Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 17 : KAKIKU TERKILIR


__ADS_3

Angga menyeret Ila ke kantin untuk dia makan disana. Ila pun sempat tidak mau


"Lepas lepaskan tanganku."ucap Ila (Ila sudah mulai emosi dengan sikap Angga kepadanya)


Angga terus saja memegangi tangan Ila dengan erat agar dia mau makan bersamanya.


Ila melihat Angga yang terus memerintahnya ini itu masih sabar dengan mau menurutinya, tetapi untuk yang satu ini dia tidak mau lagi sudah cukup baginya.


Genggaman Angga yang sangat kuat, hingga Ila tidak mudah melepaskannya. Sampai beberapa waktu akhirnya Ila punya ide dan dia pun bisa lepas dari Angga dengan menggigit tangannya itu.


Ila pun bergegas pergi dari sana dengan langkah yang cepat, Angga juga mencoba mengejar Ila.


"Ila tunggu". ucap Angga dengan teriak


"Ila ini benar-benar ya, tidak mau mendengarkan aku."


Akhirnya Angga bisa membuntuti langkah Ila itu, dia langsung meraih tangan Ila dan menarik dengan kencang ke arah hadapannya itu hingga dia ingin terjatuh karena Angga terlalu keras meraihnya. Untung saja ada badan Angga yang siap untuk menolongnya, seketika Ila pun mendorong badan Angga dengan tangannya karena dia terlalu sangat dekat dengannya itu. Setelah itu kaki Ila kesakitan, Angga pun menanyakan mengapa Ila terlihat kesakitan begitu.


"Ada apa denganmu." tanya Angga


"Tidak usah peduli kan aku, aku tidak mau makan denganmu. Apakah kamu suruh suruh tadi tidak cukup menebus kesalahanku padamu. Sudah cukup kali ini, aku tidak mau lagi." ucap Ila dengan emosi (sambil memegangi dengan seeikit memijat kakinya yang sepertinya terkilir akibat Angga yang menariknya tadi).


Angga tetap saja di hadapan Ila hingga Ila pun yang memutuskan pergi dari sana, tetapi saat Ila hendak pergi kakinya mulai kesakitan hingga Ila meringik kesakitan.


"Sini aku bantu berjalan."


"Tidak, aku bisa sendiri." ucap Ila


Tanpa pikir panjang, Angga membantu Ila untuk berjalan. Ila mengatakan kalau dia tidak mau dibantu Angga, tetapi Angga malah mengancam Ila kalau mau memecat Ila kalau dia tidak menuruti perkataannya itu. Ila pun bisa apa, dia hanya diam dan menuruti Angga karena dia tidak ingin berhenti dari pekerjaannya.


Angga menuntun Ila ke tempat tadi di kantin dimana Angga meminta Ila untuk duduk disana. Dia mulai memegang kaki Ila untuk melihat kondisinya.


"Kamu mau apa? Kamu berdiri saja, aku kan tidak enak." ucap Ila


"Kamu diam saja, turuti semua perkataanku."

__ADS_1


Angga mulai memijat kaki Ila itu, hingga kakinya sudah mulai mendingan daripada sebelumnya. Dengan muka agak kesal Ila mengucapkan terima kasih dan pamit untuk pergi dari sana. Namun saat Ila mulai berdiri


"Yakin nih..tidak mau makan." ucap Angga


"Berarti ada yang mau berhenti dari pekerjaannya dong." lanjut Angga


Ila yang hendak pergi kesal melihat Angga yang sedikit sedikit langsung mengancam kalau dia mau dipecat. Ila pun harus apa, dia hanya bisa diam dan menurutinya.


Angga pun memesan makanan untuk Ila, saat Angga menanyakan Ila mau makan apa Ila hanya menjawabnya dengan terserah saja karena dalam hatinya sudah mulai kesal dan emosi.


"Aku ingin menjauh darimu, tapi kenapa kamu selalu di hadapanku." kata Ila dalam hatinya


"Maafkan aku Ila,hanya ini yang bisa aku lakukan supaya aku bisa selalu dekat denganmu." gumam Angga juga dalam hatinya


Makanan sudah datang, namun yang datang hanya 1 porsi saja Ila merasa heran kepada Angga mengapa dia hanya memesan 1 saja. Angga menyuruh Ila untuk makan saja, Ila sempat melamun sebentar namun Angga membangunkan lamunan Ila itu.


"Ayo makanlah." perintah Angga


"Atau mau aku suapi." lanjut Angga


Ila pun mulai memakannya dengan lahap, karena Ila memang belum sarapan pagi.


Selesai makan, Ila pamit kepada Bos besarnya itu untuk kembali ke ruangannya karena menurutnya tugasnya disana sudah selesai


"Aku pergi ke ruanganku, terima kasih atas makanannya." ucap Ila


Saat sudah berdiri dari tempat duduknya


"Oh iya, hutangku padamu sudah lunas. Aku mohon sama kamu jangan coba mengancamku lagi dan menjauhlah dariku." ucap Ila dengan tegas


Ila pergi dari sana, Angga pun senyum-senyum melihat sikap Ila seperti itu. Angga tahu bahwa Ila tidak seperti itu, dia hanya menutupi perasaannya itu yang sebenarnya dia masih mau menerima dirinya.


Ila berjalan menuju ruangannya, tak lama terlihat dari kejauhan Jesi menyapanya


"Mengapa jalanmu seperti itu?" tanya Jesi

__ADS_1


"Nanti saja aku jelaskan padamu, ayo bantu aku ke ruanganku. Tugasku sudah menunggu nih." ucap Ila


Jesi mengantarkan Ila menuju ruangannya dan disana Ila melanjutkan tugasnya yang amat lumayan banyak saat itu.


Waktu sudah mulai sore, sebagian karyawan sudah pada pulang. Ila pun sudah beberes mejanya dan Jesi tak pernah absen menghampiri Ila untuk pulang bersamanya. Mereka berdua pulang berboncengan dengan naik sepeda motor Jesi.


Saat perjalanan pulang, hujan turun dan sangat kebetulan Jesi lupa tidak membawa jas hujan. Akhirnya mereka berdua berteduh dulu di pinggiran sampai hujan reda. Mereka pun saling mengobrol, Ila menceritakan kejadian dirinya dan Angga tadi pagi kepada Jesi.


Hujan turun begitu derasnya, hingga mereka berdua harus menunggu beberapa jam disana. Karena di rasa sudah cukup reda, mereka melanjutkan perjalanannya. Ila tiba di rumahnya hampir petang dan Ibu Ila menyuruh Jesi untuk duduk dulu, Ibu Ila akan membuatkan teh hangat untuknya.


Ibu Ila melihat Ila jalan tidak seperti biasanya, dia berpikir apakah ada yang sakit dengan kaki ila. Ibu akan menanyakan nanti kepada anaknya itu.


"Ayo Jesi di minum, biar hangat." ucap Ibu Ila


"Ayo nak, kamu juga biar hangat." (Ditujukan kepada ila anaknya itu)


Mereka bertiga saling bercengkrama dan karena sudah terlalu lama, Jesi izin untuk pulang dan berterima kasih kepada Ila dan ibunya.


Sesudah itu, ibu menyuruh Ila untuk membersihkan tubuhnya dan segera untuk makan malam bersama.


Saat berada di meja makan yang hanya ada ibu, Ila dan adiknya semua makan dengan lahapnya.


"Anak anak ibu makan dengan banyak, jangan sampai sakit terutama kamu Ila. Kamu pasti capek kerja seharian dan tadi sempat kehujanan kan." ucap ibu


"Kakimu kenapa Ila?" tanya Ibu


"Tidak apa-apa bu, tadi hanya tersandung benda keras lalu mengenai kakiku tapi tidak apa kok bu." jawab Ila (dia harus berbohong karena dia tidak ingin ibunya itu cemas dan khawatir)


Setelah selesai makan malam, Ila membantu ibunya di dapur tetapi ibu melarangnya dan menyuruh dia untuk istirahat saja di kamarnya. Ibu bilang kalau disitu sudah ada adik Ila yang membantunya.


Seperti biasa, sebelum tidur Ila bermain ponselnya. Terkadang dia sampai tertidur saat bermain ponselnya itu. Ila mencoba chat Jesi apakah dia sudah sampai rumahnya apa belum.



Ila bersyukur sahabatnya sampai rumahnya dengan selamat karena dilihat sekarang cuaca sekarang lagi musim hujan.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2