
Setelah kondisi mereka masing-masing telah kembali pulih, mereka melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Kali ini Angga dan Jesi berencana untuk fitting baju pernikahan mereka yang akan direncanakan untuk beberapa minggu lagi.
Beberapa kebutuhan telah mereka persiapkan untuk menyambut hari yang bahagia itu.
"Apakah kamu sudah menghubungi Jesi kalau kita mau ke butik nya?" tanya Angga
"Aku sudah chat dia tapi sampai saat ini belum ada balasan." kata Ila
"Apa kita langsung saja ke butiknya saja."
"Boleh, kita langsung kesan saja."
Mereka akhirnya langsung menuju ke butik Ila
...****************...
Setelah tiba di butik milik Jesi, Ila turun dari mobilnya dan tanpa sengaja melihat Jesi yang juga ada di parkiran mobil pada saat itu.
"Jesi." teriak Ila
Jesi menoleh ke arah sumber suara itu. Lalu ia panik karena ternyata itu adalah Ila.
"Bagaimana ini, Ila menuju kesini." kata Jesi dalam hatinya
Jesi masih belum menceritakan mengenai kedekatannya saat itu dengan Alex kepada Ila. Dia berpikir akan merasa kebingungan merespon dan juga salah tingkah jika Angga dan Ila melihat dirinya dengan Alex dalam satu mobil berdua.
Jesi pun menyuruh Alex untuk segera keluar dari mobil itu begitupun dirinya. Namun tak butuh cukup waktu, Ila dan Angga pun mengetahui jika mereka sedang pergi berdua.
"Alex ada disini." ucap Ila
"Kalian habis dari mana?" tanya Angga
"Ini, kita dari cari makan." kata Jesi dengan sedikit gugup.
Ila sangat mengerti gerak gerik dari sahabatnya itu. Tidak seperti biasanya hal seperti ini dilakukan oleh Jesi, jadi dari tatapan matanya Ila bisa mengetahui semuanya.
Untuk mengalihkan pembicaraan mengenai dirinya dan Alex. Jesi menanyakan perihal kedatangan Ila dan Angga ke butiknya.
"Aku sudah chat kamu, tapi kamu tidak membalasnya." kata Ila
"Jangan jangan kalian sibuk kencan ya." ledek Angga sambil tersenyum
"Apa? kencan." kata Jesi
"Tidak tidak, kita cuma cari makan." ucap Alex
"Kencan juga tidak apa-apa, daripada kamu jomblo terus." ucap Angga.
"Oke sudah ya, kalau begitu kita masuk saja." kata Jesi.
Di dalam butik mereka sedang sibuk fitting baju pengantin.
Beberapa jam kemudian.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga hari ini." kata Ila dengan menghela nafas.
"Bagaimana kalau kita malam ini pergi dinner, sekalian merayakan kesehatanku dengan Ila yang habis dari rumah sakit.
"Iya boleh." kata Alex yang sangat bersemangat
Jesi tengah memikirkan ajakan dari Angga, otaknya berputar mengenai jawaban yang harus ia tentukan.
"Jesi, ada apa denganmu? apa kamu mau?" tanya Ila
Ila memperhatikan Jesi yang tampak kebingungan. Ila mendekat ke arahnya dan berbisik kepadanya.
"Kamu ikut saja ya, aku sudah tahu kok kamu tak perlu khawatir." bisik Ila
Mata Jesi seketika terbuka lebar. Ia merasa tak enak kepada Ila karena dirinya belum sempat menceritakan kedekatannya dengan Alex, meskipun masih belum memiliki status hubungan yang jelas juga.
"Bagaimana Jes?" tanya Ila sekali lagi kepada Jesi
"Iya aku mau."
"Oke lah kalau begitu sampai bertemu nanti ya. kata Angga.
Ila dan Angga berpamitan untuk pergi dari sana lalu menyusul Alex yang juga meninggalkan butik Jesi.
...****************...
Waktu sudah malam hari. Angga dan Alex berangkat dengan satu mobil yang sama lalu mereka akan menjemput Ila dan Jesi.
"Sudah sampai." kata Angga
Mereka semua turun dari mobil.
Di sebuah tempat yang indah, tempat ini sangat cocok untuk dinner romantis dengan alunan musik yang indah.
"Bagaimana dengan tempatnya? Kalian suka?" tanya Angga
"Ini sih keren banget. viewnya bagus banget." ucap Alex
Angga memang paling profesional kalau masalah memilih tempat yang recomended.
"Kalau begitu kita duduk di sana, karena aku sudah memesankan makanan dan minuman juga disana untuk kalian."
Mereka duduk dengan menikmati hidangan itu, sambil mendengarkan alunan musik yang mengiringinya.
"Mau dansa." ucap Angga sambil menjulurkan tangannya kepada Ila.
Mereka berdua pergi untuk berdansa sedangkan Alex dan Jesi tampak canggung berada di satu meja bersama, padahal sudah beberapa kali bertemu tapi tetap saja tingkah laku mereka seperti itu.
"Mau berdansa juga?" ajak Alex
"Boleh." ucap Jesi
Alex dan Jesi pun ikut berdansa. Kedua pasangan itu tampak sangat romantis di malam yang bertabur bintang itu.
__ADS_1
Angga dan Ila memperhatikan Alex dan Jesi yang sedang berdansa.
"Tampaknya sebentar lagi ada yang jadian." kata Angga
"Sepertinya begitu." ungkap Ila
Saat dansa bersama, Alex memuji kecantikan Jesi di malam itu. Hal ini membuat pipi Jesi memerah dan salah tingkah karena sangat malu.
"Kenapa jantungku deg deg an seperti ini." kata Jesi dalam hatinya.
"Apa denganmu Jes? apa ada masalah?" tanya Alex karena melihat Jesi yang tampak kebingungan.
Tak ingin jantungnya yang berdegup kencang terdengar oleh Alex, Jesi pun beralasan untuk ke toilet.
Saat berada di toilet, ia tampak gugup sekali.
"Ada apa denganku, kenapa deg-degan seperti ini."
Jesi mencoba menenangkan dirinya agar tidak kelihatan kalau dirinya sedang salah tingkah di depan Alex. Lalu ada yang membuka pintu toilet dan itu membuat Jesi kaget. Itu adalah Ila
"Ada apa denganmu? aku seperti hantu ya."
"Aku hanya kaget saja." kata Jesi
"Kamu kenapa kesini? Alex sudah menyatakan cintanya padamu kan?"
"Kamu tahu dari mana."
"Ini kamu seperti orang gelisah." ungkap Ila
"Mana ada."
"Tak perlu berbohong lagi, aku tahu kamu ada hubungan spesial dengan Alex."
"Kamu tahu ya, apa itu jelas kentara sekali?"
"Aku tahu kamu Jes, aku bisa lihat itu dari mata kamu." kata Ila
Karena sudah terlalu lama mereka mengobrol di toilet akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kembali ke meja makan dan akan melanjutkan obrolannya lain kali saja.
"Maaf ya, pasti kalian lama menunggu." kata Ila
"Kamu lanjut makannya sayang." ucap Angga
Mereka pun melanjutkan makan hidangan yang telah tersedia disana sambil saling mengobrol satu sama lain.
Dirasa sudah cukup waktunya, mereka memutuskan untuk pulang dan Ila telah sampai di rumahnya.
Saat pulang ke rumah Ila pun langsung menuju kamarnya dan segera untuk tidur. Namun sebelum tidur ia mengecek handphonenya
Betapa kaget dirinya ketika mendapat chat dari nomor yang tidak dikenal. Pesannya berisikan ancaman kepada Ila.
Selamat malam pujaan hatiku Ila, masih ingat kah kamu dengan aku. Kakakmu yang sekarang jadi mantan pacarmu. Apa kabar sayangku? apa kamu merasa lebih bahagia sekarang? apa kekasihmu sekarang lebih hebat? hidupmu lebih sempurna? kamu pikir aku akan membiarkanmu lolos dariku? TIDAK AKAN PERNAH
AKU AKAN MEMBUATMU MENDERITA. INGAT ITU.
__ADS_1