
Ancaman orang misterius itu membuat Ila sangat ketakutan untuk keluar rumah. Ia sangat takut terjadi sesuatu dengan ibu dan adiknya di rumah. Akhirnya ia memutuskan untuk tak pergi ke restoran pada hari itu.
"Apa itu Kak Bima yang mengirim pesan." ucap Ila
"Apa dia ingin balas dendam ya." lanjut Ila
Ia pun sudah memberitahu Angga kalau ia mendapat pesan ancaman di handphonenya.
Ila kali ini harus hati-hati dengan orang di sekitarnya, takutnya ancaman itu benar-benar menimpa dirinya.
"Ibu mau kemana?" tanya Ila
"Ibu mau ke warung depan." jawab ibu
"Biar aku saja bu yang kesana, ibu ada di rumah saja ya tetap di rumah jangan kemana-mana."
Ibu merasa bingung dengan sikap khawatir Ila. Biasanya ia tak pernah seperti ini sebelumnya.
"Langkah ku harus lebih cepat." ucap Ila sambil memantau sekitar.
Setelah ia dari warung, ketika ia hendak masuk ke dalam rumah tiba-tiba dari arah belakang ada yang mengagetkan Ila.
"Permisi kak."
Ternyata itu adalah kurir yang hendak mengantarkan paket untuk dirinya.
"Iya pak."
"Ini ada paket teruntuk Ila."
"Iya saya sendiri, ini dari siapa ya pak?" tanya Ila
"Kurang tahu kak, saya bertugas cuma mengantarkan saja."
Sebuah kotak berukuran sedang dipegang oleh Ila lalu ketika ia membuka kotaknya, Ila pun dibuat kaget oleh isinya.
Secarik kertas bertuliskan "Persiapkan dirimu." lalu di dalamnya ada sebuah bangkai tikus. Sontak Ila langsung melemparnya dan ia dengan cepat masuk ke dalam rumah.
"Ada apa denganmu, mengapa kamu menangis ketakutan seperti ini." kata ibu
Sambil bergetar Ila menceritakan apa yang ia alami saat ini.
"Ya tuhan, siapa yang meneror itu semua." ucap ibu
"Aku tidak tahu pasti bu, tapi aku takut itu adalah Kak Bima. Ia ingin membalas dendam karena tak jadi menikah denganku." ucap Ila
Ila masih sangat shock sekali di saat itu. Ia juga tak sempat melakukan aktivitas apa-apa. Ia hanya duduk termenung memikirkan kejadian itu dan solusi yang harus ia lakukan. Dia pun tak mengecek handphonenya sama sekali.
Angga sudah beberapa kali mencoba menghubungi Ila tetapi tak ada jawaban sama sekali lalu hal ini sangat membuat Angga khawatir dan langsung menghampiri Ila ke rumahnya setelah pulang kerja.
__ADS_1
RUMAH ILA
Sampai disana tampak rumah Ila sangat tertutup tak seperti biasanya. Ia pun mengetuk pintu dan ada ibu yang membukakannya.
"Ila, ada Angga." teriak ibu
"Maaf ya nak, mungkin Ila tak terdengar." lanjut ibu.
Ibu memanggil Ila di kamarnya dan menyuruh ia untuk menemui Angga di ruang tamu.
"Sayang." ucap Angga yang melihat keadaan Ila seperti habis menangis dan lemas sekali.
Ila berdiri sambil memandangi Angga, Ila bingung apakah ia harus menceritakan ini kepada Angga. Karena tak kuat Ila langsung memeluk Angga.
Angga langsung kebingungan tetapi ia tetap membalas pelukan Ila itu.
"Ada apa denganmu?" tanya Angga
Angga sangat cemas, tangan Ila sampai bergetar seperti orang yang ketakutan. Angga menenangkan kekasihnya itu.
"Kamu sudah baik-baik saja?"
"Iya, aku jadi lebih tenang." kata Ila
"Sekarang kamu bisa katakan apa yang sebenarnya terjadi."
Ila mengatakan semua yang ia alami. Ia merasa ketakutan dengan segala ancaman kepada dirinya.
Angga akan segera mencari tahu siapa orang yang berani meneror kekasihnya.
...****************...
KEESOKAN HARI.
Jesi telah mengetahui cerita dari Angga kalau Ila yang sangat shock dengan adanya teror yang menimpa dirinya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menjenguk Ila di rumahnya.
Saat perjalanan menuju kesana, dari kejauhan tampak orang yang memakai jaket hitam sedang mendekati rumah Ila. Jesi memantau dari mobilnya, sebenarnya apa yang ingin orang itu lakukan.
Suara kaca pecah..
"Astaga."
Jesi langsung keluar dari mobilnya dan lari menghampiri orang itu. Orang misterius itu melihat Jesi, ia pun langsung melarikan diri.
"Hei kamu." kata Jesi sambil berlari mengejar orang jaket hitam itu.
Jesi cukup kelelahan, namun ia tak bisa menangkap orang itu.
Jesi pun memutuskan untuk kembali ke rumah Ila dan memeriksa kondisi Ila dan keluarganya.
"Ila kamu tidak apa-apa?" tanya Jesi
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa, tadi kita cuma kaget saja tiba-tiba ada batu yang menghantam kemari." kata Ila
Jesi sangat bersyukur kalau Ila dan keluarga baik-baik saja. Diam-diam Jesi telah mengabari Angga mengenai insiden ini.
Tak beberapa lama kemudian, Angga tiba di rumah Ila ditemani oleh Alex.
"Kamu tidak apa-apa?ada yang luka?kita ke rumah sakit ya? bagaimana dengan ibu?" kata Angga yang panik sambil mengecek kondisi badan Ila.
"Aku baik-baik saja, ibu juga." ucap Ila
Angga sangat mengkhawatirkan kondisi Ila dan keluarga. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka semua.
"Bagaimana kalau sementara waktu kamu, ibu, dan adik pindah dari sini." ucap Angga
"Bagaimana ya? aku tanya ibu dulu ya." kata Ila
"Aku harap kalian mau ya, karena ini demi keselamatan dirimu, ibu dan adik juga." ucap Angga
Ila meminta waktu untuk memikirkan itu semua.
Jesi menceritakan apa yang ia lihat sebelum insiden itu terjadi. Dirinya melihat seorang berjaket hitam melemparkan batu ke rumah Ila.
"Kamu melihatnya." ucap Angga
"Iya."
"Lalu kamu tak coba mengejarnya?" tanya Alex
"Aku sudah coba mengejarnya tapi dia hilang begitu saja."
"Kalian tenang saja, aku sudah menyuruh anak buahku untuk menyelidiki ini semua. Akan aku pastikan dia akan segera tertangkap dan mendapatkan akibatnya." kata Angga
Jesi akan menginap di rumah Ila untuk sementara waktu untuk beberapa hari agar ia ada temannya sekalian menjaganya.
"Kalau begitu, aku titip Ila ya Jes." ucap Angga
"Bu aku pamit ya karena sudah malam juga." lanjut Angga
Angga dan Alex pun pergi meninggalkan rumah Ila. Sebelum pulang ke rumah, Angga dan Alex pergi ke kantor karena masih ada urusan yang harus mereka selesaikan malam itu.
"Aku sangat kasihan terhadap Ila dan keluarga." ucap Alex yang sangat bersimpati dengan musibah yang menimpa dia.
"Siapa ya yang tega sekali melakukan ini semua." lanjut Alex.
"Aku juga masih mencarinya dan segera aku akan menemukan orang itu." ucap Angga dengan sangat percaya diri.
Akhirnya mereka berdua menikmati perjalanan di malam itu meskipun mereka sudah sangat lelah sekali.
"Semangat, masih ada pekerjaan yang menunggu kita." teriak Alex
Angga melihat lalu hanya tersenyum melihat tingkah laku sepupunya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG.