Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 82 : PERASAAN KECEWA


__ADS_3

Keseharian Angga menjadi sangat suntuk semenjak ia mengetahui rahasia kedua orang tuanya itu.


"Apa kamu sakit?" tanya Alex


"Tidak aku tidak apa-apa." ucap Angga


"Mukamu sangat pucat sekali, apa kamu sungguh tidak apa-apa."


Angga meyakinkan Alex kalau dirinya baik-baik saja.


Telepon Alex berdering. Itu adalah panggilan dari Ila


"Halo."


"Iya, ada apa?"


"Apa Angga bersamamu?"


"Iya dia ada disini denganku, memang ada apa?"


"Aku dari tadi mencoba untuk chat dan menghubungi dia tapi tak ada jawaban. Apa dia baik-baik saja?"


"Aku lihat dia tak baik-baik saja. Kamu coba kesini saja." ucap Alex sambil berbisik.



Alex terus memandangi Angga dari ruang kerjanya. Ia sangat takut terjadi sesuatu dengan dirinya.


"Sebenarnya ada apa denganmu." ucap Alex yang terus memandangi Angga dari kejauhan.


...****************...


Waktu makan siang sudah tiba, Alex mengajak Angga untuk makan siang bersama tetapi Angga menolaknya.


"Aku masih kenyang, kamu bisa duluan saja." kata Angga


"Kamu tidak mau nitip sesuatu? biar aku belikan." tanya Alex


"Tidak, terima kasih." kata Angga


Alex pun memutuskan untuk keluar dan makan siang sendiri.


"Sudah dua hari ini ia tak mau kalau aku ajak makan siang. Aku semakin penasaran sebenarnya ada apa dengan dia." ucap Alex


Ila sudah berangkat menuju kantor Angga bersama dengan Jesi membawakan makan siang untuk Angga sekaligus Alex.


"La kamu ke ruangan Angga saja, aku tunggu kamu disini saja ya. Sekalian aku mau keliling-keliling di sekitar sini."


"Kamu tidak apa-apa sendirian?"


"Iya aku tidak apa-apa, nanti aku hubungi jika terjadi sesuatu." kata Jesi


Ila pun masuk ke dalam kantor Angga. Ila melihat Angga sepertinya sedang tidak sehat. Ia sedang duduk di sofa sambil memejamkan matanya menghadap ke atas.

__ADS_1


"Sayang." kata Ila dari kejauhan masuk ke dalam ruangan Angga.


Angga tak merespon perkataan Ila, dia hanya kaget lalu membuka matanya dan tersenyum saja.


"Aku menghubungi ke handphone kamu, tetapi kamu tidak ada jawaban. Sebenarnya kamu kenapa?" kata Ila sambil memegang tangan Angga


Angga hanya menggeleng, wajahnya tampak suntuk sekali.


Melihat Angga yang seperti itu, Ila mengetahui kalau Angga pasti ada masalah.


"Lihat aku." kata Ila sambil memalingkan wajah Angga di hadapannya.


"Kalau kamu ada masalah, kamu cerita sama aku ya. Bukan hanya kamu yang selalu ada untukku, tetapi aku juga akan selalu ada untukmu." kata Ila dengan menatap kedua mata Angga sambil meyakinkannya.



Angga tak berkata apapun, raut wajahnya bisa memperlihatkan seperti ada kesedihan di dalam hatinya.


"Kalau kamu masih belum siap untuk cerita, tak perlu untuk dipaksa. Ini aku bawakan makan siang untukmu, pasti kamu belum makan kan." lanjut ucap Ila.


Ila pun membawa bekal makan siang untuk Angga dan menyuapinya, tetapi disana ia tak melihat Alex.


"Kemana Alex?" tanya Ila


"Dia sedang pergi keluar untuk makan siang." ucap Angga.


"Dia tak mengajakmu?"


"Dia sudah mengajakku, tapi aku tidak mau saja." kata Angga


Di lain sisi Alex sedang berada di cafe dekat kantor. Ia ingin mencari suasana baru, jadi ia tidak melulu di kantin kantor. Kebetulan hari itu ia tak ingin makan besar, ia ingin membeli camilan saja disana.


Tak lama kemudian, Jesi berada di cafe yang sama dengan Alex. Ia berada disana sekalian menunggu Ila yang sedang menemui Angga.


Saat Jesi sedang berjalan, tanpa sengaja pelayan cafe menabrak Jesi dan membuat makanan dan minuman juga ikut terjatuh.


"Aduh." ucap Jesi


Jesi kesakitan karena terkena pecahan beling saat membantu pelayan untuk membereskan.


Alex dari kejauhan melihat kejadian itu dan ia melihat wajah Jesi.


"Itu kan Jesi, ada apa dengan dia." kata Alex


Alex pun menghampirinya dan seketika melihat kondisi tangan Jesi yang terluka.


"Ada apa dengan tanganmu?"


"Ini terkena pecahan beling."


Alex pun menarik Jesi menuju mobilnya saat itu. Jesi merasa kebingungan dan dia menurutinya di saat Alex membawanya.


"Kamu diam disini." kata Alex

__ADS_1


Mereka berdua berada di dalam mobil yang sama. Alex sibuk mencari P3K untuk mengobati tangan Jesi.


"Ini tidak apa-apa kok." kata Jesi


"Kamu diam saja, aku obati luka di tanganmu. Sini." perintah Alex.


Jesi tak menyangka lelaki yang menyebalkan seperti Alex ternyata dia punya rasa simpati yang tinggi juga.


"Sudah selesai." ucap Alex


Saat itu Jesi melamun memikirkan kebaikan dan rasa kagumnya kepada Alex, hingga tanpa sadar Alex telah selesai mengobatinya. Sontak Jesi kaget karena Alex disana mencoba untuk menyadarkan Jesi dari lamunannya itu.


"Sudah selesai ya, terima kasih." kata Jesi dengan wajah salah tingkahnya.


...****************...


Di tempat lain tepatnya di ruangan Angga, disana masih tampak Ila yang telah selesai menyuapi Angga.


"Alhamdulillah, sudah habis. Tak sia-sia aku masak ini." kata Ila


"Kamu masak sendiri?"


"Iya."


Angga merasa kagum dan juga terharu dengan Ila yang harus capek-capek masak untuk dirinya, sehingga dia langsung memeluk kekasihnya itu


"Terima kasih ya." ucap Angga


"Tadi juga sekalian saja, soalnya Jesi ke rumah minta ajarin memasak juga."


"Lalu Jesi kamu tinggal sendiri di rumah?"


"Tidak, dia ikut aku kesini dan dia mau keliling-keliling sekitar sini."


Dalam pelukan Angga, Ila sedang mengelus punggung Angga dan mencoba melakukan deep talk dengan dia.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Ila karena ia merasa Angga sedang menangis di bahunya saat itu.


Angga tak menjawab pertanyaan dari Ila.


"Kamu menangis ya? sebenarnya ada apa denganmu? jangan membuatku panik." ucap Ila sambil mengelus Angga


Disana terdengar Angga sedang menangis, suara sesenggukannya pun terdengar di telinga Ila saat itu.


Ila menyuruh Angga untuk menangis sekencang-kencangnya dan membiarkan Angga mengeluarkan semuanya supaya ia bisa lebih lega. Lalu setelah sekian lama Ila menunggu, akhirnya suara tangisan itu pun tiba-tiba mereda dengan sendirinya. Ila pun melepas pelukan itu.


"Apa kamu sudah lebih mendingan?" tanya Ila


Angga hanya mengangguk, Ila merasa kasihan dengan keadaan kekasihnya di kala itu. Ia mengambil tisu dan mengusap air mata yang penuh membasahi wajahnya.


"Aku akan selalu ada untukmu, jadi kamu jangan merasa sendiri." kata Ila sembari mengusap air mata dari Angga.


Ila pun juga merapihkan rambut dan baju Angga yang sedikit berantakan di saat itu. Ila akan selalu siap jika Angga siap untuk menceritakan semua masalahnya kepada dirinya.

__ADS_1


"Terima kasih ya." ucap Angga


Hanya kata terima kasih yang selalu Angga ucapkan kepada Ila. Ia sangat beruntung mempunyai Ila sebagai kekasihnya.


__ADS_2