
Setelah Angga bisa memberhentikan mobil milik Ila, ia pun turun dan langsung menggedor kaca mobil Ila. Angga menyuruh Ila untuk segera turun dan berbicara dengannya. Dengan penuh desakan akhirnya Ila memutuskan untuk turun.
"Ayo ikut denganku." ucap Angga
"Aku tidak mau, aku kan sudah bilang aku ingin sendiri." kata Ila
"Kamu salah paham tentang kejadian di kantor itu." kata Angga
Ila merasa kondisi dirinya tak baik di saat itu. Ila hanya ingin sendiri untuk saat itu.
"Aku tak peduli tentang itu." teriak Ila
"Ayo kamu ikut aku." ucap Angga sambil ingin menarik tangan Ila namun Ila langsung menghempasnya.
"Aku harus berapa kali bilang padamu aku ingin sendiri ya aku ingin sendiri. Kalau kamu peduli padaku tolong tolong banget tinggalkan aku." kata Ila
Angga akhirnya menyerah karena terlihat Ila sudah sangat kesal dengannya dan ia pun akan membiarkan Ila untuk menenangkan diri terlebih dahulu.
Ila masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya.
...**************...
SATU HARI KEMUDIAN.
Ila sedang ada di restorannya dan ada Angga disana.
"Ila." sapa Angga
"Iya."
"Bisa kita bicara?" kata Angga yang melihat Ila sedang sibuk mengatur karyawannya.
"Iya bisa, kamu tunggu dulu ya di meja sana." kata Ila.
"oke baiklah, aku tunggu disana ya." kata Angga
Setelah selesai mengurus semuanya, Ila pergi ke meja Angga untuk menemuinya.
"Ada apa? aku tak banyak waktu juga. Aku harap kamu langsung bicara saja." ucap Ila
"Aku mau jelasin sama kamu kalau apa yang kamu lihat kemarin itu tak seperti yang kamu kira." kata Angga
"Lalu ini apa." ucap Ila dengan memberikan foto di handphone dia.
"Bagaimana bisa Ila ada fotoku dengan Desi seperti ini." ucap Angga dalam hatinya.
"Pasti bingung kamu kan, mengapa aku bisa punya foto ini." kata Ila
"Kamu dapat foto ini dari mana?" tanya Angga
"Kamu tak perlu tahu yang jelas kamu tega sekali sama aku." kata Ila yang langsung meninggalkan Angga sendiri.
Angga tak tinggal diam, ia merasa tak ada hubungan apa-apa dengan orang yang namany Desi itu. Ila hanya salah paham saja.
__ADS_1
"Ila dengar aku, aku tidak melakukan apa-apa. Foto disana cuma sebatas kerja. Disana juga ada Alex."
"Kalau disana ada Alex tapi mengapa di foto ini kamu hanya berdua. " ucap Ila
"Mungkin ketika Alex ke toilet ada orang yang sengaja memfotonya." kata Angga
Di saat Ila hendak pergi membuka pintu mobilnya, Angga tak mau Ila pergi. Dia pun menutup pintu mobil Ila dan memeluk Ila dari belakang.
"Aku mohon percaya sama aku." kata Angga
"Bagaimana aku bisa percaya sama kamu kalau bukti foto jelas-jelas sudah ada seperti ini." kata Ila
Angga membawa Ila ke tempat yang lebih sepi agar tak kedengaran orang banyak yang ada disana.
Mereka duduk berdua, Angga memegang tangan Ila.
"Kamu jangan marah seperti ini kepadaku, aku mohon." ucap Angga
"Aku sebenarnya tidak mau seperti ini." ucap Ila dalam hatinya.
"Apa kamu sudah bosan ya sama aku." kata Ila dengan meneteskan air mata
"Apa kamu sudah tak sayang sama aku." lanjut Ila
Angga hanya menggelengkan kepala menandakan kalau semua perkataan yang Ila lontarkan itu tidak benar sama sekali.
"Kalau memang kamu sudah tidak cinta sama aku, aku relakan kamu dengan wanita itu."
Angga menghentikan bibir Ila yang terus bicara melantur dengan jari telunjuknya.
"Stop hentikan, aku sangat cinta kepadamu." kata Angga
Angga kemudian membawa Ila pergi dari sana ia akan membuktikan kalau tuduhan yang ia berikan kepadanya semuanya itu tidak benar.
...****************...
DI DALAM MOBIL.
"Kita mau kemana?" tanya Ila
"Kamu sabar ya, sebentar lagi kamu akan tahu." kata Angga
Angga melihat Ila yang sesekali menangis meneteskan air matanya. Ia pun langsung menggenggam tangan Ila agar ia berhenti bersedih lagi.
Sesampai dikantor, Ila kebingungan apa yang sebenarnya mau Angga lakukan dengannya.
"Mengapa kamu ajak aku kemari?" tanya Ila
"Ayo kita masuk dulu." kata Angga dengan menggandeng Ila untuk pergi masuk bersama.
Angga mengajak Ila ke ruangan Alex dan kebetulan Alex juga ada disana.
"Hai, kalian berdua. Ada apa datang kesini." sapa Alex
__ADS_1
"Aku ingin bicara kepadamu." kata Angga
Angga menyuruh Ila untuk membuka handphonenya dan menunjukkan foto yang tadi ia tuduhkan kepada Angga.
Setelah Alex melihat foto itu.
"Coba kamu jelaskan pada Ila kalau kamu ada du tempat itu juga pada saat itu."kata Angga
Alex pun menjelaskan panjang lebar kalau dirinya saat itu ada disana jadi Angga tak pernah berduaan saja disana.
"Apa kamu berkata jujur?" tanya Ila
"Iya tentu aku berkata jujur. Hampir semua pekerjaan Angga itu selalu ada aku." ucap Alex
Setelah semua pernyataan dari Alex, melihat dari ekspresi Ila seperti menyatakan kalau Angga memang benar-benar tidak melakukan itu sehingga Angga memilih untuk pergi dari ruangan Alex karena dirasa semuanya sudah clear.
Angga membawa Ila ke ruangannya.
"Kalau begitu aku pergi pulang dulu, kamu silahkan kembali kerja." kata Ila
Angga menarik tangan Ila dan memeluk dia.
"Apa kamu sudah tak marah lagi dengan aku."
"Iya aku sudah tidak marah sama kamu." kata Ila
"Syukurlah, aku sangat takut kehilanganmu."
Ila pun ingin pergi untuk pulang karena hari sudah semakin sore.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu." kata Ila
"Tak ada lagi pekerjaan yang harus aku selesaikan, kalau begitu aku antar kamu." kata Angga
Angga mengantar Ila sampai rumah dengan selamat dan ibu Ila menyuruh Angga untuk masuk dulu.
"Kamu makan malam disini ya nak, ibu sudah masak banyak buat makan malam hari ini." ucap Ibu
"Iya kak, makan disini saja kan sudah lama sekali kita tak makan bersama." ucap adik Ila
Angga pun menyetujui permintaan dari ibu dan adik Ila untuk makan malam bersama disana.
Setelah selesai mandi, Ila kembali menemui Angga di ruang tamu yang sedang bermain dengan adiknya.
"Angga kamu tidak pulang? ini sudah mau malam." kata Ila
"Kak Angga kan mau makan malam disini kak." kata adik Ila
"Kamu mau makan malam disini."
"Kenapa? kamu tidak suka ya." ucap Angga
"Nggak kok, ga ada masalah juga. Kok tumben kamu mau makan malam disini."
"Setelah sekian lama aku tidak makan bersama dengan kalian, selaginya ibu dan adik kamu mengajaknya buat apa aku menolaknya." ucap Angga
__ADS_1
"Jadi begitu. Kalau begitu, apa kamu tidak bersih-bersih badanmu dulu di kamar mandi." kata Ila
BERSAMBUNG.