
Mereka berdua mencari restoran dekat sana. Lalu tiba di sebuah restoran mereka duduk lalu Jesi izin kepada Ila untuk mengangkat dulu ponselnya yang mulai tadi sudah berdering.
Ila menunggu Jesi sambil duduk di kursi restoran, dia sudah memesan menu sesuai permintaan Jesi tadi jadi mereka berdua menunggu pesanannya datang. Beberapa menit kemudian, pesanan datang tetapi ini yang mengantar adalah seorang lelaki yang berjas. Mereka merasa aneh dengan penampilan pelayan itu dan tiba saat pelayan itu membuka topinya. Lalu apa yang terjadinya, seorang pelayan itu adalah Angga
"Mengapa muka kalian kaget seperti itu?, kalian tidak suka aku disini ya." ucap Angga
"Bu..bukan pak." jawab Jesi dengan suara terbata-bata
Bagaimana reaksi Jesi langsung mengatakan kalau itu tidak seperti yang Angga pikirkan, Jesi berpura-pura menutupi kalau mereka berdua menyukai dengan kehadiran bosnya itu. Ila yang saat itu sedang makan sampai tersedak hingga membuatnya geleng-geleng kepala. Masih tidak menyangka makhluk seperti bosnya ini selalui menghantui dirinya di setiap saat. Dimana-mana selalu ada, Ila sampai bosan melihat tingkah dan wajah bosnya itu.
"Mau apa pak, kemari? apa ada tugas yang belum aku selesaikan?" tanya Ila
Ila berusaha untuk bertanya dengan baik kepada bosnya itu dan semakin lama karena suasana menurutnya tidak nyaman, Ila izin untuk ke toilet terlebih dahulu. Sesampainya di toilet Ila mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan kepada Jesi bahwa dia ingin pergi dulu, karena dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Angga disana. Ila ingin menenangkan pikirannya.
Di saat keluar dari toilet Angga ternyata ada di depan seperti sedang menunggu seseorang. Ila berusaha bersikap tenang sambil menutupi wajahnya agar dia tidak ketahuan. Namun lagi-lagi usaha Ila gagal, Angga mengenali Ila dan memegang bahunya dari belakang. Dan meraih badan Ila
"Sampai kapan mau bersikap seperti ini kepadaku?, aku ingin beberapa kali menjelaskan kepadamu bahwa keluargaku juga korban dari kecelakaan itu tapi aku sangat sulit mendapatkan bukti itu."
"Apakah kamu ingin membela dirimu atas semuanya. Aku mohon lepaskan aku." ucap Ila
__ADS_1
Angga tidak melepaskan pelukannya terhadap Ila, dia meminta Ila untuk selalu ada di sisinya setiap saat karena dia benar-benar sangat membutuhkan sosok Ila dihidupnya. Setelah Angga banyak bicara, Ila mencoba mengatakan berbagai hal apa yang dia rasakan kepadanya. Namun dia tidak bisa bersahabat dengan hatinya sendiri, karena setiap mengingat kepergian ayahnya dia selalu terbayang-bayang oleh wajah Angga.
"A..a..aku juga ada perasaan terhadapmu." pernyataan itu membuat Angga melepas pelukannya dan berpindahkan ke tangan Ila. Angga memegang tangan Ila dengan erat
"Apa aku tidak salah mendengar, kamu juga ada perasaan denganku." Angga tersenyum lebar
"Tapi maaf aku sangat menghargaimu dari dulu hingga sekarang, aku tidak bisa jika harus menjadi pendampingmu. Kamu tau aku masih membeci dengan takdir yang terjadi antara kita. Kamu adalah keluarga pembunuh ayahku dan kamu juga sosok orang yang dicintai oleh temanku juga. Katakan kepadaku apa yang harus aku perbuat untuk hal itu semua." kata Ila
"Aku masih tidak habis pikir denganmu Ila, aku sudah berkali-kali mengatakan kalau keluargaku juga korban dan untuk teman, teman siapa yang mencintaiku?" tanya Angga
Ila masih bingung, mengapa Angga selalu mengatakan kalau keluarganya merupakan korban juga dari kecelakaan itu. Pikiran Ila sejak itu mulai terbelah. Dia mulai berpikir apakah selama ini dia salah menilai Angga, tapi kalau dia kembalikan lagi ke beberapa tahun lalu, polisi sudah menyatakan kalau mereka bersalah. Ila akan menyelidiki ini semuanya.
"Il..Il.., teman yang kamu maksud siapa?" tanya Angga dengan sedikit penasaran
Angga pun mengajak Ila ke mobilnya, agar mereka berdua bisa mengobrol lebih intens.
"Mengapa kita ke mobilmu?" tanya Ila
"Masuklah." perintah Angga
Angga menjelaskan semuanya kepada Ila kalau dia dengan Mira memang ada hubungan namun Angga tidak mencintainya. Dia mengatakan kepada Ila kalau hubungan dia dan Mira bisa terjalin karena ada faktor balas budi. Angga menjelaskan dengan sangat jelas kepada Ila saat itu.
"Kamu seharusnya juga membalas perasaan Mira kepadamu, asal kamu tahu Ngga. Mira sudah menyukai sejak kamu dibangku kuliah."
__ADS_1
Ila juga membeberkan semua kejahatan Mira yang dulu ia lakukan kepada Ila agar lelaki yang ia sukai jadi miliknya. Namun dia tidak menyalahkan perbuatannya, memang itu sangat wajar untuk ia lakukan demi lelaki yang ia cintai.
Sontak hal itu membuat Angga kaget, ternyata selama ini Ila banyak menyimpan cerita. Ada hal yang tidak pernah ia ceritakan kepadanya di bangku kuliah. Ila menyembunyikannya dari Angga saat itu. Seketika rasa hormat Angga kepada Mira selaku anak yang membantu dirinya selama ini menjadi pudar.
"Aku tahu kalau Mira memang dari dulu tidak menyukaimu dan dari sikapnya dulu ke aku, aku sudah mengetahuinya tapi saat itu aku tidak peduli kepadanya."
Ila mencoba menceritakan kejadian saat itu yang tidak Angga ketahui, terjadi kepadanya saat di perkuliahan. Hal itu semakin membuat Angga semakin bersalah karena dia merasa menjadi sahabat yang tidak mengerti keluh kesah sahabatnya sendiri. Hingga Ila mengatakan hal ini kepada Angga.
"Aku mohon kepadamu, kamu tetaplah bersama Mira. Karena aku tidak ingin hal buruk terjadi kepadaku. Aku juga belum benar-benar seratus persen memaafkanmu sampai kamu benar-benar membawa bukti kalau keluargamu juga hanya korban dari kecelakaan itu.
Angga mengatakan kepada Ila, kalau dia tidak benar-benar janji akan tetap bersama Mira karena hatinya saat ini hanya untuk dirinya. Angga juga mencoba untuk mencari bukti yang menyatakan kalau keluarganya bukan penyebab kecelakaan tetapi hanyalah korban.
"Berarti apakah sekarang kita berteman lagi?" tanya Angga kepada Ila
"Kita adalah atasan dan bawahan untuk saat ini." jawab Ila dengan meledek sambil sedikit tersenyum
Mendengar hal itu, Angga sangat senang karena hubungannya dengan Ila sudah mulai membaik. Angga akan selalu berusaha untuk membuat Ila bahagia.
Tak lama kemudian, karena terlalu asik melihat Ila yang tersenyum meskipun malu-malu. Saat itu Ila menyuruh Angga untuk segera kembali ke kantor, seketika Angga terbangun dari lamunannya itu. Mereka berdua pun kembali menjalin hubungan pertemanan, namun saat itu masih ada jarak pembatas antara mereka berdua. Ila memang belum benar-benar memaafkan Angga tetapi dia mencoba untuk mengambil jalan tengah sebelum bukti kecelakaan itu dia lihat di depan matanya. Ila mencoba bersahabat dengan egonya sendiri, dia sangat takut kalau nanti apa yang selama ini ia pikirkan terhadap keluarga Angga itu salah.
Bagaimana kelanjutannya, tetap stay tune ya :)
BERSAMBUNG..
__ADS_1