
Permasalahan Perusahaan Primadi terselesaikan, kini perusahaan tersebut telah berkembang dengan begitu pesat di bawah pimpinan Angga selaku direktur utama.
Mira datang ke kantor Angga untuk menemuinya
Sudah lama sekali Mira tidak membawakan makan siang untuk calon suaminya itu. Datang dengan membawa makanan, ia pun menuju ke ruangan Angga.
Selama ini, Angga hanya diam saja atas apa yang telah dilakukan Mira kepadanya maupun kepada Ila. Dia mempertahankan hubungan ini hanya karena rasa hormat dia kepada ayah Mira saja tanpa adanya rasa cinta.
Angga pun tidak bisa apa-apa dia tidak ingin menyakiti Ayah Mira yang mempunyai riwayat penyakit jantung itu. Angga akan mengatakan semuanya ketika menunggu waktu yang tepat untuk mengakhiri hubungan dia dan Mira.
Mira pun telah tiba di ruang kerja Angga.
"Ada apa kamu datang kesini?" kata Angga
"Ini sayang aku bawakan kamu makan siang." ucap Mira
Mira pun bersikap seperti tidak terjadi apa-apa diantara dirinya dengan Angga. Meskipun Angga tahu semua kebusukannya.
"Aku suapin ya." ucap Mira
"Tidak perlu aku bisa makan sendiri, terima kasih sudah dibawakan makanan." kata Angga (berusaha untuk tidak memperlihatkan kemarahannya kepada Mira).
Mira pun menunjukkan sikap manisnya kepada Angga seperti biasanya, tetapi Angga merespon dengan biasa saja.
Di saat mereka berdua, Ila yang ada di ruang sebelah melihat mereka berdua sedang bersama. Tak ingin melihat pemandangan seperti itu, dia pun mencari kesibukan di luar ruangannya.
(ponsel Mira berdering)
Telepon itu dari Kak Bima. Angga pun melihat nama yang menelepon di ponsel Mira itu.
"Aku permisi ke luar dulu." kata Mira
Mira mengangkat telepon itu di luar ruang kerja Angga. Kemudian Angga tidak tinggal diam begitu saja. Dia mencoba mengikuti Ila dan melihatnya dari kejauhan. Angga ingin tahu apa yang sebenarnya ia bicarakan dengan Kak Bima saat itu.
Tampak disana, Mira merasa gelisah dan khawatir.
"Aku tidak bisa mendengarnya." kata Angga
"Tapi mengapa dia sangat begitu gelisah dan khawatir." lanjut Angga.
Tiba-tiba Mira begitu saja dan ponsel Angga muncul chat dari Mira
"aku pulang dulu, karena ayah butuh bantuanku." (isi chat dari Mira kepada Angga)
Angga tidak tinggal diam. Dia mengikuti Mira, karena dia masih tidak percaya kalau Mira benar-benar akan membantu ayahnya.
Angga mengikuti mobil Mira dari belakang. Dia ingin tahu apa yang ingin dia lakukan.
__ADS_1
"Lama sekali, aku sudah menunggumu dari tadi." kata Kak Bima dengan suara keras
Angga membuntuti Mira dan benar saja seperti dugaan Angga, Mira menemui Kak Bima secara diam-diam di belakangnya.
Angga melihat dari kejauhan mereka sedang membicarakan sesuatu. Suara mereka tampak tidak terdengar jelas di telinga Angga, namun dia masih bisa melihat gerak-gerik mereka.
Angga melihat Mira berlutut di depan Kak Bima saat itu.
"Ada apa dengan dia, mengapa dia sampai berlutut seperti itu." ucap Angga dengan kebingungan
"Ada yang tidak beres." lanjut Angga.
Disana terlihat Mira yang menangis sambil berlutut di hadapan Kak Bima.
"Kamu pergi dan lakukan apa yang aku inginkan." kata Kak Bima dengan teriak
Hanya kalimat itu yang terdengar oleh Angga saat dia memantau mereka berdua.
...------------...
Saat Ila sedang makan siang di kantin kantor bersama Jesi, tiba-tiba di saat dia scroll foto-foto di galeri muncullah foto dirinya dengan Mira.
Foto itu adalah kenangan terakhir dirinya dengan Mira, sebelum terjadi perselisihan diantara mereka.
"La...la..apa yang kamu pikirkan halo." ucap Jesi (melihat Ila yang hanya terdiam).
"Itu foto siapa?" tanya Ila
"Sepertinya tidak asing, aku seperti pernah melihatnya." kata Jesi
"Iya ini Mira." ucap Ila
"Mira calon istrinya pak bos ya." kata Jesi
Ila hanya mengangguk saja.
"Apakah kamu sedih?" tanya Jesi
"Tidak, aku hanya sangat menyayangkan saja. Hubungan aku dan Mira yang dulu terjalin baik-baik saja kini penuh dengan perselisihan yang tidak ada ujungnya." kata Ila
Jesi yang ada disampingnya juga ikut merasakan apa yang Ila rasakan kala itu.
Jesi tahu bagaimana rasanya, dikhianati oleh seseorang apalagi sahabatnya sendiri.
"Apakah kamu sudah pernah membicarakan ini kepada Mira?" tanya Jesi
"Aku ingin sekali berbicara kepadanya, menanyakan hal mengapa dirinya sangat benci kepadaku. Namun dirinya tetap saja dengan pendiriannya meskipun aku sudah meminta maaf beberapa kali." ucap Ila.
"Tidak perlu kamu pikirkan orang seperti itu, belum tentu kan dia memikirkan dirimu dan belum tentu juga dia menyesali perbuatannya kepadamu." celetuk Angga (tiba-tiba datang dan duduk di meja Ila dan Jesi).
"Pak bos." kata Jesi
__ADS_1
"Aku mengatakan ini karena aku tahu, Mira bukan wanita baik-baik untuk menjadi temanmu Ila." ucap Angga dalam hatinya.
"Pak Angga sedang apa disini?" tanya Ila
"Aku mau makan." jawab Angga
"Bukannya tadi ada Bu Mira yang membawakan makanan untuk bapak." kata Ila
"Kamu tahu Mira disana, jangan-jangan kamu mengintip ya." ledek Anggga
"Apaan si pak, mana mungkin aku mengintip." kata Ila (wajahnya terlihat cemberut dengan ledekan Angga).
Mereka bertiga berada di meja yang sama. Angga sengaja memesan makanan disana karena dia ingin berada di dekat Ila, meskipun yang tadi dikatakan Ila benar kalau dirinya sudah makan.
Setelah pesanan mereka datang, mereka pun menyantapnya.
"Selamat makan semuanya." kata Jesi
"Selamat makan." kata Ila
Di saat Ila menyantap makanannya, bibirnya belepotan karena ada saus disana sehingga terlihat oleh Angga.
"Kamu tetap sama." kata Angga yang tersenyum (sambil mengusap bibir Ila dengan tisu).
"Hmm..hmm.." (Jesi yang sengaja batuk karena melihat mereka yang sangat romantis menurutnya)
"Memang begitu Ila, kalau lagi lapar semua ia santap dengan semangat." kata Jesi sambil tersenyum.
"Iiihh..apa si Jes." kata Ila sambil menahan malu di depan Angga.
Angga saat itu sangat senang melihat senyum yang mewarnai wajah Ila. Ila semakin terlihat cantik jika tersenyum seperti itu menurut Angga.
"Aku akan membuatmu seperti ini." ucap Angga dalam hatinya.
"Pak bos..pak bos..pak bos." kata Jesi
Angga kaget dan segera merespon Jesi
"Ada apa Jes?" tanya Angga
"Sudah jangan dipandangin terus temanku ini. Dia tidak akan kemana-mana kok." kata Jesi
"Mending dilanjut makan pak bos, makanannya keburu dingin." lanjut Jesi
Angga seketika langsung salah tingkah sedangkan Ila saat itu tersenyum melihat itu semuanya.
"Kita lanjut makannya dan habis ini segera kita untuk kembali bekerja. ucap Angga yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
BERSAMBUNG.
Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)
Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏
__ADS_1