
Hari ini adalah malam minggu, Angga dan Ila ingin keluar bersama. Kebetulan sekali di dekat rumah Angga ada pasar malam. Ila ingin sekali datang kesana sehingga Angga pun menuruti permintaan Ila itu.
"Ibu aku pergi dulu ya bu." ucap Ila
"Pergi kemana nak?"
"Pergi ke pasar malam."
"Bersama Jesi?" tanya ibu
"Tidak bu, aku pergi bersama Angga. Kebetulan sekali di dekat rumah Angga ada pasar malam."
"Jangan lupa oleh-olehnya ya kak." celetuk adik
"Kamu tidak keluar? ini malam minggu loh." kata Ila kepada adiknya
"Malas ah kak, aku main PS saja di rumah."
"Oke lah, kakak pergi dulu ya. Jangan lupa jaga ibu di rumah." pinta Ila kepada adiknya.
Ila pergi ke rumah Angga dengan mengendarai mobilnya.
...****************...
Setelah sampai di rumah Angga, Ila memencet bel dirumahnya dan yang membukakan pintu pada saat itu adalah ibu Angga.
"Ila." kata Ibu Angga
"Iya tan."
"Cari Angga ya?"
"Iya tan, Angganya ada?"
"Kamu masuk dulu, tante cek dia di kamarnya."
Di saat ibunya mau mengecek Angga di kamar, tak lama kemudian Angga muncul dengan pakaian yang sudah rapi.
"Ini dia Angganya Lia."
"Iya tan."
"Kalian mau pergi keluar ya?"
"Iya tan."
Angga tanpa berpamitan langsung saja keluar tanpa mencium tangan ibunya ataupun berkata-kata.
Ila yang merasa sangat sungkan dan sebagai bentuk ia hormat kepada ibu Angga Ila yang berpamitan dan mencium tangan ibu dari Angga itu.
Angga dan Ila pun pergi menuju pasar malam. Mereka berada di satu mobil yang sama.
"Angga aku boleh bicara nggak sama kamu?" tanya Ila
"Bicaralah sayang, kapan aku pernah melarang kamu." kata Angga dengan posisi sedang menyetir.
"Tapi kamu janji ya, tidak akan marah." ucap Ila
"Sebenarnya apa yang mau kamu katakan?" tanya Angga
__ADS_1
"Kamu janji dulu tidak akan marah, baru aku akan mengatakannya."
"Iya iya aku janji tidak akan marah." kata Angga
Ila memberanikan diri untuk mengatakan itu kepada Angga
"Ngga."
"Iya."
"Kamu memang tidak kasihan kepada ibumu." kata Ila
Sontak Angga langsung mengerem mendadak dan membuat dirinya dan Ila badannya terpental ke depan.
"Aduhhh." ucap Ila
"Kamu bilang kasihan." ucap Angga
"Iya, sikap kamu tadi membuat hati ibumu sangat terluka." kata Ila
"Lebih terluka mana, seseorang yang selama ini dia bohongi dan dia yang tak ada inisiatif untuk mengatakan yang sejujurnya. Apa pantas aku hargai ataupun aku panggil dia dengan sebutan mama atau ibu itu."
Ila hanya terdiam saja, ia tak mau amarah Angga tersulut karena itu. Ila berniat untuk menyenangkan Angga, jadi dia mengalah saja untuk masalah ini.
Sesampainya disana, mereka sangat menikmati momen bersama. Mereka mencoba segala wahana disana untuk menghilangkan penat yang mungkin mereka rasakan akhir-akhir ini.
"Capek banget aku." ucap Ila setelah selesai mencoba seluruh wahana.
"Sebentar ya, aku beli kan kamu minum." kata Angga
"Terima kasih." ucap Ila
"Seru banget ya tadi." kata Angga
"Iya, apalagi tadi ada salah satu wahana yang buat jantungku berdegup kencang. Tapi seru sih." kata Ila dengan senyum gembira
Dengan melihat senyum yang merekah di wajah Ila membuat hati Angga merasa tenang dan juga ikut senang juga.
"Kamu tetap seperti ini ya." kata Angga
"Apa? Maksut kamu?" tanya Ila
"Ya kamu tetap seperti ini, tetap tersenyum dan tetap selalu ada di sampingku." kata Angga
Saat itu Ila menoleh ke arah wajah Angga dan kebetulan sekali tepat di belakang Angga terlihat Jesi dan Alex.
"Jesi." kata Ila
"Apa kamu bilang? Jesi." kata Angga
Angga pun menoleh ke arah belakang, tak disangka Angga juga melihat ada Alex disana.
"Itu juga ada Alex disana." kata Angga
"Kalau begitu bagaimana kalau kita kesana." ucap Ila
Saat Angga dan Ila memutuskan untuk menghampiri Jesi dan Alex lalu yang terjadi adalah pertengkaran antara mereka berdua.
__ADS_1
"Jesi kamu kenapa?" ucap Ila karena tampak Jesi menangis disana.
Lalu disana Jesi berlindung di belakang badan Ila.
"Tanya kepada cowok itu." ucap Jesi sambil menunjuk ke arah Alex
Angga pun mencoba menenangkan mereka berdua di saat itu. Ila juga mengajak menepi ke tempat yang lebih tenang dan sepi untuk membicarakan permasalahan mereka.
"Sebenarnya kalian ini kenapa? Jesi kok bisa menangis seperti itu." kata Angga yang mengarah kepada Alex
Alex pun mengatakan kalau dirinya dengan Jesi sudah jadian 2 hari yang lalu dan dia juga meminta maaf kepada Angga dan Ila karena belum sempat memberitahu perihal itu kepada mereka.
"Aku minta maaf ya Ila." ucap Jesi
"Iya iya tidak apa-apa."
"Aku juga akan memutuskan dia kok." ucap sinis Jesi kepada Alex
Alex pun menghampiri Jesi yang ada di belakang Ila, ia ingin menjelaskan kepada Jesi bahwa apa yang ia lihat itu salah paham. Tetapi Jesi menghindari Alex.
"Aku tidak mau bicara denganmu lagi." kata Jesi
Jesi ingin pergi dari sana karena menurut dia sudah tidak ada yang perlu Alex jelaskan lagi kepadanya.
"Sebenarnya apa sih yang kalian ributkan ini?" tanya Angga
Jesi terburu-buru ingin pergi dari sana dan menggandeng tangan Ila untuk ikut dengannya. Ila pun kebingungan karena mau tidak mau ia harus meninggalkan Angga disana dan pergi bersama Jesi.
"Mengapa sih dia tak mau mendengarkan penjelasanku ini." ucap Alex
"Mungkin dia butuh waktu untuk sendiri dulu. Kamu yang tenang ya." kata Angga
Setelah itu Angga mengajak Alex untuk pulang.
Di sisi lain Jesi pergi dengan ditemani Ila. Jesi pun masih sesegukan habis menangis.
"Mobilku ada di rumah Angga, bagaimana?" tanya Ila
"Aku mohon kamu ikut aku saja ya, katakan kepada Angga kalau kamu ikut pulang bersamaku karena aku tidak mau kalau kita ke rumah Angga pasti nanti ada Alex."
Ila menyetujui permintaan dari Jesi. Ila pulang bersama Jesi dengan menggunakan mobil milik Jesi.
Selama di mobil Ila diam tak banyak tanya mengenai permasalahan dirinya dengan Alex. Ia tidak mau menganggu mood dari Jesi yang sudah mulai tenang di saat itu. Ila hanya mencoba menenangkan Jesi.
"Kamu butuh minum? Kalau iya ini ada supermarket, kita berhenti disini ya."
"Iya boleh."
Ila turun untuk membelikan Jesi minuman dan juga coklat agar mood dia kembali lagi.
"Ini minum." kata Ila sambil memberikan sebuah minuman
"Terima kasih." ucap Jesi
"Ini aku juga ada coklat, kamu mau?" tanya Ila
"Kamu tahu aja, kalau begini coklat paling enak." ucap Jesi
BERSAMBUNG.
__ADS_1