Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 71 : HARI JADIAN


__ADS_3

Hari ini adalah anniversary hubungan Kak Bima dengan Ila. Kak Bima sudah menyiapkan dinner untuk hari itu. Semua sudah ia siapkan, baik untuk hadiah maupun kejutannya.


MALAM ITU TIBA.


Kak Bima menjemput Ila di rumahnya dan mereka berdua menuju tempat dinner. Setelah sampai disana, Ila diperlakukan bak seorang putri oleh Kak Bima.


"Apa kamu senang? kata Kak Bima (meraih tangan Ila).


Ila mengangguk dan tersenyum.


Kak Bima telah menyiapkan dinner romantis di tepi kolam renang, dengan alunan musik yang sangat indah.


"Terima kasih kak, kamu tak perlu juga melakukan ini." kata Ila


Aku sebenarnya tak enak dengan Kak Bima yang harus menyiapkan kejutan yang semeriah ini. Maafkan aku kak, aku masih terus mencoba mencintaimu, mengapa aku masih tak bisa. Hatiku pun tak merasa ada getaran.


Memang kejadian itu begitu cepat, kamu menyatakan cinta kepadaku saat orang yang aku cintai pergi begitu saja, namun kini mengapa ia harus hadir kembali. Aku sangat membencinya karena tak ada kabar selama itu, tetapi setelah aku bersamamu ia muncul kembali di hadapanku dengan begitu polosnya lalu aku harus apa. Tuhan tolong berikan petunjukmu apa yang harus aku lakukan.


"Ila ada apa denganmu?" melihat Ila yang sedang melamun.


"Tak apa kak, aku hanya takjub saja dengan kejutan yang Kak Bima siapkan." ucap Ila



"Kamu sudah selesai makan?"


"Iya kak."


Kak Bima menghampiri Ila dan tangannya memohon agar Ila mau berdansa dengannya. Ila pun membalas Kak Bima, ia pun ikut berdansa bersama.


"Bagaimana dengan hatimu?" tanya Kak Bima (sambil melakukan gerakan dansa)


"Maksut kakak apa?" Ila merasa bingung


"Kamu kan sudah beberapa hari ini merawat Angga, apa kamu masih cinta dengannya."


"Apa yang kakak bicarakan. Mana mungkin." ucap Ila dengan sedikit grogi.


"Kalau begitu kamu sudah ada rasa cinta untukku ya." kata Kak Bima

__ADS_1


Ila hanya terdiam menunduk, tiba-tiba ada pelayan yang tak sengaja menumpahkan minuman ke baju Kak Bima.


"Huuu.." (Ila menghela nafas dan mengelus dadanya)


Kak Bima memarahi pelayan itu dan ia segera bergegas menuju ke toilet.


Ila saat itu kembali duduk di mejanya dan tanpa sengaja cincin yang ada di jarinya terjatuh di kolam renang. Ila mencoba mencari dengan mengepak air disana, tetapi apa yang terjadi Ila tercebur di kolam.


Pelayan yang ada disana panik karena Ila berteriak minta tolong. Pelayan itu melihat sekelilingnya tak ada orang, akhirnya ia keluar dari tempat dinner private itu dan mencari bantuan di luar


Entah sebuah kebetulan atau takdir yang membantu Ila saat di kolam renang adalah Angga. Ia tak mengetahui kalau yang bakal ia bantu adalah Ila. Saat dirinya menceburkan diri di kolam renang, ia sangat kaget ternyata itu adalah Ila sehingga ia segera bergegas mengangkatnya dari sana.


"Bagaimana pak?." kata pelayan


Angga mencoba menyadarkan Ila tapi tak bisa, hingga jalan terakhir adalah memberi nafas buatan. Ketika hendak memberi nafas buatan, tiba-tiba datang Kak Bima memukul Angga. Pelayan disana berteriak, karena aksi Kak Bima yang tidak menyukai sikap Angga yang seperti ingin mengambil kesempatan dengan mencium Ila.


Bersamaan dengan hal itu, Ila sadarkan diri.


Di kolam renang tampak Angga merasa kepalanya pusing, tetapi ia menahannya. Ia mulai teringat akan Kak Bima.


"Dia kan Kak Bima seniorku dulu, mengapa dia disini." kata Angga


Dia mulai teringat kalau Kak Bima menyukai Ila.


"Biarkan aku saja." ucap Angga (antara Kak Bima dan Angga berebut untuk membopong Ila)


Ila sangat pusing melihat mereka berkelahi, akhirnya ia meminta pelayan restoran saja untuk membopongnya.


"Aku boleh minta tolong padamu?" kata Ila kepada si pelayan.


"Iya kak, silahkan."


"Aku minta tolong kamu carikan aku baju ganti, aku sangat kedinginan dengan pakaianku yang seperti ini." kata Ila sambil memberikan uang kepada pelayan itu.


Setelah Ila selesai ganti baju, ia pun mencari keberadaan Kak Bima karena ia ingin segera pulang saja. Namun saat Ila menemukan Kak Bima disana, muncullah Angga dari belakang.


"Hai La, kamu baik-baik saja? tanya Angga


"Iya aku baik-baik saja." ucap Ila

__ADS_1


"Ayo aku antarkan kamu balik." ucap Angga


"Biarkan Ila balik sama aku." kata Kak Bima


"Apa sih orang ini, jelas-jelas Ila pernah menolaknya dulu tapi masih saja mengejar Ila. Dasar." ucap Angga dalam hatinya


Mereka berdua saling berebut untuk mengantarkan Ila, hingga membuat Ila memutuskan untuk tak mau diantar oleh keduanya. Ia memilih untuk pulang dengan naik taksi saja.


"Lebih baik aku naik taksi saja." kata Ila


Antara Kak Bima dan Angga mengikuti Ila dari belakang, mereka berdua masih mengoceh untuk mengantar Ila pulang.


"Aku bilang sama kalian, aku naik taksi saja." kata Ila dengan tegas.


Setelah Ila pergi naik taksi. Kak Bima menyalahkan Angga


"Ini semua gara-gara kamu." ungkap Kak Bima


"Jelas-jelas ini gara-gara kamu, Ila menjadi risih karena di ganggu sama kakak." kata Angga



"Apa kamu tahu siapa aku." (Kak Bima berpikir kalau Angga tak mengingatnya setelah ia amnesia)


"Sangat jelas diingatanku, kamu adalah kakak senior yang terobsesi dengan adik tingkatnya. Meskipun sudah di tolak, tetapi kamu masih keras kepala mengejar dirinya."


Kak Bima sangat marah dengan ucapan Angga, ia pun memegang kerah baju milik Angga


"Kamu harus ingat satu hal, Ila hanya milikku dan selamanya akan menjadi milikku." kata Kak Bima berbicara di depan wajah Angga dengan sangat emosi.


Kak Bima memilih untuk pergi dari sana.


"Dasar aneh, sudah jelas cintanya di tolak oleh Ila tapi masih berharap saja." ucap Angga


Kak Bima menuju mobilnya, ia memukuli setir mobil. Dia pun meluapkan semua amarahnya.


"Gagal, hari jadian kita gagal hari ini. Maafkan aku maafkan aku Ila." kata Kak Bima.


"Semua ini gara-gara kamu Angga." lanjut Kak Bima

__ADS_1


Aku telah menyingkirkanmu 1 tahun yang lalu tetapi mengapa kamu masih ada dan menjadi bayang-bayang di kehidupanku dengan Ila. Apa aku harus melakukan yang kedua kalinya agar kamu tak menjadi penggangguku.


Dengan susah payah aku mendapatkannya, apa kau mau merusaknya? itu tak akan terjadi. Jikalau kau bersatu dengan Ila, aku lah orang pertama yang akan memisahkan kalian berdua. Jika aku tak bisa memilikinya seutuhnya, aku berjanji kamu juga tak akan memiliki dia juga. Aku berjanji dengan perkataanku ini, semua yang kamu lakukan akan selalu aku awasi termasuk pergerakan sekecil apapun itu.


__ADS_2