Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 31 : MIRA CEMBURU LAGI


__ADS_3

Setelah beberapa hari ibunya di rawat di rumah sakit, akhirnya ibu bisa pulang. Ila mengemasi barang bawaannya dan memanggil taksi untuk ia dan ibunya pulang ke rumah.


SAMPAI DI RUMAH..


Ila segera membawa ibunya ke dalam kamar dan menyuruhnya untuk beristirahat.


Hari sudah semakin petang, Ila menyiapkan makan malam untuk ibu dan adiknya. Ila sudah bekerja keras hari itu. Dia sudah melakukan apa yang biasanya ibu kerjakan di rumah. Ila dengan penuh semangat melakukan tugas rumah. Dia telah mengambil cuti untuk beberapa hari selama ibunya di rawat di rumah sakit. Untuk esok hari adalah hari dimana Ila memulai aktivitasnya seperti biasanya.


KEESOKAN HARINYA..


Ila hari itu sudah memulai aktivitas seperti biasanya, dia menjadi sekretaris dari Bos Angga. Awal memulai aktivitas Ila sudah mendapat tugas dari Angga dan di saat mereka sedang berdua, datanglan Mira dari arah pintu. Ila seketika menoleh begitu juga Angga.



Angga dengan tatapan sudah mulai tidak ada respect dengan Mira, karena dia ternyata sering menyakiti Ila saat dia masih kuliah dahulu. Datanglah Mira di hadapan mereka berdua, dia mulai menatap rendah Ila dengan senyum sinis.


"Sayang, sudah sarapan apa belum?" ucap Mira sambil membawakan sarapan pagi untuk Angga.


Ila saat itu merasa dirinya sudah tidak dibutuhkan lagi dan daripada mengganggu waktu Angga dan Mira berpacaran, Ila pun memutuskan untuk pergi dari sana. Di saat Ila hendak pergi dari sana, tangan Angga menghentikan Ila. Kejadian itu dilihat oleh Mira, Angga sedang menggenggam tangan Ila. Hari itu Angga secara terang-terangan memperlihatkannya kepada Mira. Ila kaget dengan sikap Angga, Ila mencoba melepaskan tangannya dari Angga. Dia tidak ingin mencari masalah ataupun menambah masalah lagi dalam hidupnya. Mira yang melihat itu semua, langsung mencoba memisahkan tangan mereka. Sontak apa yang Mira lakukan kepada Ila, dia menampar Ila dan menyebutnya pelakor. Angga yang melihat perlakuan Mira kepada Ila, meminta Mira untuk angkat kaki dari ruangannya.


Melihat itu semua, Ila mencoba mengejar Mira. Ila mencoba memohon menjelaskan kepada Mira, kalau apa yang Mira pikirkan bukan seperti itu. Dia menarik tangan Mira dan meminta maaf, kalau seharusnya hal itu tidak ia biarkan terjadi. Ila jatuh terpental ke lantai karena Mira menyibak tangannya dengan sangat keras. Kemudian Mira mengatakan


"Kamu dari dulu tidak pernah berubah, selalu mengambil apa yang menjadi milikku." ucap Mira

__ADS_1


"A..aku tidak bermaksud begitu Mir." sambil merintih kesakitan karena tangannya sempat terbentur tembok.


Mira langsung pergi dari sana dengan perasaan kesal, sedangkan Jesi melihat sahabatnya dari kejauhan sedang berada di lantai. Jesi menghampiri Ila dan menanyakan mengapa dia seperti itu. Ila pun menjelaskan semuanya kepada Jesi sambil duduk di sofa kantor. Jesi tertegun dengan kejadian yang menimpa Ila.


"Apakah kamu dengan Angga berpacaran?" tanya Jesi


"Mana mungkin sih Jes.., kamu tahu kan aku masih belum bisa sepenuhnya menerima Angga dan antara kita berdua juga perbedaannya banyak banget jadi mana mungkin kita bisa bersama."


Jesi saat itu sedang mengobati tangan Ila yang sedang memar karena benturan tembok yang tadi. Sekaligus Jesi mencoba untuk menghibur sahabatnya itu dengan memberi dia lelucon. Setelah selesai tangan Ila diobati, mereka kembali ke ruangannya masing-masing.


Di sisi lain, Angga khawatir dengan keadaan Ila. Dia takut terjadi apa-apa pada dia. Angga sempat keliling kantor tapi tidak menemukan batang hidung Ila. Suatu ketika ada suara pintu masuk, Angga melihat Ila masuk dan dia melihat Ila wajahnya sedang murung. Angga menghampirinya dan menanyakan keadaannya.



"Kamu tanya aku baik-baik saja, mana mungkin ha..Aku sudah bilang kepadamu, Mira orangnya sangat nekat. Dia akan melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang dia inginkan." ucap Ila


Ila saat itu mengeluarkan air mata, mengapa dia harus mengalami kejadian untuk yang kedua kalinya. Ila berusaha untuk menghindari ini, tetapi mengapa kejadian ini terasa terulang lagi. Mira selalu menyangka Ila merebut Angga darinya. Angga sejak dulu memang menjadi sahabat Ila dan mereka juga dekat, tetapi kini beda cerita dimana Angga kini menjadi atasan Ila dan hubungan mereka juga merenggang. Mira masih saja menganggap hubungan Ila dan Angga ada hubungan yang lebih dari berteman. Angga tidak tega kepada Ila, Angga meminta maaf kepada Ila karena membuatnya seperti ini. Angga hanya merasa kesal kepada Mira, sehingga Angga ingin menunjukkannya kepada Mira bahwa orang yang dia cintai bukanlah dia melainkan Ila. Angga membawa Ila ke dalam pelukannya. Ila menangis di pelukan Angga dan Angga sedang menepuk-nepuknya agar Ila tetap tenang. Ila menangis sepuasnya saat itu, sampai tak sadari kalau dia sedang bersandar di Angga.



"Maafkan aku." ucap Ila kepada Angga


"Tidak apa-apa, bahuku akan selalu ada buat kamu."

__ADS_1


"Tanganmu kenapa?" tanya Angga


"Ini hanya terbentur tadi, Jesi sudah mengobatinya."


Angga mengelus pipi Ila dan Ila pun menatap wajah Angga dari dekat. Angga menjelaskan kalau semua masalah yang saat ini yang Ila hadapi adalah masalah Angga juga jadi Ila tak perlu khawatir karena Angga selalu ada di sisinya.


"Kita hadapi sama-sama ya." ucap Angga


Hati Ila merasa tenang atas ucapan yang Angga berikan kepadanya. Kemudian Angga meraih tangan Ila dan menciumnya. Ila bisa merasakan perasaan yang amat dalam yang Angga berikan kepadanya.


"Aku minta maaf kepadamu, aku tidak bisa membalas perasaanmu."


"Tak apa, yang penting aku diizinkan untuk ada disisimu aku senang." ucap Angga


Ila sangat beruntung mempunyai sosok pria yang seperti Angga. Dia selalu menenangkan hati Ila disaat dia ada masalah. Hal tersebut sudah mulai Ila sadari saat itu.


...----------------...


Di lain sisi, Mira sangat kesal kepada Ila. Dia akan memisahkan Angga dengan Ila bagaimanapun caranya. Dia tak segan-segan menghabisi nyawa seseorang yang berani merebut orang yang sangat ia cintai. Mira pun sudah mempunyai rencana agar Ila dipecat dari perusahaan Primadi. Mira saat itu sudah tersulut marah dan kesal kepada Ila, sehingga dia tidak berpikir panjang untuk melakukan sesuatu. Mira memang memiliki sifat yang mudah sekali untuk marah dan mudah juga melakukan hal yang nekat, padahal ayahnya tidak pernah mengajarkan hal buruk kepadanya.


Ayah Mira terkenal dengan sikap rendah hati dan dermawannya. Namun sangat berbanding terbalik sekali dengan Mira. Sikap Mira mulai berubah semenjak dia ditinggal oleh ibunya sehingga kurangnya kasih sayang dari ayahnya karena terlalu sibuk bekerja sehingga membuat Mira menjadi seperti itu. Mira dikenal selalu iri atas pencapaian yang Ila dapatkan dan selalu menginginkan apa yang Ila punya.


Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2