Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 9 : MENYATAKAN PERASAAN


__ADS_3

Bima yang sudah tidak tahan memendam perasaannya itu menarik Ila kedalam pelukannya, karena hal itu Ila merasa heran.


"Ila, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku mohon biarkan aku melakukan ini kepadamu."


Ila saat itu tidak bisa melakukan apa-apa, hanya diam kebingungan


"Ada apa dengan Kak Bima, mengapa dia seperti ini?" tanya Ila di dalam hati


Kak Bima yang memeluk Ila dengan erat dan sesekali mengusap kepala Ila hanya terdiam sambil mempersiapkan dirinya untuk mengatakan perasaannya itu.


" A..a..aku suka kepadamu." ucap Kak Bima


Ila terdiam menelan ludah, jantungnya berdegup kencang karena kaget dengan pernyataan dari Kak Bima barusan. Keheningan dirasakan saat itu.


"Kalau kamu tidak bisa menjawab hari ini tidak apa-apa Ila, mungkin ini terlalu cepat dan kamu masih belum terlalu mengenalku" ucap Kak Bima


Kak Bima melepaskan pelukannya itu, lalu langsung memegang kedua tangan Ila sambil seraya berhenti sejenak


"Aku akan selalu menunggu jawaban darimu Il". Kata Kak Bima kepada Ila


"Maaf kan aku Kak." (hanya kalimat itu yang terlontar dari mulut Ila, karena dia masih bingung harus mengatakan apa. Dia masih tidak tahu dengan perasaannya itu, mungkin dia terlalu sibuk memikirkan masa depannya sehingga tak ada sedikit pun terlintas dibenakknya untuk menjalin kasmaran dengan orang lain)


Mereka pun akhirnya memisahkan diri, Ila yang melanjutkan untuk pulang ke rumah sedangkan Kak Bima pergi untuk membelikan sesuatu untuk ibunya itu.


...****************...


Sampai di rumah Ila mengetuk pintu dan terbukalah pintunya, Ibu langsung memeluk Ila


"Kamu dari mana saja, nak. Ayah,ibu dan adik panik memikirkan kamu yang belum pulang. Adikmu sampai menelefonmu beberapa kali namun tidak aktif." ucap Ibu panjang kali lebar


" Maafkan aku bu, tadi aku berboncengan dengan temanku dan saat perjalanan sepedanya mogok jadi kami mau tidak mau harus membawanya ke bengkel tadi."


"Baiklah, kamu cepat bersih-bersih, makan, lalu istirahat." kata ibu


Ila pun langsung bergegas melaksanakan perintah dari ibu kepadanya.


Setelah melakukan semua perintah ibunya mulai dari bersih-bersih sampai makan malam, waktunya Ila untuk istirahat di kamar.


Saat ingin memejamkan matanya tiba-tiba ada suara nada chat masuk dari ponselnya. Ila mengambil ponselnya itu dan dia melihat notif, ternyata itu chat dari Kak Bima.


"Ada apa lagi dengan dirinya ini, aku semakin tidak tahu harus bersikap bagaimana dengannya." (dalam hatinya Ila mengungkapkan perasaannya saat i

__ADS_1



Percakapan antara Ila dan Kak Bima diakhiri dengan ucapan terima kasih dari Ila.


Ila yang saat itu sudah cukup lelah tidak ingin memikirkan hal yang diucapkan Kak Bima tadi. Ila memutuskan untuk tidur saja. Lagi pula besok dia ada kuliah pagi hari.


...****************...


Keesokan harinya, Ila berangkat ke kampus. Saat dia selesai berpamitan dengan kedua orang tuanya , ada suara sepeda motor dari kejauhan dan ternyata itu adalah suara sepeda dari Kak Bima.


Ila saat itu merasa aneh dan kaget dengan keberadaan Kak Bima di pagi bolong ini.


"Ila,kamu mau berangkat ke kampus kan?" tanya Kak Bima


"I..I..Iya kak." jawab Ila dengan singkat


"Ayo kamu bareng sama aku aja, kebetulan hari ini aku ada pertemuan di kampus." ajak Kak Bima


"Tidak usah Kak, aku bisa naik bis saja."


Tidak banyak bicara Kak Bima turun dari sepedanya, dan menghampiri Ila lalu menarik tangannya. Ila saat itu hanya bisa terdiam dan tidak mampu untuk menolak permintaan dari Kak Bima karena dia merasa tidak enak.


Akhirmya mereka pun berboncengan bersama berangkat ke kampus.


"Loh..Ila, kamu sedang apa disini?" kata Angga tanpa melihat di sekitar, padahal terlihat jelas Ila bersama Kak Bima


"Hai, ngga." sapa Kak Bima


"Iya, kak." jawab Angga


"Ila, mau aku antar ke kelas?" tanya Kak Bima, tanpa mempedulikan Angga yang ada disamping Ila.


"Tidak usah, Kak. Aku ucapkan terima kasih sekali lagi ya kak atas boncengannya." kata Ila


Tanpa sekata pun terucap dari Kak Bima karena Ila sudah dengan cepat pergi dari sana karena sudah merasa risih dengan situasi saat itu.


Angga pun mengikuti Ila saat itu, dan mencoba untuk bertanya kepadanya.


"Waah..sekarang ada tukang ojek baru ya." tanya Angga sambil meledek


"Apaan sih kamu."

__ADS_1


"Kalau Kak Bima yang minta bonceng kamu mau, kira-kira kalau aku yang minta bagaimana?" tanya Angga sambil tetap fokus berjalan


"Memang kamu pernah mengajak aku untuk boncengan, sepertinya tidak pernah kan." jawab Ila agak sedikit ketus


"Iya sih, mana pernah aku mengajak kamu ya. Tapi kalau kamu aku ajak pasti mau kan."


"Btw, kamu sekarang naik sepeda motor, sudah bosan ya naik bis...hahaha."


"Kebetulan hari ini aku ingin mencari suasana baru dengan naik sepeda." jawab Angga dengan berbagai macam alasannya itu.


Saat mereka berjalan berdampingan, Mira melihatnya. Hal itu membuat Mira cemburu dan semakin membeci Ila. Dia memikirkan hal yang buruk yang mana akan melakukan apa saja agar bisa menghancurkan si Ila.


...----------------...


Mereka sampai di ruang kelas dengan tepat waktu, dosen pun datang setelah mereka duduk di bangku masing-masing. Kebetulan hari itu mereka duduk bersebelahan.


Saat dosen menjelaskan Angga saat itu yang sering memperhatikan Ila sedang melihat dia gelisah dan melamun. Angga langsung menepuk pundak Ila dan dia terbangun dari lamunannya.


"Ayo fokus, ibu nya lagi ngejelasin nanti ketinggalan bagaimana." ucap Angga


Ila sudah mulai fokus kembali dengan mata kuliahnya itu.


Ting tong..waktu menunjukkan sudah selesai pertemuan hari itu, sebagian mahasiswa sudah mulai meninggalkan ruang kelas namun disana hanya tersisa 5 anak saja yaitu Ila, Angga, Mira, dan 2 teman lainnya.


Ila langsung keluar kelas tanpa ada kata pun yang terucap di mulutnya kepada Angga , sedangkan Angga yang sedang membereskan peralatan di mejanya tidak sadar kalau Ila sudah meninggalkannya saat itu, padahal ada hal yang ingin ia tanyakan.


"Hai, ngga. Aku mau ngajak kamu buat makan siang." ajak Mira


"Maaf..Mir, aku lagi ada urusan." (tanpa memikirkan perasaan Mira, Angga langsung bergegas keluar karena sudah selesai beberes ia pun pergi meninggalkan Mira sendiri)


Angga mencoba untuk mencari keberadaan Ila, dia berkeliling kampus dan hampir menghabiskan waktu yang cukup lama akhirnya terlihatlah batang hidung dari si Ila itu. Dengan pelan-pelan Angga mengagetkan Ila dari belakang.


"Dorr...." (sambil menepuk pundaknya)


Ila pun kaget


"Mengapa kamu sendirian disini, kamu lupa mengajak aku." (seolah olah bertanya agar mencairkan suasana)


"Aku hanya ingin sendiri." ucap Ila dengan lesu


"Kamu ada masalah ya..? kalau kamu tidak keberatan kamu cerita saja kepadaku. Sekarang kan kita sudah friend" tanya Angga sambil melucu sedikit

__ADS_1


"Jadi gini..."


BERSAMBUNG


__ADS_2