Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 83 : ORANG MISTERIUS


__ADS_3

Setelah suasana kembali tenang, Angga menjadi semangat kembali karena kehadiran sang kekasih Ila.


"Oh ya, aku mau mengabari Jesi kalau ia bisa pulang lebih dulu dengan membawa mobilku." kata Ila kepada Angga.


Di saat hendak mengabari Jesi lewat chat, tak lama kemudian datanglah Alex diikuti dengan Jesi yang berada di sampingnya.


"Hai La." sapa Alex


"Jesi, kamu bersama Alex." ucap Ila dengan sedikit kebingungan.


"Oh iya, tadi aku tidak sengaja bertemu dia di cafe dekat sini." kata Jesi


Ila pun tak lupa memberikan bekal makan siang yang sudah ia siapkan juga untuk Alex


"Kebetulan sekali, aku belum makan." kata Alex


"Lalu tadi kamu ke cafe?" tanya Jesi


"Aku cuma pesan camilan dan minum saja, tapi kan tadi tidak ku lanjut karena aku mengobati tanganmu yang terluka lalu jam istirahatnya juga sudah selesai dan sekarang perutku lapar." kata Alex


"Maafkan aku ya, jadi merepotkan karena harus mengobati tanganku ini." kata Jesi


"Bukan masalah, aku ke ruanganku dulu ya. Aku mau makan siang sambil melihat progress pekerjaanku." kata Alex


"Iya, sekali lagi terima kasih ya." ucap Jesi dengan senyuman tipis.



Ila meminta maaf kepada Jesi karena ia harus menunggu lama dan ia tak bisa melanjutkan untuk belajar memasak.


"Kalau kamu mau pulang dulu tidak apa-apa bawa saja mobilku." kata Ila


"Aku minta maaf, Angga sangat membutuhkanku disini." bisik Ila di telinga Jesi.


"Baiklah, aku bisa mengerti. Jaga dirimu baik-baik ya." kata Jesi


Jesi pun meninggalkan kantor Angga sedangkan Ila masih tetap menunggu Angga sampai ia selesai bekerja.


Angga berada di meja kerjanya sedangkan Ila berada di sofa sambil memainkan handphonenya.


"Astaga, ia tertidur." ucap Angga yang selesai mengerjakan pekerjaan kantornya dan saatnya ia untuk pulang.


"Ngga, ayo pulang." teriak Alex yang tak mengetahui kalau Ila sedang ketiduran di sofa.


Angga menyuruh Alex untuk pulang terlebih dahulu karena Ia masih harus membangunkan Ila saat itu.



Angga tidak langsung membangunkan Ila begitu saja. Ia menatap wajah Ila yang begitu cantik nan rupawan itu.


"Aku sangat beruntung memilikimu." ucap Angga


Angga juga menyeka rambut Ila yang menghalangi wajahnya. Ia terus menatap dari dekat wajah kekasihnya itu, hingga hal tersebut membuat Ila membuka kedua matanya.


"Aku ketiduran ya, apa kamu sudah selesai? ucap Ila sambil mengucek matanya.

__ADS_1


Angga hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kamu sangat capek ya hari ini." kata Angga sambil mengelus kepala Ila.


"Ayo kita pulang sekarang?"


Ila berdiri lalu tiba-tiba tubuhnya tak seimbang sehingga membuat dirinya hampir terjatuh dan untung saja ada Angga yang siap untuk memeganginya.


Kedua mata saling menatap satu sama lain.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Angga


"Iya iya aku sudah baik-baik saja."


"Kamu sudah sadar sepenuhnya nih." ucap Angga sambil tersenyum meledek


"Ih.. iya aku sudah sadar sepenuhnya. kata Ila.


Sore itu, Angga pulang bersama Ila. Ila sengaja menemani Angga sampai sore seperti itu sebagai bentuk support dia kepada Angga.


Selama di perjalanan, Ila tak sengaja melihat di kaca spion seperti ada yang mengikuti mobil mereka dari belakang. Ila pun mengatakan hal tersebut kepada Angga.


"Kamu sedikit lebih cepat." kata Ila kepada Angga


"Baiklah, kamu pegangan ya." ucap Angga


Angga terus menancap gas mobilnya namun mobil yang berada di belakangnya itu semakin terus membuntutinya dan mencoba untuk menghadang mobil Angga.


Terdapat suara tembakan yang cukup keras dan membuat mobil Angga menjadi oleng.


Mobilnya terguling sangat jauh ke arah bawah, sedangkan Angga dan Ila terhempas tergeletak tak sadarkan diri.


...****************...


Langit mulai gelap, tak ada seorang pun yang mengetahui kejadian kecelakaan itu. Kebetulan sekali jalan itu sangat sepi dan jarang ada rumah penduduk juga disana.


Angga mulai terbangun lebih dulu. Badannya terasa sakit, kepalanya terluka begitu pula tangan dia.


Melihat kondisi Ila yang ada di sampingnya yang sedang terluka membuat dirinya merasa sakit dan menangis.


"Ila bangun, Ila bangun." kata Angga sambil mengecek detak jantung dan nadinya.


Ia menciumi keningnya tetapi Ila masih tak sadarkan diri. Angga pun menangis sejadi-jadinya sambil memegangi Ila di pangkuannya.


"Kamu buka matamu untukku Ila." ucap Angga sambil menangis


Angga tak mau kehilangan orang yang sangat ia cintai. Setelah itu, tak beberapa lama Ila membuka matanya.


"Angga..Angga." ucap Ila sambil tertatih


Angga sangat senang, karena Ila telah siuman.


"Iya aku disini." kata Angga


Ila pun bangun sambil dibantu Angga dan ia pun duduk.

__ADS_1


"Kita ada dimana ini?" tanya Ila


"Kita ada di bawah, di jurang. Kita sekarang terjebak disini." kata Angga


"Aku takut, ini sudah malam. Aw.." teriak Ila


"Tanganmu sakit."


"Iya."


Angga pun melihat keadaan tangan Ila yang terluka. Ia pun langsung menyobek bajunya untuk menutupi luka di tangan Ila saat itu.


"Aku tutupi dulu, supaya tidak infeksi." ucap Angga


"Kepalamu juga terluka, pasti sakit ya." kata Ila sambil memegangi kepala Angga.


"Tidak apa-apa ini cuma luka biasa." kata Angga.


Angga menyuruh Ila tunggu disana, ia akan segera kembali dengan membawa benda-benda seperti kayu bakar agar Angga bisa membuat api unggun sebagai sumber penerangan disana.


"Jangan lama-lama ya." kata Ila


Di lain sisi, Orang tua Angga dan Alex sangat cemas dengan keadaan Angga. Begitu juga ibu beserta adik Ila yang juga cemas dengan keadaan Ila.


Mereka mencoba menghubungi handphone masing-masing tetapi tidak ada jawaban.


Jesi mendapat telepon dari ibu Ila, kalau Ila belum pulang sampai larut malam. Jesi pun mencoba menghubungi Alex


Panggilan dari Jesi.


"Halo


"Halo, ada apa?"


"Angga sudah pulang belum?"


"Dia belum pulang." ungkap Alex


"Ila juga belum pulang."


"Apa terjadi sesuatu dengan mereka ya."


"Aku jemput kamu sekarang, kamu siap-siap, kita cari mereka sama-sama." ucap Alex


Jesi mencoba menenangkan ibu Ila agar tidak panik. Ia malam itu akan segera mencari keberadaan Ila dan Angga bersama Alex.


"Ini sudah malam, mereka kemana ya?" kata Jesi yang sudah berada di mobil Alex


"Apa Ila tadi menghubungimu?" tanya Alex


"Tidak. Dia bilang mau menemani Angga hingga pekerjaannya selesai." ucap Jesi


"Kalau begitu kita cek mereka di kantor." kata Alex


Mereka berdua menuju kantor kembali untuk mengecek keberadaan dari Angga dan Ila.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2