
Angga membuka kado dari Ila, dia sangat menyukai kado darinya. Dia sangat bersemangat sekali membuka kado itu. Setelah beberapa tahun tidak menerima kado darinya, akhirnya ini bisa terwujud kembali.
"Maaf ya aku hanya bisa memberikan ini, semoga dengan bertambahnya umur kamu lebih dewasa dan panjang umur sehat selalu." kata Ila
Angga sangat terharu dengan ucapan Ila yang begitu manis, dia tidak menyangka Ila bisa kembali seperti Ila yang dulu ia kenal. dia pun langsung memeluk Ila saat itu.
"Aku sangat senang kamu berikan ini untukku." ucap Angga
"Tapi kan itu hanya sebuah gelang tangan saja." kata Ila
"Aku tidak peduli apapun itu, yang penting itu pemberian darimu dan sangat berkesan buatku." ucap Angga.
Ila tersenyum mendengar perkataan Angga kala itu sampai dia tidak sadar kalau ia saat itu masih di pelukan Angga.
"Kamu mau seperti ini terus." kata Ila sambil menyindir Angga yang sedari tadi memeluknya erat.
Angga hanya diam saja, dia tetap saja tidak melepaskan pelukannya itu. Dia tidak mempedulikan perkataan Ila. Karena menurut Ila itu sudah berlebihan, ia mendorong Angga.
"Rasakan kamu, kamu modus ya peluknya lama sekali." kata Ila
"Apa aku tidak boleh memeluk sahabatku." ucap Angga
Padahal Angga tidak mau lepas dari Ila, hanya saja dia memberi alasan seperti itu agar tidak ketahuan Ila.
"Ya sudah, aku kembali ke kursiku." kata Ila
Angga pun mengizinkan Ila untuk kembali dan melanjutkan pekerjaannya.
...----------------...
SAATNYA MAKAN SIANG.
Semua pegawai disana pergi makan siang semuanya. Di saat Ila hendak pergi makan siang, tiba-tiba ponselnya berdering..
Itu telpon dari Kak Bima. Kak Bima menelepon Ila karena ia membutuhkan bantuan. Kak Bima saat itu ingin mengadakan presentasi dengan klien tetapi orang yang biasa untuk melakukan presentasi tidak masuk karena sakit.
Jadi Kak Bima meminta bantuan Ila untuk melakukan presentasi di depan kliennya karena Kak Bima yakin bahwa Ila bisa membawakan materi yang telah disiapkan itu. Kak Bima tak pernah ragu dengan kemampuan Ila, secara dia adalah lulusan terbaik di kampus.
Ila berpikir sejenak dengan permintaan Kak Bima itu. Setelah ia pikir lagi, semua karyawan sedang makan siang dan ini masih jam istirahat kemudian ia lihat di ruangan bos, dia sedang tidur sehingga dia bersedia untuk melakukan presentasi itu.
"Baik Ila, aku jemput kamu ya sebentar lagi. Aku tunggu kamu di depan." kata Kak Bima.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Kak Bima datang dan Ila saat itu sudah ada di depan kantornya. Suara klakson mobil berbunyi, Kak Bima turun dan membuka pintu untuk Ila.
Tanpa Ila sadari, Jesi melihatnya sedang berada di luar lalu kemudian pergi. Jesi tidak melihat siapa orang yang ada di mobil itu. Karena dia sangat penasaran, Jesi chat Ila untuk menanyakan kalau dia pergi dengan siapa. Saat itu ponsel Ila mati, sehingga tidak membaca pesan dari Jesi sahabatnya itu.
Selama perjalanan Kak Bima memberikan materi presentasinya.
"Kamu pelajari ini dulu ya, masih ada waktu sekitar 30 menit untuk ini." kata Kak Bima
"Aku kurang yakin kak untuk ini, apa aku bisa ya?" tanya Ila
"Kamu itu pintar Ila, aku percaya dengan kamu sepenuhnya." lanjut Kak Bima
"Bagaimana kalau aku mengecewakan kakak?" tanya Ila
"Jangan khawatirkan hal itu." sambil memegang tangan Ila.
Ila memindahkan tangannya karena merasa tidak nyaman.
"Kamu bisa lanjutkan, untuk mempelajarinya." lanjut Kak Bima.
...----------------...
Lain sisi, Angga yang sedari tadi ada di ruangannya . Dia habis istirahat, dia ketiduran di kursinya.
Perutnya terasa lapar, karena ia belum makan siang sedari tadi. Ia sangat mengantuk sehingga dia ketiduran. Hal ini dikarenakan karena ia habis begadang menyelesaikan pekerjaannya yang belum terselesaikan.
Angga berencana mengajak Ila untuk makan siang, tetapi saat ia menuju mejanya Ila tidak ada disana.
"Kemana dia?" kata Angga
Angga pun meninggalkan ruangannya dan pergi sendiri untuk mencari makan siang. Kebetulan Angga berpapasan dengan Jesi, kemudian ia menanyakan keberadaan Ila.
"Kamu tahu Ila dimana?" tanya Angga
Jesi mengatakan kalau dia tidak tahu, tetapi dia melihat Ila tadi keluar kantor.
"Apa Ila tidak berpamitan dengan bapak?" tanya Jesi
"Tidak, dia tidak mengatakan apapun kepada ku." ucap Angga
__ADS_1
Angga pun memikirkan keberadaan Ila. Dia mencoba mengirim pesan kepadanya siapa tahu dia membalas. Sembari menunggu Ila membalas, ia pergi makan siang.
Beberapa jam kemudian, sampai Angga selesai makan siang Ila tidak membalas pesannya.
"Ada apa dengan anak ini." kata Angga dengan khawatir
Angga mondar-mandir menelepon ponsel Ila tetapi dia tidak menjawabnya. Angga sangat cemas karena ia masih belum tahu dengan keadaan Ila saat itu.
Angga pergi untuk menemui Jesi, ia menanyakan perihal kepergian Ila dari kantor.
"Kamu lihat Ila di mana Jes tadi? Ila pergi lewat pintu yang mana?"
"Disana pak, dia lewat pintu depan."
"Bagus, aku mau lihat cctv kantor. Kamu mau ikut atau tidak?" ucap Angga
Jesi ikut dengan Angga. Mereka berdua bersama-sama melihat cctv itu. Disana tidak terlihat jelas wajah yang naik mobil tersebut, tetapi kalau dilihat dari postur tubuh dan mobilnya Angga mengetahuinya.
"Aku tahu siapa yang mengajak Ila pergi." kata Angga.
"Memang siapa pak?" tanya Jesi
Angga tidak menjawab pertanyaan dari Jesi, dia langsung pergi begitu saja. Dia mengendarai mobilnya, dia ingin menuju ke kantor Kak Bima.
Selama di perjalanan, dia sangat marah karena tidak ada yang izin dengannya untuk pergi entah itu Ila atau Kak Bima
"Berani sekali, dia membawa Ila tanpa seizinku. Dia masih pegawaiku." kata Angga
Dia menancap gas mobilnya untuk segera tiba di kantor Kak Bima. Setelah itu, dia telah sampai Angga langsung menuju resepsionis, dia menanyakan keberadaan Kak Bima. Tetapi saat disana, pegawainya bilang kalau Kak Bima tidak ada di ruangannya. Angga tidak percaya dengan omongannya, ia langsung menerobos ke ruangan Kak Bima.
Benar saja, Kak Bima tidak ada di ruangannya. Kak Bima saat ini telah bersama Ila untuk melakukan presentasi. Hasil presentasi yang Ila lakukan membawa perusahaan Kak Bima menjadi lebih berkembang pesat. Hal ini membuat Kak Bima senang sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Ila.
"Terima kasih, berkat kamu perusahaanku bisa diterima dan mendapatkan keuntungan yang besar. Kamu lihat semua orang terkagum dengan presentasi yang kamu bawakan." kata Kak Bima
"Ila memang yang terbaik." sambil mengacungkan kedua jempolnya itu Ila
Ila tersenyum dan menundukkan kepalanya untuk mengucapkan terima kasih. Ila mencoba melihat jam dan itu sudah sangat sore. Ila merasa cemas.
BERSAMBUNG.
Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)
Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏
__ADS_1