Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 95 : AKHIR


__ADS_3

Ibu Ila sangat panik, karena anaknya tak kunjung pulang juga. Semua orang sangat panik termasuk keluarga Angga disana. Alex dan Jesi mencoba untuk mencari keberadaan mereka berdua yang belum ada kabar.


"Ini Angga kemana ya? dia kok belum menghubungi aku sih." ucap Alex


"Mungkin dia dalam bahaya. Bagaimana ini?" kata Jesi


Karena sangat khawatir dengan keselamatan Angga dan Ila, mereka memutuskan untuk melapor ke polisi. Mereka pun menjelaskan semua peristiwa di saat itu, termasuk ketika Angga terakhir kali memberi kabar kepadanya.


...****************...


Ketika Ila disekap oleh Pak Devan, di saat itu Pak Devan lalai sehingga membuat Ila bisa kabur dari sana. Ila berlari ketakutan, namun dari kejauhan Pak Devan melihat Ila yang hendak kabur darinya.


"Berhenti." teriak Pak Devan


Mata Ila langsung terbelalak kaget dan segera ia bergegas lari dengan cepat.


Di malam yang gelap itu, Ila mencoba lari dari Pak Devan dan segera untuk menemukan Angga yang telah dijebak oleh Pak Devan yang kejam itu.


Setelah berlari sekian lamanya, terdengar suara teriakan minta tolong.


"Sepertinya itu suara Angga." ucap Ila yang sudah sangat kelelahan.


"Aku harus menemukan sumber suara itu." lanjut Ila


Ila mencoba berputar-putar kesana kemari akhirnya ia menemukan Angga yang sudah tak sadarkan diri di dalam lubang itu.


"Angga angga." teriak Ila mencoba untuk membangunkan Angga


Terlihat tak ada pergerakan sedikitpun dari Angga. Seketika di saat Ila hendak menjatuhkan dirinya ke dalam lubang itu, tangannya ada yang memegangi.


"Kamu mau kemana." ucap Pak Devan dengan liciknya


Ila merasa kaget dan Ila mencoba melepaskan diri dari genggamannya. Namun tiba² dari kejauhan terdengar suara tembakan.


"Angkat tangan, lepaskan." ucap polisi


Pak Devan tak tinggal diam, ia menyandera Ila dengan sajam di kepala Ila.


Semua orang disana panik, mereka histeris berteriak agar Pak Devan tak nekat menembak Ila saat itu.


Polisi saat itu mencoba menjalankan strateginya dan ketika ia melepaskan tembakan ke arah Pak Devan malah yang tertembak adalah Ila. Kemudian tembakan kedua dengan cepat ke arah Pak Devan dan membuat mereka berdua pun tumbang.


"Ila..." teriak semua orang disana.


Ibu Ila tak kuasa menahan tangis, semua orang segera membawa Ila dan juga Angga ke rumah sakit.


...****************...


RUMAH SAKIT


Keadaan Ila saat itu sangat kritis, sedangkan keadaan Angga sudah mulai siuman.


Angga yang kala itu membuka kedua matanya, tampak papa mamanya sedang disana dan menunggu dia.

__ADS_1


"Papa mama." ucap Angga dengan terbata-bata


Mamanya yang saat itu sempat tertidur akhirnya terbangun mendengar suara anaknya itu.


"Kamu sudah sadar nak." ucap Mama Angga sambil memeluknya


Ayah Angga saat itu yang tertidur lelap juga terbangun.


"Kamu butuh apa nak." ucap Ayah Angga.


Angga merasa sangat terharu, karena orang tuanya sangat peduli kepadanya. Dia merasa bersalah sekali karena telah membenci mamanya.


"Terima kasih." ucap Angga


"Iya nak." ucap Mama


"Maafkan aku ya ma." ucap Angga


Mamanya hanya mengangguk seraya memeluk Angga.


Semua menangis tak terkecuali Ayah Angga yang terharu dengan suasana saat itu.


...----------------...


Di sisi lain di IGD Ila masih mendapat perawatan intensif dari dokter karena keadaan Ila yang bisa dikatakan cukup parah. Peluru tembakan itu mengenai dada Ila, sehingga para dokter harus segera mengambil peluru itu dan Ila butuh pemulihan yang cukup.


3 hari berlalu, Ila masih tak sadarkan diri.


"Nak, cepatlah sadar. Ada banyak orang yang menunggumu disini." kata Ibu Ila sambil terisak menangis.


Ia pun mengenggam tangan Ila.


"Kamu cepat sadar, aku kangen dengan tingkah mu yang lucu." kata Angga sambil menangis dengan menggenggam tangan Ila.



Tak lama kemudian, Ila mulai siuman. Angga dengan cepat segera memanggil dokter disana.


"Semua keluar ya, saya akan memeriksa keadaan pasien dulu." kata dokter.


Angga dan semua orang disana harap cemas dengan keadaan Ila saat itu.


"Kamu tenang ya nak, Ila anak yang kuat. Ia pasti akan baik-baik saja." ucap Ibu kepada Angga


Dokter keluar dan menyampaikan kalau kini keadaan Ila sudah mulai membaik.


"Alhamdulillah." ucap Angga


"Untuk masuk menjenguk pasien ke dalam harap bergantian saja, karena keadaan pasien saat ini masih tahap pemulihan" ucap dokter


Setelah ibu menjenguk Ila, tiba saat Angga masuk ke dalam.


Angga berjalan perlahan, lalu meraih tangan Ila.

__ADS_1


"Hai, bagaimana keadaanmu?" tanya Angga


Ila saat itu tiba-tiba langsung menangis, Angga sontak kaget.


"Ada apa? Apa ada yang sakit?" tanya Angga yang panik


Ila hanya menggelengkan kepala.


Angga pun mencoba berbicara mendekat kepala Ila sambil mengelus kepalanya.


"Kamu kenapa?" tanya Angga


"Ini semua salahku." kata Ila sambil menangis


"Apa maksutmu? Tidak ada yang salah disini."


"Aku yang membuat kita jadi begini, membuat kamu jadi kesakitan dan pesta pernikahan kita menjadi tertunda karena keadaan aku seperti ini." ucap Ila


Angga pun mencoba meyakinkan Ila kalau apa yang terjadi saat itu bukanlah kesalahannya.


Mereka berdua pun saling berbicara satu sama lain. Ila pun menceritakan kepada Angga siapa sebenarnya Pak Devan itu.


"Aku sudah tahu semuanya, sebelum kamu menceritakan ini." kata Angga


"Kamu tahu tentang Kak Bima?" tanya Ila


"Iya aku tahu, Kak Bima kini sudah ditempatkan di tempat yang layak di RSJ." ucap Angga


"Aku merasa bersalah selama ini." kata Ila


"Aku sudah bilang ke kamu tidak perlu menyalakan diri kamu sendiri, ini sudah jalannya."


Setelah beberapa bulan Ila menjalani perawatan untuk pemulihan dirinya, akhirnya hari yang telah ditunggu-tunggu Angga dan Ila bisa menggelar pesta pernikahannya.


"Akhirnya mereka berdua bisa hidup bersama setelah sekian lama mereka menghadapi bertubi-tubi masalah." ucap Jesi


"Iya, aku juga salut dengan cinta mereka berdua." ungkap Alex


Semua orang disana sangat menikmati pestanya tak terkecuali pasangan suami istri yang telah sah itu Angga dan Ila. Kerabat dan teman-temannya telah hadir di momen yang paling mereka inginkan sejak lama itu.


"Akhirnya." kata Ila sambil mengehela nafas


"Akhirnya apa?" tanya Angga


"Akhirnya aku menjadi istrimu dan kamu menjadi suamiku." kata Ila


Angga memegang kedua tangan Ila lalu mengkecup dahi Ila.


"Aku juga bersyukur punya istri sepertimu, terima kasih untuk segalanya." kata Angga


"Aku juga terima kasih padamu." ucap Ila


Mereka berdua pun saling berpelukan, Angga mendekap Ila dengan sangat erat begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


Semua orang disana bertepuk tangan melihat kemesraan mereka berdua di saat itu.


TAMAT.


__ADS_2