Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 26 : PERNIKAHAN AKAN DILAKSANAKAN


__ADS_3

Di pagi hari, Ila seperti biasa pergi ke kantor bersama Jesi. Saat di perjalanan Jesi melihat Ila dari kaca spion terlihat seperti melamunkan sesuatu hal. Kemudian Jesi memutuskan untuk bertanya apa penyebab Ila melamun dengan begitu serius.


"Kamu sedang melamunkan apa?" tanya Jesi


Sempat tidak menjawab pertanyaan dari Jesi dan tiba-tiba karena Jesi menyenggol perut Ila, dia tersadar dari lamunannya itu


"Apa Jes, kamu senggol senggol aku." ucap Ila


"Kamu aku tanya dari tadi, tapi tidak ada jawaban. Kamu sedang melamunkan apa?" tanya Jesi lagi kepada Ila


"Nanti aku ceritakan kepadamu." kata Ila dengan singkat


Sesampainya di kantor ...


Jesi menagih janji Ila, kalau dia akan menceritakan apa yang dia lamunkan waktu mereka berkendara di jalan tadi. Kemudian Ila menceritakan kejadian malam itu kepada Jesi dan membuat dia terkejut. Jesi sudah menyangka kalau bosnya itu pasti ada perasaan kepada Ila. Jesi pun dalam hatinya mengatakan kalau sebenarnya Ila pun punya perasaan kepadanya, hanya saja Ila masih dibebani dengan perasaan dendam atas kematian ayahnya.


Karena sudah panjang lebar Ila menceritakan kejadian itu semuanya dari awal hingga akhir, mereka berdua pun bergegas memasuki kantor.


Sampai di ruangan Ila..


Tiba diruangannya, dia menaruh tasnya dan membersihkan mejanya yang kemarin sempat ada yang berantakan dan dia belum membersihkannya.


Setelah selesai, Ila duduk dan dia sangat haus saat itu kemudian dia pergi ke dapur untuk membuat minuman. Ila menuju dapur dan saat disana Ila mendengar kalau bos Angga mau meresmikan pernikahannya dengan Mira bulan depan. Ila yang mendengar itu semua tanpa sengaja menjatuhkan sendok yang ada di tangannya dan langsung bergegas untuk pergi dari sana karena semua mata pegawai lainnya tertuju kepadanya.


Ila kembali menuju ruangannya sambil memikirkan omongan para pegawai wanita tadi. Dia masih heran kepada Angga, mengapa Angga bisa menyatakan perasaan kepadanya sedangkan dia akan melangsungkan pernikahan dengan Mira di bulan depan. Tanpa disadari Ila memikirkan itu semua, dan seketika dia pun menyadari apa yang dia pikirkan itu tidak ada manfaat dan gunanya. Itu akan membuang-buang tenaga dan pikirannya dan lebih baik dia meneruskan pekerjaan kantornya yang masih belum selesai ia kerjakan.


...----------------...


Di rumah Angga..

__ADS_1


Saat Angga hendak berangkat ke kantor, Mira datang dengan ayahnya dimana Ayah Mira ini sangat memiliki peran atas kemajuan dari kantor milik Angga sehingga Angga sangat menghormati Ayah Mira.


"Om, bagaimana kabarnya? tanya Angga (sambil menjabat tangannya)


"Kabar baik, bagaimana perusahaan aman-aman saja kan?."


"Iya om, syukur alhamdulillah perusahaan aman. Ngomong-ngomong om kesini mau apa?"


"Ini om, diajak sama Mira katanya kalian berdua ingin melangsungkan pernikahan."


Angga merasa kaget, karena sepertinya dirinya belum membicarakan apapun dengan Mira masalah pernikahan. Kemudian Angga pun mempersilahkan Ayah Mira untuk masuk ke dalam rumah mewahnya itu.


Mereka bertiga pun mengobrolkan masalah pernikahan di sofa depan, Angga yang hanya bisa mengangguk dan menyerahkan semuanya kepada Mira atas segalanya.


Menuju ke kantor Angga..


"Sayang, kamu setuju kan apa yang aku usulkan tadi."


"Apa kamu tidak suka aku begini, aku hanya tidak ingin kamu diambil orang lain saja." ucap Mira


Angga hanya terdiam saja, hatinya saat itu bimbang memikirkan hatinya. Di lain sisi hatinya hanya untuk Ila, namun di sisi lain ada seseorang yang sangat baik membantu dirinya saat dia di masa kesusahan waktu itu yaitu Ayah dari Mira.


...----------------...


Di kantor...


Ila sangat disibukkan dengan pekerjaannya dan dia saat itu mengatasi semuanya masalah yang ada disana selama bos Angga belum datang menuju kantor. Pekerjaan Ila semakin bertambah dua kali lipat dari pekerjaannya yang sebelumnya yang hanya sebagai pegawai biasa. Namun dengan itu semua, Ila melakukan dengan senang hati karena gaji yang ia dapatkan tak mengkhianati kerja keras yang ia lakukan.


Dengan begitu penatnya pekerjaan yang Ila kerjakan, tiba-tiba Angga dan Mira datang dengan bergandengan tangan. Karena ruangan Angga melewati ruangan Ila, maka secara otomatis mata Ila melihat itu semuanya. Angga merasa risih dengan sikap Mira yang terlalu mesra kepadanya saat di kantor saat itu. Tapi Angga bisa apa, dia hanya bisa pasrah dengan sikap Mira kepadanya. Di satu sisi Ila merasa ingin keluar dari ruangan itu, karena dia tidak bisa melihat kemesraan Angga dengan Mira yang jelas-jelas dipamerkan di depan mata kepalanya.

__ADS_1



Angga melihat dorongan pintu yang terdengar jelas, sontak dia langsung menoleh ke arah sana dan melihat meja Ila saat itu kosong yang menandakan bahwa tadi yang keluar tadi adalah Ila. Angga ingin sekali menyusul Ila, namun Mira ada diruangannya saat itu dan dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Ila menuju meja Jesi, ia mengajak Jesi untuk keluar dari kantor sekalian makan siang di luar. Jesi menuruti permintaan Ila dan mereka berdua pun keluar dari sana..


Saat diperjalanan, Jesi menanyakan kepada Ila mengapa dia tiba-tiba mengajaknya untuk keluar kantor di jam segini. Namun Ila hanya menjawab kalau dia lagi bosan saja.


"Apa bos tahu kalau kamu keluar kantor, Il?" tanya Jesi


"Bos lagi sibuk pacaran, Jes. Jadi dia tidak akan tahu kalau kita lagi keluar."


"Ceritanya kamu cemburu, Il." dengan nada meledek ucap Jesi


Ila memukul bahu Jesi, karena merasa jengkel kepadanya. Jesi membawa Ila untuk jalan-jalan keliling kota karena dia tahu kalau sahabatnya itu sedang galau. Mereka pun berhenti di sebuah taman dan mereka duduk-duduk disana sambil membeli camilan.


"Kamu tidak mau cerita nih?" tanya Jesi


"Mau cerita apa?, aku tidak apa-apa." jawab Ila


"Tidak apa-apa tapi mukamu cemberut begitu."


Ila mencoba menutupi perasaannya kalau dia saat itu tidak apa-apa, padahal di dalam hatinya sangat sakit melihat Angga dengan wanita lain. Tapi mau dikata apalagi, Mira pernah saja melakukan berbagai cara agar dia mendapatkan cowok yang dia suka. Hal itu sudah pernah terjadi saat Ila dulu dekat dengan cowok yang disukai Mira dan Ila tidak akan melakukan hal itu untuk kedua kalinya. Ila juga sadar kalau memang Angga bukan untuknya, perbedaan dirinya jauh sekali apalagi permasalahan antara kita berdua masih belum ada titik terangnya. Sampai ia belum benar-benar memaafkan Angga atas kesalahan keluarganya, Ila belum bisa membuka hatinya meskipun dirinya juga sangat mencintai Angga.


"Hai..Il, kamu melamun lagi." (Sambil melambaikan tangan di depan wajah Ila Jesi mencoba menyadarkan sahabatnya itu)


"Maaf-maaf, aku melamun lagi ya." tersenyum lebar kepada Jesi


Mereka berdua menghabiskan waktu bersama di taman tersebut sampai tidak terasa sudah siang dan mereka berdua memutuskan untuk pergi akhirnya mereka mencari restoran terdekat yang ada disana.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)


BERSAMBUNG..


__ADS_2