Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 63 : BABAK BARU


__ADS_3

Sudah waktunya aku memulai hidupku yang baru. Bukan aku melupakan masa laluku namun sebisa mungkin aku tak akan mengingatnya dan aku jadikan sebagai pembelajaranku untuk saat ini di masa depan.


Ila kini tak lagi bekerja di perusahaan Angga. Ia kini mengembangkan usaha cathering ibunya hingga dia bisa membuka restoran sendiri dan memiliki cabang dimana-mana.


Setiap hari Ila membantu ibunya dan kini bibit yang telah lama ia tanam kini telah berbuah. Tak ada kabar dari teman-temannya di masa lalu kecuali Jesi. Semenjak Mira di penjara dan kini sudah 1 tahun kejadian itu banyak orang yang telah Ila tinggalkan.


Ila kini telah menjadi pengusaha muda yang sukses. Dia telah berhasil mengubah ekonomi keluarganya. Ia kini tak dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Citra dia yang baru mulai dimunculkan. Ada banyak orang di belakang Ila, sehingga dia bisa sesukses sekarang.


Ya berita yang begitu mengejutkan mungkin bagi para pembaca kali ini. Ila tak mungkin masih sendiri dengan kesuksesannya yang begitu hebatnya.



Sosok itu adalah Kak Bima. Ila tak lama menjalin hubungan dengan Kak Bima. Ia mau menerima Kak Bima karena dia merasa hutang budi banyak kepadanya. Meskipun ia tak tahu perasaannya bagaimana dengannya. Ia akan berusaha untuk mencintai Kak Bima dengan setulus hatinya.


Sedangkan dengan Kak Bima, ia tak pernah berubah. Kak Bima tetaplah dia yang seperti dulu. Ia yang tetap mencintai Ila dari semenjak zaman kuliah hingga sekarang.


CABANG RESTORAN MILIK ILA


Saat itu ada peresmian cabang baru untuk restoran milik Ila. Tak pernah absen untuk datang yaitu Ila sendiri yang menjadi owner dan Kak Bima yang selalu setiap mendampingi.


Hari demi hari mereka lalui bersama di acara tersebut. Banyak orang yang memperhatikan mereka. Mereka dinilai sebagai pasangan yang cocok dan sangat ideal.


Setelah acara selesai mereka kembali untuk pulang. Namun saat diperjalanan pulang, Kak Bima tak sengaja mengerem mendadak. Ternyata ada kucing yang melewati jalan disana. Ila langsung terjungkal ke depan.


"Aduuhh.." ucap Ila teriak


Kak Bima langsung mengecek keadaan Ila. Disana tampak dahinya kecedot ke depan, sehingga membuatnya sedikit memar.


"Maafkan aku, maaf." ucap Kak Bima (sambil meniup dahi Ila yang memar)


Ila pun merasa lebih baik dari sebelumnya, ia pun menyuruh Kak Bima untuk segera lekas pergi dari sana karena jalanan sudah sangat sepi dan waktu sudah semakin larut.


"Aku tidak apa-apa, ayo kita pergi lagi."

__ADS_1


Akhirnya mereka sudah sampai, namun mereka kini berada di restoran pusat. Ila sengaja pergi kesana karena ingin mengecek keadaan disana.


Tiba tiba ada seorang pelayan yang menghampirinya.


"Permisi bu." kata pelayan


"Iya ada apa? apa kamu ada yang ingin disampaikan." ucap Ila



Pelayan itu mengatakan bahwa ada salah satu perusahaan yang ingin bekerja sama dengan restoran kita.


"Tadi orang itu ingin menemui ibu, tetapi tadi ibu tidak ada disini, sehingga dia akan menemui ibu di lain waktu." pungkasnya


"Baiklah, terima kasih untuk informasinya ya."


Ila sangat rajin dan pekerja keras, ia tak berhenti untuk melakukan cross check di setiap sudut restoran. Kak Bima tetap disana dan setia menemani kekasihnya, meskipun Ila sudah menyuruhnya untuk pulang saja karena ia merasa tidak enak karena dari tadi pagi Kak Bima sudah menemaninya seharian.


"Kamu pulang saja, aku bisa handel semuanya." mendekat ke meja restoran yang Kak Bima tempati


"Ada apa denganmu." mendekat ke Ila


"Aku tidak apa-apa." (sambil memegang kepalanya)


"Kamu pusing?" tanya Kak Bima


"Sedikit." ucap Ila dengan nada lemah


Karena dirasa sudah cukup untuk Ila melakukan pekerjaannya, akhirnya Kak Bima menyuruhnya untuk istirahat dan pulang saja.


"Ayo aku antar kamu, kamu jangan keras kepala lagi. Sudah cukup kamu bekerja seharian." ucap Kak Bima dengan tegas


Ini dia yang tak bisa aku hindari, perhatian dia yang begitu lembut kepadaku. Bagaimana bisa aku menolak ketulusan hatinya. Meskipun hati ini tak tahu arahnya kemana. Aku berharap suatu saat aku bisa menerimanya.

__ADS_1


Selama perjalanan Ila terus memperhatikan wajah Kak Bima yang sedang menyetir mobil. Kak Bima seketika menyadarinya kalau Ila sedang memperhatikan dirinya dari samping.


Di saat Kak Bima menoleh ke arah Ila, ia langsung mengalihkan wajahnya dan menyeka air mata yang tak sengaja menetes.


"Kamu ada apa? apa ada yang sakit?" tanya Kak Bima


Ila menggelengkan kepalanya dan berkata tidak. Kak Bima seraya langsung mengelus kepala Ila dan berkata "adik kecilku jangan sakit-sakit, kamu sudah bekerja keras hari ini."


"Apaan sih kak, aku ini adikmu ya bukan pacarmu." ucap Ila sambil meledek


"Iya pacarku."pungkas Kak Bima


Telah tiba di rumah Ila, Kak Bima membukakan pintu mobil dan memegangi Ila. Takutnya nanti tiba-tiba dia pingsan.


"Tidak perlu kamu begini, kamu sudah cukup lelah menemani aku tadi. Tapi sekarang kamu malah membopong tubuhku ini." kata Ila


"Aku akan melakukan apapun untukmu Ila." kedua mata saling bertemu dan menatap satu sama lain


Kak Bima sudah mengantarkan Ila aman sampai rumahnya. Kak Bima pun bergegas untuk segera pulang ke rumahnya.


Saat tiba dirumahnya, betapa kagetnya saat ia kedatangan tamu dari luar negeri. Itu saudara Kak Bima yang datang dari Amerika. Ia sudah 5 tahun mengenyam pendidikan disana dan kini ia kembali untuk mencari pekerjaan.


Mereka berdua pun terlihat sangat bahagia sekali. Karena sudah lama tak bertemu satu sama lain, mereka pun meluapkan candaannya.


"Kamu semakin kurusan ya, padahal sekolahmu tentang masakan ya. Aneh sekali" kata Kak Bima


"Belum tentu sekolah memasak tapi badan harus gemukan." ucap saudara Bima itu


Badan Kak Bima sudah merasa capek, ia pergi ke kamarnya. Dia membersihkan badanya dan pergi ke tempat tidur. Namun tak lupa dia chat Ila.


"Sayang, kamu sudah tidur kah?"


Pesan itu belum dibaca oleh Ila. Hal itu menandakan kalau Ila sudah tertidur lelap. Kak Bima merasa senang karena dia bisa menemani Ila seharian dan membawanya aman dan selamat sampai di rumahnya.

__ADS_1


Aku sangat beruntung mempunyaimu di hidupku. Seandainya kau tahu apa yang tidak kamu ketahui dari diriku pasti akan membuatmu kecewa. Aku selalu nikmati hari-hariku bersamamu, selagi masih ada waktu dan cukup tenagaku untuk membahagiakanmu akan aku lakukan apapun itu untukmu Ila. Terima kasih sudah menerimaku dalam hidupmu, meskipun hal itu tak mudah untukku mendapatkannya.


"Aku sangat mencintaimu, Ila." (kata terakhir sebelum Kak Bima pergi tidur)


__ADS_2