Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 69 : MALAIKAT PENYELAMAT


__ADS_3

Hari ini Ila tengah disibukkan dengan kegiatannya di restoran. Pada saat jam istirahat, Kak Bima menghampiri Ila.


"Hai, kamu sudah makan siang?" tanya Kak Bima


"Belum, ini aku mau makan siang." ucap Ila


"Kalau begitu ayo ikut denganku."


Ila menuruti perkataan Kak Bima. Ia pergi bersama Kak Bima untuk makan siang bersama.


Hingga di waktu yang bersamaan, Ila dan Kak Bima tanpa sengaja berpapasan dan bertemu dengan teman lama Kak Bima saat duduk di bangku kuliah dulu. Kebetulan Ila juga kenal dengan teman Kak Bima itu. Mereka pun memutuskan untuk makan siang bersama.


Antara Kak Bima dan temannya saling mengobrol satu sama lain. Kak Bima juga mengenalkan kalau Ila adalah kekasihnya saat ini.


Suara handphone Ila berdering...


Betapa kagetnya, itu adalah telepon dari rekan kerjanya saat Ila masih kerja di perusahaan milik Angga.


"Halo Ila, ini aku dinda. Aku ingin mengabarkan kalau Pak Angga tiba-tiba pingsan dan kini tak sadarkan diri."


Ila sangat panik dan ia memutuskan untuk langsung pergi dari meja makannya. Kak Bima yang asik mengobrol dengan teman lamanya sontak bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Mengapa dia panik seperti itu." ucap Kak Bima


"Aku harus mengikutinya." lanjutnya


Kak Bima pamit kepada temannya dan mengejar Ila.


KANTOR PERUSAHAAN PRIMADI


Ila langsung masuk kesana dan mencari keberadaan Angga. Adapun karyawan disana mengarahkan ke sebuah ruangan yang biasanya digunakan untuk Angga beristirahat. Ruang itu layaknya kamar tidur.


"Bagaimana kamu bisa bergini." ucap Ila


Ila menanyakan perihal bagaimana Angga bisa pingsan seperti ini. Salah satu karyawan menjawabnya jika hari ini terdapat meeting dengan client yang sangat penting dan Angga ini mempersiapkannya dengan matang-matang.


"Sebenarnya dia tak boleh berpikir terlalu keras." ucap Ila.


Ila pun segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Angga.


Di luar kantor nampak Kak Bima yang sedang menunggu Ila untuk keluar.



Ila melihat keberadaan Kak Bima disana,namun ia berpura-pura untuk tak melihatnya dan ia langsung bergegas pergi ke mobilnya karena ia ingin pergi pulang untuk mengganti pakaiannya.

__ADS_1


"Maafkan aku kak, aku hari ini tak mau berdebat denganmu karena aku masih ada urusan yang lebih penting." ucap Ila sambil menancap gas mobilnya.


Kak Bima terus mengikuti pergerakan dari Ila. Dia pulang ke rumah lalu Ila keluar kembali dengan pakaian berbeda. Saat Kak Bima mengikutinya ternyata Ila kembali lagi ke kantor milik Angga.


"Untuk apa dia kembali kesini lagi." kata Kak Bima


Tak ingin tinggal diam ia buru-buru untuk mempergoki Ila keluar dari mobilnya dan menanyakan perihal hal tersebut.


Disaat Ila keluar dari mobil, ia tampak kaget melihat Kak Bima sudah ada dihadapannya.


"H..hm..hm Kak Bima." ucap Ila dengan wajah ketakutan.


"Iya, kamu mau kemana? ke perusahaan ini lagi, untuk apa?."


Ila menyeret Kak Bima untuk bicara di tempat yang agak sepi saja karena disana banyak lalu lalang orang yang berjalan.


"Begini kak." Ila memegang kedua tangan Kak Bima dan ragu untuk mengatakannya


"Ada apa? mengapa kamu lama sekali. Berikan aku penjelasan mengenai hal ini semua."


Ila menghela nafas lalu mengatakan semuanya kepada Kak Bima. Ila hari ini akan menggantikan Angga untuk meeting dengan client yang sangat penting karena kondisi Angga yang masih tak sadarkan diri sampai saat ini.


Kak Bima sebenarnya sangat marah kepada Ila yang ingin membantu Angga sampai segitunya, namun Kak Bima mencoba menahan amarahnya itu. Di sisi lain Ila sangat takut Kak Bima akan sangat emosi mendengar hal ini.


"Baiklah, jaga dirimu dan segeralah pulang kalau sudah selesai." ucap Kak Bima lalu mencium kepala Ila dan pergi dari sana.


BEBERAPA JAM KEMUDIAN


Meeting telah selesai, Ila mengecek keadaan Angga namun ia masih belum sadarkan diri. Ia pun merasa sangat lelah sekali hingga dirinya ketiduran di sofa di ruangan Angga.


Tak lama kemudian, Angga telah sadarkan diri. Ia masih kebingungan dengan apa yang telah terjadi dengan dirinya.


"Kepalaku pusing." ucap Angga


Karyawan yang menjaga Angga disana langsung memberinya minuman. Lalu mengatakan ini perihal Ila.


"Ila harus mengetahui tentang ini." ucap salah satu karyawan.


"Ila ada disini?" tanya Angga


"Iya pak, Ila ada disini. Mau saya panggilkan pak?"


"Tidak perlu biar aku yang kesana, dia ada dimana?"


Karyawan itu mengatakan jika Ila ada di ruangan kerja milik Angga, tak luput juga mereka menceritakan semuanya mengenai Ila yang membantu perusahaan ini untuk memenangkan hati client agar mau bekerja sama dengan perusahaan milik Angga.

__ADS_1


"Mari pak saya bantu ke ruangan bapak." ucap karyawan


Angga pun dibantu oleh para karyawan disana untuk menemui Ila. Lalu ketika ia tiba di ruangannya, ternyata Ila sedang tertidur lelap disana. Saat salah satu karyawan ingin membangunkannya, tetapi Angga melarang hal tersebut.


"Baiklah terima kasih, kalian bisa kembali bekerja." kata Angga


Menatap wajah Ila yang sangat kelelahan kala itu.


"Terima kasih untuk semuanya." ucap Angga sambil mengelus kepalanya.


"Kamu malaikat penyelamatku." lanjut Angga


Tak lama kemudian, Ila terbangun dari tidurnya dan merasa kaget karena di sebelahnya sudah ada Angga yang menatap dirinya.


"Kamu sudah bangun." ucap Angga


"Mengapa kamu tidak membangunkanku, apa kamu sudah tidak apa-apa? apa kamu membutuhkan sesuatu biar aku ambilkan." ucap Ila


"Apa kamu butuh minum?" ucap Ila yang tiba-tiba berdiri


Angga tersenyum kecil dan menghentikan Ila dengan memegang tangannya.


"Aku tidak butuh minum, Ila." kata Angga


Ila duduk kembali


"Tenangkan dirimu, aku baik-baik saja. Lihatlah dirimu, air liur dimana-mana." kata Angga yang meledek Ila


"Benarkah." Ila langsung mencari cermin yang ada di bedaknya dan melihatnya.


Ila lihat wajahnya di cermin tak ada air liur pun di sekitar sana.


"Kamu bohong ya Angga." kata Ila dengan wajah cemberut


Angga tertawa terbahak-bahak dengan sikap Ila saai itu. Ekspresinya sangat lucu hingga dia tak berhenti untuk meledeknya.


"Hentikan." kata Ila


"Sekarang aku ingin berbicara serius kepadamu." lanjut Ila


Angga yang semula tertawa langsung mengubah wajahnya menjadi lebih serius.


"Memang ada apa Ila." ucap Angga


"Sekarang ceritakan padaku, mengapa kamu bisa pingsan seperti ini. Aku sudah bilang padamu jangan terlalu berpikir keras, kesehatanmu lebih penting dari segalanya." kata Ila

__ADS_1


"Iya aku tahu, sekarang aku tanya padamu apa aku juga seseorang yang penting di hatimu." ucap Angga.


__ADS_2