Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 79 : SOSOK BARU


__ADS_3

Malam yang sangat menegangkan dan mencekam bagi Ila. Ia bermimpi buruk hari itu. Suatu hari ia bertemu dengan Kak Bima, dirinya sedang disekap di sebuah rumah kosong dan tak ada orang yang bisa menolongnya di saat itu. Ila diancam dan terus disakiti oleh Kak Bima sampai ia bisa terbangun dari mimpi buruknya.


"Astaga." ucap Ila dengan nafas seperti ngos-ngosan


"Syukurlah ternyata cuma mimpi." lanjut Ila


Setelah mimpi buruk itu terjadi, Ila tak bisa tidur dan dia pun memainkan handphonenya.


Angga yang saat itu sedang lembur di kantornya, sedang melihat handphonenya dan ingin mengechat Ila karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.


Chat Angga kepada Ila


“Ila, besok kamu sibuk atau tidak? Kalau tidak sibuk, besok antar aku ya”


“Mau kemana?”


Angga heran mengapa Ila menjawab chatnya sangat cepat sekali, padahal ini sudah waktunya jam tidur.


“Mau menjemput seseorang di bandara.”


“Baiklah.”


“Kamu belum tidur ya, ini sudah malam sekali kenapa belum tidur?”


Ila pun menjelaskan kepada Angga kalau dia telah mengalami mimpi buruk, sehingga ia tak bisa tidur sampai sekarang.


“Kamu sendiri, kenapa masih belum tidur”


“Ini aku masih lembur di kantor. Kamu segera tidur ya, tak baik juga bagi kesehatanmu.” nasehat Angga.


“Iya, ini aku masih usahain buat nutup mata.”


Percakapan mereka pun berhenti dengan sendirinya setelah Angga mengucapkan selamat malam dan selamat tidur kepada Ila.


Keesokan harinya, matahari telah terbit menyinari kamar Ila tetapi ia masih tidur terlelap. Suara ketukan pintu kamar terdengar.


Itu adalah ibu yang mengetuk pintu. Ia sedang ingin mengecek keadaan Ila karena ia belum keluar kamar sama sekali.


“Ada apa dengan anak ini.” ucap ibu setelah beberapa kali mengetuk kamar dan memanggil nama Ila


Karena sangat khawatir, ia masuk kesana dan kebetulan pintu kamarnya tidak dikunci oleh Ila.


“Nak..nak bangun, ini sudah jam 9. Kamu tidak ke restoran hari ini?” tanya ibu


Ila terbangun dari tidurnya dan mengatakan pada ibu kalau dirinya tak ke restoran hari itu.


“Kamu kecapekan ya?”


“Tidak bu, Ila hanya kemarin tidak bisa tidur jadi ya bangun molor seperti ini.”


“Ibu pikir ada apa, ibu takut kalau kamu sakit.” ucap ibu

__ADS_1


“Aku baik-baik saja bu.” kata Ila


Di luar terdengar suara mobil yang sedang berhenti dan tak lama kemudian ada suara orang yang tak asing terdengar.


“Itu pasti Angga.” kata Ila


“Ibu cek keluar dulu ya nak.” kata ibu


Ibu pun keluar dari kamar Ila dan mengeceknya dan benar sekali itu adalah Angga.


“Assalamualaikum bu.”


“Waalaikumsalam. Ayo duduk dulu.”


“Ilanya kemana bu?” tanya Angga


Tiba-tiba Ila menyahut pertanyaan Angga kepada ibunya itu.


“Maaf-maaf, jadi keluar ya hari ini.” ucap Ila dengan muka bantalnya


“Kamu sakit?” tanya Angga karena melihat Ila yang seperti lemas dan mukanya begitu pucat.


“Tidak, aku habis bangun tidur.” kata Ila sambil tersenyum.


“Aku pikir kamu kemana, soalnya aku chat dari subuh kamu tak menjawab. Kalau kamu sakit, istirahat saja. Aku bisa pergi sendiri.” kata Angga.


Ila menolaknya karena ia ingin ikut Angga saja daripada ia berada di rumah saat itu sangat membosankan.


“Aku ikut saja, lagipula hari ini aku tak ke restoran.” kata Ila


“Aku mandi dan siap-siap dulu ya. Oh ya sebenarnya kita mau kemana?”


“Aku mau ke bandara karena ada sepupuku yang mau kesini untuk liburan.”


Ila pun segera pergi mandi dan bersiap-siap. Beberapa menit kemudian setelah selesai semua. Mereka berdua berpamitan kepada ibu untuk pergi.


Saat di mobil, Angga menanyakan sekali lagi perihal keadaan Ila.


“Kamu yakin tidak apa-apa?”


“Iya aku baik-baik saja, memangnya kenapa?” tanya Ila


“Kelihatannya kamu lemas dan capek ya.”


“Seharusnya kamu salah bertanya seperti itu kepadaku. Kamu tanya pada dirimu sendiri, kamu yang lembur kemarin malam seharusnya kamu yang capek kan.”


“Aku baik-baik saja kok. Oh ya, kemarin malam kamu mimpi apa kok sampai terbangun dan tak bisa tidur lagi.” ucap Angga


Ila akhirnya menceritakan mengenai mimpinya saat itu kepada Angga dan sekarang Ila masih sangat cemas dan takut jika mimpi itu benar-benar terjadi dalam kehidupannya.


“Tidak perlu kamu pikirkan dan buang jauh-jauh pikiran seperti itu. Mimpi adalah bunga tidur jadi tak perlu kamu cemaskan. Lagi pula ada aku disini yang akan menjagamu.” kata Angga lalu ia memegang tangan Ila untuk menguatkannya.

__ADS_1


“Terima kasih ya, kamu selalu membuatku


tenang.” ucap Ila


Mereka berdua tak mengetahui keberadaan Kak Bima dimana. Setelah kejadian di acara pertunangan itu Kak Bima pergi begitu saja dan tak ada kabar darinya sampai saat ini.


Telah sampai di bandara, Angga menelepon sepupunya itu tentang keberadaannya dimana.



“Sepertinya itu dia.” ucap Angga.


Angga menghampiri laki-laki itu dan benar saja itu adalah sepupunya.


“Sudah lama kamu disini?” tanya Angga


“Tidak, aku baru saja.”


“Oh iya kenalkan ini sepupuku, namanya Alex.”


Ila pun menjabat tangan dari Alex sepupu dari Angga itu.


“Hai, aku Ila.”


“Dia kekasihku dan sebentar lagi akan menjadi calon istriku.” kata Angga


“Ayo kita lanjut mengobrolnya di rumah saja.” lanjut ucap Angga


Mereka pun pergi dan membawa Alex menuju rumah Angga.


Alex adalah sepupu dari Angga. Ia telah lama menempuh pendidikannya di Singapura dan sampai sekarang ia mendapatkan pekerjaan disana. Kedua orang tuanya saat ini tinggal di Bali dan kedatangannya ke Indonesia bukan untuk ke tanah kelahirannya, namun ada urusan yang sangat penting antara dirinya dan Angga yang harus mereka bahas bersama.


“Panas ya Jakarta.” ucap Alex


“Ya beginilah. Kamu sudah mengabari om dan tante di Bali kalau kamu mau kesini?” tanya Angga


“Iya sudah, bagaimana kalau kita makan dulu. Aku sudah lapar nih.” ucap Alex


“Kita ke restoran cabangku dekat sini saja sayang.” kata Ila


“Baiklah, kan kebetulan juga tak jauh dari sini juga.”


Sebelum pulang menuju rumah Angga, mereka mampir ke restoran milik Ila karena kebetulan saat itu sudah jam makan siang juga.


“Wah..ini restoranmu La, estetik dan indah banget.” ucap kagum Alex kepada Ila


“Iya, jangan berlebihan seperti itu. Kalau begitu kalian duduk disini dan pesan saja dulu, aku mau mengecek ke belakang dulu.” kata Ila.


Sekarang tinggal Angga dan Alex yang duduk di meja restoran, mereka berdua saling mengobrol satu sama lain dan melepas rasa kangen karena sudah lama sekali mereka tak bertemu.


“By the way, kamu pintar ya memilih calon istri. Sudah mandiri cantik pula.” ucap Alex

__ADS_1


“Siapa dulu, Angga” kata Angga dengan tersenyum.


BERSAMBUNG.


__ADS_2