dan dia pun ikut makan juga.
...****************...
DI KANTOR.
Setelah makan, tanpa harus kemana-mana lagi mereka pun langsung menuju ke kantor. Mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di kantor. Angga menyuruh Ila untuk ke kantor karena hari itu ada meeting yang harus dihadiri.
Angga sebenarnya sangat lelah sekali, tetapi mau bagaimana lagi untuk rapatnya tidak bisa ditunda karena ada tamu dari luar negeri juga yang datang.
"Kamu ikut denganku." ucap Angga kepada Ila
"Kamu sudah siapkan semuanya kan?" tanya Angga
"Sudah pak." jawab Ila
Sungguh mereka sangat tahan banting. Selesai perjalanan yang memakan waktu sekitar 3 jam kemudian mereka harus pergi rapat.
Ila sebenarnya juga sama lelahnya, tetapi karena ini tuntutan pekerjaan dan dia juga tidak ingin kehilangan pekerjaannya lalu mau bagaimana lagi ia harus menjalankan semuanya.
SELESAI RAPAT.
Angga dan Ila hendak keluar dari ruang rapat tetapi semua klien Angga mengucapkan selamat kepadanya. Angga masih bingung dengan rekan kerjanya mengapa mereka mengatakan itu.
Angga pun keluar dari sana, begitu juga Ila yang merupakan sekretarisnya mengikutinya dari belakang.
Semua orang yang berpapasan dengan Angga mengatakan selamat kepadanya.
Ila yang berada di belakang Angga masih kebingungan apa maksut dari orang-orang yang mengatakan selamat kepada Angga. Tiba-tiba Jesi juga mengucapkan selamat kepada bos nya itu. Saat itu pun Ila mengkode kepada Jesi, apa maksut Jesi mengatakan seperti itu.
Ila masih tidak mengerti maksut dari Jesi dan dia membuntuti bosnya itu menuju ruangannya.
__ADS_1
Saat sampai di ruangannya, lalu apa yang terjadi disana. Disana sudah ada Mira yang menunggu Angga. Ila pun ingin berbalik arah, tetapi Angga mengetahuinya.
"Mau kemana?" tanya Angga sambil terus melangkahkan kakinya.
"Kamu tetap ikut aku." lanjut Angga dan terdengar oleh Mira.
Mira mendengar itu sangat kesal, tetapi hal itu tidak ia perlihatkan.
"Halo sayang, dari mana saja?" tanya Mira
"Dari rapat." ucap Angga
Mira pun sambil berbisik mengingatkan kepada Angga kalau dia sampai terlalu dekat dengan Ila, maka ia akan melakukan segala cara.
"Masih untung aku tidak menyuruhmu untuk memecat dia." lanjut bisik Mira.
"Kamu tidak berhak ya, untuk memecat orang. Aku hanya bersikap professional saja" ucap Angga dengan memberi alasan karena dia tidak ingin Mira mencelakai Ila
Dalam hati Angga jika harus menjauhi Ila memang tidak akan bisa, karena cintanya sangat sangatlah dalam kepadanya. Dia pun memberikan segala macam alasan kepada Mira agar dia tidak mencurigai Angga.
"Oh sayang, kamu pasti lelah sekali." kata Mira dengan keras sambil melirik Ila karena ingin membuat panas hati Ila.
Ila yang mendengarkan itu bukannya cemburu tetapi dia merasa geli. Ila menganggap sikap Mira itu berlebihan.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Mira karena dia sedikit mendengar ucapan Ila meskipun tidak jelas.
"Tidak apa-apa, Bu." kata Ila sambil menundukan kepalanya.
Mira memberitahu Ila kalau 2 hari lagi mereka akan melangsungkan pertunangan. Ila pun kaget mendengarnya dan mulai berpikir lagi.
"Jangan-jangan itu tadi semuanya karena ini, jadi ini penyebabnya mereka mengucapkan selamat." ucap Ila dalam hatinya.
"Kenapa diam, kamu kaget ya." kata Mira sambil tersenyum
"Aku pun sudah mengumumkan ke semua orang yang ada disini." lanjut Mira
Angga yang tidak mengetahui itu langsung menanyakan kepada Mira perihal pertunangan itu.
"Mengapa kamu tidak mendiskusikan ini dulu, setidaknya kamu bilang kepadaku." kata Angga
"Mengapa aku harus menanyakan kepadamu?kalau kita sudah merencanakan pernikahan, kenapa tidak boleh? sebelum melangkah kesana kita sebaiknya tunangan dulu." jawab Mira
"Seharusnya kamu tanya dulu kepadaku."
Perdebatan itu dilihat oleh Ila. Ila merasa menjadi patung disana. Oleh karena itu dia izin untuk pergi dari sana.
__ADS_1
"Aku izin keluar ya pak bu." ucap Ila dan melangkahkan kaki untuk keluar dari sana.
Ila pun berjalan sambil melamun, perasaannya menjadi tidak enak saat itu. Tiba-tiba ada yang menggandeng tangannya dengan cepat dan mereka berjalan berdua. Bukan lain itu adalah Angga.
Angga pun mengajak Ila pergi ke rooftop. Angga berteriak sekencang-kencangnya disana. Ila yang melihat Angga saat itu sangat kasihan dengannya.
Ila pun menghampiri Angga yang ada di pinggiran.
"Bukan hanya kamu, setiap orang pasti punya masalah." kata Ila yang berada di samping Angga
"Tinggal manusianya, bagaimana untuk menyikapinya. lanjut Ila
Angga saat itu sangat kesal dengan kondisinya hingga dia meluapkan amarahnya dengan berteriak. Ila pun menyuruh Angga lebih keras lagi kalau berteriak karena dengan itu Angga akan bisa lebih lega nantinya daripada harus dipendam.
Angga pun memeluk Ila yang ada disampingnya. Angga menangis di bahu Ila. Ila sangat kaget dengan sikap Angga, tetapi ia coba menerimanya. Ila menganggap, mungkin dengan itu Angga bisa jauh lebih baik. Ila pun diam saja, ketika Angga sedang menangis di bahunya sambil memeluknya. Ila bisa merasakan perasaan Angga, hingga dia juga sempat meneteskan air mata.
Angga mengatakan keluh kesahnya, Ila mendengarkannya.
"Sampai kapan kamu mau begini?" tanya Ila
Angga pun mengangkat kepalanya yang dari tadi bersandar di bahu Ila. Angga sedang menatapi Ila begitu juga sebaliknya.
"Kamu harus coba menerimanya." lanjut Ila sambil meyakinkan.
Angga hanya diam saja.
Hanya perasaan Ila yang tahu, kalau hatinya saat itu juga sakit juga, karena harus mendengarkan kabar pertunangan. Ila tidak ingin Angga tahu tentang itu, ia pun mencoba tegar.
"Itu demi kebaikan, demi kebaikan." ucap Ila dengan suara pelan dan menghela nafas.
"Apa kamu mengatakan sesuatu?" tanya Angga
"Tidak." jawab Ila sambil menggelengkan kepalanya.
Angga pun meraih tangan Ila, ia menggenggam itu di depannya. Angga mencium tangan itu dan berkata
"Selamanya aku milikmu." ucap Angga dengan tulus sambil menatap mata Ila
Ila yang mendengar itu semua merasa terharu dan mulai terbawa perasaan, dia pun meneteskan air matanya setelah Angga mengatakan itu semua.
Angga yang melihat itu, mengusap air mata yang jatuh dari bola mata Ila.
BERSAMBUNG.
Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)
__ADS_1
Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏