Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 6 : PENUH DRAMA


__ADS_3

***Lanjutan


Saat tiba di kantin, Ila dan Mira memesan makanan yang ada disana dan mulai duduk untuk mengobrol. Mira yang mengetahui kehadiran Angga bersama teman cowoknya yang lain langsung memasang sikap cantik.


“Lihat!!,itu Angga dan teman teman kita yang lain mereka sedang duduk disana,apakah kita tidak ikut gabung?” Kata Mira sambil berbisik


“Apa? kita? Aku tidak ah Mir, kalau kamu mau kesana tidak apa apa biarkan aku sendiri disini.” kata Ila


“Tidak ah..aku kan malu La kalau tanpa kamu, tapi aku ingin sekali sih kesana”


Akhirnya Mira mengurungkan niatnya kesana karena pesanan Ila dan Mira sudah keburu datang, mereka berdua pun menikmati dan langsung memakannya tanpa bicara satu kata pun karena perut mereka sudah tidak ada kompromi lagi.


Setelah istirahat selesai, mereka kembali ke ruang kelas untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya.


****Aktivitas Perkuliahan Selesai


Perkuliahan hari ini cukup melelahkan bagi Ila karena dia belum terbiasa dengan sistem yang ada di kampus itu dan menurutnya ini benar benar sangat berbeda dengan waktu SMA nya dulu.


Ila yang tidak ingin merepotkan ayahnya itu yang harus selalu menjemput setiap dia pulang, dia akhirnya sudah memutuskan untuk naik angkutan umum saja yang untung saja harganya tidak terlalu mahal kalau harus menuju ke rumahnya karena jaraknya juga lumayan dekat.


Sesampainya di rumah Ila langsung membersihkan badannya dan lekas untuk beristirahat sebentar di ranjangnya sambil memainkan handphone nya. Tiba tiba ada chat masuk ke Ila yang isinya


“Hai.”


“Bagaimana kabarmu, mengapa kamu tidak pernah menghubungiku,apakah kamu belum save nomorku ya.”


Ila yang saat itu sedang membacanya kebingungan karena yang mengirim chat tersebut nomornya tidak dikenal, akhirnya Ila mengabaikan chat itu dan kebetulan juga Ila sudah di panggil ibu untuk membantunya mempersiapkan makan malam.


Saat makan malam, semua keluarga berkumpul dan adik Ila langsung menyeletuk menanyakan sesuatu kepada Ila mengenai gelang yang seringkali Ila pakai namun sekarang tidak ada di tangannya.


“Kak, mana gelangmu yang sering kamu pakai itu?” tanya Bayu


“Ada kok, aku simpan di saku pakaianku. Kamu tenang saja.” (sambil menikmati hidangan makanan yang sudah dimasak oleh ibu tercintanya).


...----------------...


KEESOKAN HARINYA


Ila yang sekarang ini sudah tidak ingin merepotkan ayahnya lagi, dia berangkat pun sekarang menggunakan angkutan umum sehingga dia bersiap siap mulai pagi karena dia tidak ingin terlambat untuk pergi ke kampusnya.


Saat Ila hendak menuju ruang kelasnya,sudah sampai di pintu kelasnya tiba-tiba ada yang memanggilnya dari kejauhan. Mendengar hal itu ila langsung mencari arah sumber suara tapi tidak kelihatan batang hidungnya.


“Ila.” (sambil memegang pundak Ila)


“Iya.” Ila seketika itu langsung menoleh ke arah belakang dan kaget😯

__ADS_1


“Kak Bima, ada apa kak?” lanjut Ila dengan wajah yang bingung menanyakan mengapa Kak Bima menghampirinya.


“Itu itu,mengapa kamu tidak membalas chatku semalam?.” Dengan gugup Kak Bima menanyakan hal itu


“Ternyata itu Kak Bima , maaf kak aku tidak tahu karena nomor tidak di kenal dan kebetulan kemarin itu disuruh membantu ibu juga jadi kelupaan untuk membalasnya.


Dalam hatinya ila mengatakan “Untung saja aku mempunyai alasan agar Kak Bima tidak tersinggung” sambil menghela nafas lega


“Oh..karena itu ya,aku pikir kamu tidak ingin


membalas chatku. Kalau begitu kalau aku chat kamu balas ya.” (dengan senyum manis kepada Ila)


Ila hanya mengangguk dan yang saat itu mau tidak mau harus menuruti perkataan dari Kak Bima karena dia adalah senior yang harus dihormati padahal dalam hatinya dia malas sekali dengan hal hal yang bisa membuat dirinya melupakan tujuannya dalam kuliah salah satunya membalas chat yang tidak bermanfaat, kalau masalah perkuliahan dia akan dengan cepat meresponnya.


Saat Ila dan Kak Bima melakukan percakapan, Angga dari kejauhan melihat hal itu dan langsung menghampirinya.


Saat itu Angga menyapa Kak Bima dan karena sebentar lagi dosen datang Angga pun mengajak Ila masuk dengan merangkul pundaknya seakan akan dia sudah mengenal satu sama lain.


“Ayo, La. Sebentar lagi dosen datang.” Ucap Angga kepada Ila


“Kalian masuk saja, aku juga sebentar lagi akan masuk juga. Kalian ternyata sudah akrab satu sama lain ya?” Kata Kak Bima (agak sedikit cemburu dengan mereka berdua)


“Ti..tidak kok Kak.” (saat mengatakan hal itu, Ila langsung didorong masuk oleh Angga).


Ternyata hal itu bisa terjadi karena tanpa sadar rangkulan tangan Angga masih ada di pundak Ila. Kejadian itu membuat syok para mahasiswa lainnya terutama kaum hawa yang sangat mengidolakan Angga saat itu. Ila pun sadar akan hal yang terjadi ini.


“Angga..Angga!!!.” ucap Ila (Dengan suara kecil agak sedikit gemas dan kesal kepada Angga)


“Iya..ada apa, baru kali ini kamu memanggilku biasanya selalu saja aku yang memanggilmu.” Angga menyahutinya dengan suara kecil juga, sedikit berbisik, dan menatap Ila yang berada di sampingnya itu.


Ila juga memalingkan muka menatap wajah Angga, mereka saling manatap berdekatan dengan wajah Ila yang mulai kesal sedangkan Angga dengan polosnya seakan akan dia tidak mengetahui apapun.


“Kamu bisa tidak, lepaskan tanganmu dari pundak ku ini?” .😒ucap Ila dengan kesal


Melihat hal itu Angga senyum senyum sendiri dan melepaskan rangkulannya itu. Mereka pun akhirnya berjalan duduk di masing masing bangkunya.


Mira melihat hal itu sudah merasa kesal dan marah kepada Ila karena dia kan sudah mengetahui kalau dia suka sama Angga tetapi mengapa Ila mendekati Angga seperti itu.


Saat perkuliahan di mulai, dosen menjelaskan materinya dan Ila sedang membutuhkan sesuatu yaitu bolpoin, Ila hendak meminjam bolpoin kepada Mira tetapi Mira mencuekinya. Ila mengerti kalau Mira sedang marah kepadanya dan dia pun tidak meminjam kepada Mira melainkan meminjam pada teman lain yang berada di sampingnya itu.


***ISTIRAHAT TIBA


Ila yang sudah membersihkan meja nya dari buku-buku dan peralatan tulis lainnya dan dia pun bergegas untuk pergi ke kantin untuk membeli minuman dan mau mengajak Mira.


Di saat Ila ingin mengajak Mira, Mira langsung pergi begitu saja dengan teman lainnya tanpa mengajak Ila. Melihat hal itu Ila merasa bersalah kepada Mira dan dia pergi ke kantin sendirian.

__ADS_1


Berada ke kantin, Ila hanya membeli sebotol air putih dan makanan ringan saja. Dia duduk di pojok kantin hanya sendirian sambil memainkan ponsel nya. Tiba tiba ada seorang laki-laki yang menghampirinya.


“Sendirian ? boleh aku duduk disini?.” tanya laki-laki itu


“Maaf, sekarang aku tidak mau diganggu.” (sambil memainkan ponsel dan tidak menatap sosok laki laki yang menghampirinya itu)


“Baiklah, aku akan pergi.” (mulai melangkahkan kaki nya pergi)


"Tunggu." Ucap Ila


Melihat hal itu, Ila mulai memalingkan wajahnya ke arah orang yang mengajaknya bicara dan tanpa di sangka ternyata dari tadi yang ia ajak bicara adalah Kak Bima. Ila saat itu langsung salah tingkah dan langsung mempersilahkan Kak Bima untuk duduk.


Mereka pun mulai asik dalam obrolan karena mereka sedang membicarakan tentang dunia perkuliahan bagaimana tugas,organisasi dan dosen dosennya, hal itu membuat Ila tertarik untuk masuk di salah satu organisasi menarik sekali saat Kak Bima bercerita tentang itu dan sampai waktunya Ila pun harus kembali untuk mata kuliah yang lain. Dia bergegas ke ruang kelasnya dan berpamitan kepada Kak Bima.


****** Perkuliahan Berakhir


Perkuliahan telah selesai hari itu. Mira yang saat itu masih marah kepada Ila langsung beranjak pulang tanpa menyapa Ila dulu.


Ila saat itu sedang menunggu angkutan umum di depan kampusnya sambil duduk dan datanglah Angga yang langsung duduk di sebelah Ila itu.


“Kamu sedang apa?” Tanya Angga


“Bukan urusan kamu, kamu belum pulang. Pulang saja sana.” Ucap Ila


Kebetulan saat itu angkutan umum sudah datang di depannya, Ila pun masuk dengan cepat masuk kesana dan duduk kemudian Angga yang tanpa di duga mengikuti Ila, dia duduk di samping Ila.


“Apa yang kamu lakukan?.” Tanya Ila


“Aku kan mau pulang ke rumah.” Jawab Angga


“Cowok yang hits seperti kamu ternyata naik angkutan umum juga ya.” Dengan meledek


Angga yang awalnya hanya ingin menjahili Ila karena tingkahnya sangat lugu,polos,dan lucu, tiba-tiba ada perasaan tertarik kepada Ila.


Dengan mengingat masa lalunya yang kelam akhirnya Angga pun sudah bisa mulai membuka hatinya kepada seseorang.


Di perjalanan pulang Angga senang sekali menatapi wajah Ila yang sangat cantik itu dan membuat Ila risih hingga menutupi wajahnya dengan tas.


Sesampainya di gang rumah Ila, Ila langsung turun dari angkutan umum itu.


“Aku duluan ya.” Berpamitan kepada Angga (Meskipun menyebalkan begitu Ila masih menganggap Angga sebagai temannya)


“Sampai bertemu besok,da..” Jawab Angga dengan senyum merekah.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2