
Ila menoleh dan dengan terpaksa dia turun dari boncengan itu. Angga langsung mengomeli Ila karena dia tidak berpamitan dulu kepadanya dan Angga pun menghukum perbuatan Ila tersebut dan menyuruh Jesi untuk pulang terlebih dahulu.
" Kamu ikut denganku." pinta Angga kepada Ila
" Iya, pak." (Dengan kepala menunduk Ila mengikuti langkah Angga)
Sesampainya disana Ila merasa bingung dan heran, mengapa Angga menuju ke tempat parkir.
"Tadi aku pulang dengan Jesi, Angga memarahiku." ucap Ila di dalam hatinya.
Angga tanpa banyak basa-basi membuka pintu mobilnya untuk Ila dan Ila hanya bisa menuruti kemauan bosnya itu. Suasana malam semakin dingin, saat itu hanya ada mereka berdua yang duduk terpaku. Tidak ada keributan yang tejadi antara keduanya, namun suara keheningan pun tak dapat memecahkan suasana beku di mobil saat itu. Ila dengan wajah yang datar menoleh ke arah kaca yang ada di samping kirinya. Angga yang saat itu menyetir tetap fokus dengan kemudinya.
Saat itu Ila yang ketiduran kemudian ia terbangun dari tidurnya, yang tanpa disadari dia telah ketiduran begitu lamanya.
"Ini dimana ya?" (Melihat sekeliling, Ila masih bingung dimana ia sekarang)
Itu seperti sebuah restoran mewah yang hanya orang-orang kaya yang dapat mengunjunginya. Melihat kursi kemudi, Angga juga tidak ada disana. Ila mencoba untuk turun dari mobil dan tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya dan menyuruh Ila untuk mengikutinya.
Ila saat itu berada di sebuah tempat yang mewah, dimana terdapat meja makan yang sudah tersedia makanan sekaligus minumannya. Ila masih merasa bingung dan melihat disekililingnya tidak ada orang satupun kecuali dia. Pegawai restoran itu hanya menyuruh Ila untuk tetap disana tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Ila mencoba berjalan melihat betapa indahnya tempat itu menurut dia.
Ila mencoba mendekati kolam renang yang ada disana dan menghela nafas panjang menghilangkan penat yang selama ini ia rasakan saat itu. Betapa banyak beban yang harus Ila pikul selama ini, dimana dia menjadi tulang punggung keluarganya dengan kondisi fisik yang bisa dikatakan lemah dan juga sepercik masalah-masalah yang selalu ia hadapi di kantor. Hati Ila merasa lega karena tempat itu menurutnya sangat cocok dengan keadaannya saat itu. Hembusan angin yang sejuk, menambah kenikmatan malam itu. Meskipun Ila tidak mengetahui siapa yang memesan tempat seindah dan sebagus ini. Ila terus memandangi pemandangan disana dan mengarahkan tubuhnya ke kolam renang. Dari arah belakang ada yang memanggil Ila dan Ila pun kaget karena saat itu di sedang melamun, kakinya tanpa sadar tergelincir dan untung saja ada tangan yang siap untuk meraihnya. Posisi Ila saat itu, seperti orang yang ingin jatuh ke kolam renang tetapi ada tangan Angga yang memegangi tangan Ila.
"Kamu, gila apa." ucap Angga
"Gila apa? kamu mau bantu aku atau tidak? cepat aku tidak mau tercebur di kolam."
__ADS_1
"Iya siap, aku akan membantumu. Asalkan kamu mau aku ajak makan malam hari ini disini di tempat ini."
" A..Aku turuti semuanya, aku mohon jangan lepaskan aku." sambil merengek
Angga menarik genggaman tangan itu, dalam sekejap Ila sudah ada di dalam pelukannya. Ila mengoceh dalam pelukan Angga kalau dia tidak ingin tercebur karena disana sangat dingin. Angga mengambil kesempatan dalam situasi itu, Angga semakin erat memeluk gadis yang ia cintai tanpa Ila sadari ia saat itu berada di dalam pelukan Angga. Setelah sadar Ila melepaskan pelukannya dan mendorong Angga untuk menjauh darinya. Saat itu, detak jantung Ila berdegup dengan kencang.
"Mengapa detak jantungku berdegup kencang sekali" (Sambil memukuli dadanya, dia berkata dengan berbisik)
"Ada apa denganmu, mengapa kamu membelakangiku?" tanya Angga dengan senyum meledek
"Aku tidak apa-apa." ucap Ila dengan sikap yang stay cool
"Kalau begitu, ayo ikut denganku." pinta Angga
"Mau kemana?" tanya Ila dengan sikap lugunya
"Ayo ikut aku."
Menuju tempat makan..
Angga menyiapkan kursi untuk Ila duduk disana dan Ila pun terbawa suasana saat itu. Angga telah menyiapkan hadiah kecil berupa makan malam romantis ini untuk Ila. Alunan musik yang romantis mengiringi makan malam mereka berdua saat itu. Kedua mata saling bertemu dan Ila terbawa suasana di malam itu seakan dendam yang ada dihatinya pergi begitu saja. Angga menyiapkan setangkai bunga mawar untuk Ila dan memberikan bunga itu kepadanya.
Selesai makan, Angga mengajak Ila untuk berdansa berdua. Malam itu, mereka berdua sungguh romantis bak putri dan pangeran yang sedang di mabuk cinta. Angga yang sudah menyukai Ila sedari dulu begitu juga Ila yang tidak menyadari perasaan cintanya kepada Angga karena tertutupi oleh amarah dan dendam di hatinya. Angga mencoba memeluk Ila sambil berdansa, disana tak ada penolakan yang Ila lakukan. Mereka berdua terenyuh dalam suasana dan tiba saatnya Angga menyatakan perasaannya kepada gadis pujaannya itu.
"Apakah kamu mau jadi pasangan hidupku." kata itu Angga lontarkan di telinga mungil Ila
Seketika Ila kaget dan melebarkan matanya sekaligus melepaskan pelukan Angga itu. Angga mengatakan semua perasaannya kepada Ila, kalau dia sudah menyukai dirinya sejak di bangku kuliah. Tak sempat mengungkapkan isi hatinya karena masalah yang mereka hadapi saat itu, cinta Angga harus dikubur dalam kepada Ila. Angga pun meyakini kalau inilah momen yang tepat untuk dia menyatakan cinta sebelum Ila benar-benar pergi dari hidupnya.
__ADS_1
Saat itu Ila masih merasa shock dengan pernyataan Angga, tubuhnya terasa lemas dan akhirnya terjatuh ke tanah.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Angga yang merasa khawatir kepada Ila
"Mengapa..me..mengapa..ka..kamu mengucapkan kata itu kepadaku." Ila berkata sambil menangis
"Karena aku benar-benar mencintaimu dan kamu harus tahu tentang perasaanku ini, aku yakin kamu juga mencintaiku."
"Stop..stop, sudah cukup kamu katakan itu kepadaku. Aku mau pulang sekarang. (Sambil berdiri tetapi badan Ila sempoyongan)
Angga dengan cekatan menangkap tubuh Ila dan mengusap air mata yang ada di wajah Ila. Angga mencoba menjelaskan dan meyakinkan perasaannya kepada Ila dan Ila mendengar semua yang dikatakan Angga saat itu. Hati ila mulai sedikit tenang dan mulai sedikit demi sedikit mencerna perkataan Angga saat itu.
"Kamu coba singkirkan egomu, berusaha untuk jujur pada dirimu sendiri. Apakah kamu tidak mencintaiku? sekarang kamu tatap mata aku kalau kamu memang benar-benar tidak mencintaiku."
Mencoba menatap mata Angga tapi Ila memalingkan wajahnya, air mata saat itu tiba-tiba keluar dari bola matanya.
"Kamu tidak bisa kan."
"Aku tanya sama kamu, sekarang apa yang kamu inginkan dariku, kamu bilang kamu mencintaiku tetapi mengapa kamu selalu membuatku dalam situasi yang susah saat ini."
Angga hanya terdiam saat itu dan mencoba untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan Ila kepadanya.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Aku memberimu waktu untuk memikirkan perkataanku semuanya kepadamu tadi. Renungkan dan pikirkan semuanya. Perlu kamu garis bawahi bahwa aku Angga benar-benar sangat mencintaimu Ila." ucap Angga dengan lantang.
Bagaimana kelanjutannya...stay tune terus ya :)
BERSAMBUNG.
__ADS_1