
Angga dan Ila kini sangat disibukkan dengan persiapannya menuju hari pernikahannya. Setelah lelah mondar mandir kesana kemari, Ila pun menyempatkan untuk pergi ke restorannya. Disana Ila bertemu dengan Pak Devan.
"Hai Bu Ila." sapa Pak Devan
"Bapak, iya pak silahkan menikmati hindangannya." ucap Ila dengan sopan lalu pergi tetapi tangan Ila dihentikan oleh Pak Devan.
"Lepaskan Pak."
"Tunggu dong bu, ibu mau kemana buru-buru." kata Pak Devan.
Ila pun merasa ketakutan karena genggaman Pak Devan tak bisa ia lepaskan saat itu, raut wajah Pak Devan saat itu membuat Ila semakin takut.
Lalu merasa dirinya terancam karena Pak Devan tak mau melepaskan tangannya, Ila pun teriak minta tolong tetapi keadaan semakin memburuk.
"Diam Ila." teriak Pak Devan sambil menodongkan sajam di belakang badannya.
Ila pun dibawa ke dalam mobil oleh Pak Devan saat itu, ia pun menutup mulut Ila dengan lakban hingga Ila tak berdaya saat itu.
"Kamu mau coba-coba bermain-main denganku Ila. Kamu harus membayar semuanya." kata Pak Devan.
"Ya Allah bantu aku, dia siapa aku tidak kenal. Mengapa dia lakukan ini kepadaku." ucap Ila dalam hatinya.
Tak lama kemudian, handphone Ila berbunyi. Itu adalah panggilan dari Angga. Pak Devan menjawab telepon dari Angga itu.
"Jangan hubungi Ila lagi." ucap Pak Devan
Langsung Pak Devan menutup telepon itu, Angga disana merasa bingung mengapa yang menjawab telepon itu bersuara laki-laki. Ia pun memutuskan untuk meneleponnya lagi tetapi ditolak. Lalu tak lama dari itu muncul chat dari Ila.
"Jika kamu ingin kekasihmu ini selamat, bawa uang 100 M ke gudang dekat hutan dan jangan coba-coba lapor polisi."
Angga seketika panik dan berusaha mencari uang yang besar nominalnya itu.
Di sisi lain Ila pun turun dari mobil milik Pak Devan itu dan ia menyeret Ila agar mau mengikutinya.
Pak Devan mengikat Ila di sebuah kursi dengan mulut yang di lakban. Selepas itu Pak Devan membuka lakbannya.
"Aww." teriak Ila kesakitan
"Bagaimana rasanya?" kata Pak Devan
"Sebenarnya siapa kamu mengapa kamu lakukan ini padamu." ucap Ila sambil menangis.
"Kamu pasti tahu siapa aku." kata Pak Devan
__ADS_1
Ia pun menceritakan semua yang telah ia lakukan kepada Ila selama ini. Mulai dari teror sampai ia tega melakukan ini kepada Ila.
"Ternyata kamu, mengapa kamu lakukan ini kepadaku." teriak Ila
"Diam diam, jangan sekali kali kamu teriak seperti itu." kata Pak Devan sambil memegang dagu Ila dan menghempasnya.
"Kamu sebenarnya siapa, mengapa kamu lakukan ini." ucap Ila sambil terus menangis kesakitan.
Tiba-tiba telepon Ila berdering, lalu Pak Devan menjawabnya.
"Bagaimana? sudah siap uangnya."
"Iya, aku segera kesana."
"Ingat, jangan coba-coba panggil polisi atau aku akan menghabisi dia."
"Angga tolong tolong aku." teriak Ila
Suara itu pun terdengar dari ponsel milik Angga
"Ila Ila kamu dengar aku, bertahanlah. Aku akan segera kesana."
Pak Devan pun mematikan ponselnya dan membungkam mulut Ila dengan lakban kembali.
"Kamu akan tahu rasanya ditinggal oleh orang yang kamu cintai. Jika dia tak bisa memilikimu Angga juga tak boleh memilikimu Ila" ucap Pak Devan.
"Tempatnya sepi seperti ini, dimana mereka." ucap Angga
Angga berada di semak-semak seperti hutan, suasana sepi dan gelap. Ia pun berusaha mencari sesuai arahan di gmaps dan saat ia melangkahkan kakinya disana Angga terperosok ke dalam lubang.
"Ahhhhh.." teriak Angga yang terjatuh.
Ini adalah bagian dari rencana Pak Devan untuk menjebak Angga. Ia sengaja melakukan ini agar Angga mati disana tanpa seorang pun yang membantunya.
"Dimana kamu Angga mengapa kamu belum datang juga." kata Ila dalam hatinya.
"Kenapa kamu cemas seperti itu, calon suamimu itu tak akan pernah kesini, dia sebentar lagi akan mati." kata Pak Devan sambil tertawa kegirangan.
"Apa yang kamu katakan, dia akan kesini menjemputku."
"Mana mungkin, aku sudah membuatnya mati di lubang yang amat dalam di hutan. Malam ini dia akan dimakan oleh binatang buas. Mengerikan sekali." kata Pak Devan.
"Kamu jahat kamu jahat sekali." kata Ila sambil menangis.
"Itu tidak seberapa dengan perbuatanmu kepada adikku."
__ADS_1
"Adikmu." ucap Ila
"Ya adikku, kamu pasti mengetahui dia. Adikku yang malang." ucap Pak Devan dengan nada bersedih.
"Siapa adikmu."
"Adikku yang malang, ketika ia mencintai seseorang tetapi orang itu malah menolaknya mentah-mentah." kata Pak Devan sambil teriak hingga Ila ketakutan.
"Apa maksutmu."
"Orang yang jahat itu kau." ucap Pak Devan
"Aku?." ucap Ila dengan bertanya-tanya
"Kamu masih tidak mengerti atau pura-pura tidak tahu." kata Pak Devan sambil menunjuk kepala Ila.
"Aku benar-benar tidak tahu." kata Ila sambil menangis
"Bima bima, apakah kamu tidak asing dengan nama itu."
"Adikmu bernama Bima?" tanya Ila
"Iya adikku bernama Bima yang kau tolak cintanya selama ini. Ia benar-benar cinta mati padamu, tetapi kau malah meninggalkannya demi lelaki bernama Angga itu." kata Pak Devan.
Pak Devan menceritakan semua kebenciaannya pada Ila dan Angga hingga ia tega melakukan perbuatan yang sadis seperti ini. Semua ini ia lakukan karena ingin membalaskan dendamnya kepada mereka berdua yang tega menyakiti adiknya selama ini.
"Apa kamu tahu selama ini, dia menderita." kata Pak Devan sambil nada bersedih.
Ila hanya menangis dan sangat shock dengan pernyataan dari Pak Devan kepadanya.
"Kamu tidak tahu kan. Kamu sedang asik berpacaran dengan kekasihmu itu, sedangkan di tempat lain adikku menderita." teriak Pak Devan
"Aku mohon maafkan aku dan aku mohon jangan sakiti Angga." ucap Ila
"Terlambat semua terlambat, kalian minta maaf kepadaku juga tidak ada gunanya. Itu semua tak akan mengubah situasi ini." kata Pak Devan.
Ila yang terus menangis meratapi nasibnya sambil ia memikirkan nasib Angga yang ada di hutan sana.
"Angga bertahanlah, aku yakin kamu bisa. Jangan tinggalkan aku. Aku berdoa agar kamu baik-baik saja." ucap Ila dalam hatinya.
"Ila Ila tidak ada gunanya air matamu terus mengalir di pipimu itu. Kamu pikir aku akan kasihan denganmu. Tidurlah dengan tenang sampai besok pagi kau akan mendengar bahwa kekasihmu telah tiada." kata Pak Devan
Ila merasa dirinya bersalah atas semua kejadian ini. Ia tak berhentinya berdoa dan menangis memikirkan Angga yang terjebak di hutan.
"Jika terjadi apa-apa denganmu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri." kata Ila dalam hatinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.