Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 42 : PERNYATAAN ILA


__ADS_3

Angga yang telah memutuskan untuk mengejar Ila saat itu langsung menuju ke tempat parkir karena ia sudah mencari Ila di segala tempat tetapi dia tidak ada disana.



Angga pun mengendarai mobilnya untuk mencari Ila. Dia pergi ke arah rumah Ila, ia yakin kalau Ila pasti pulang ke rumahnya. Dia mengitari dan melihat sekitarnya yang mana siapa tahu Ila ada disana.


"Aku tidak akan membuatmu sendiri dalam keadaanmu seperti itu." kata Angga sambil menyetir.


Tak lama kemudian, Angga melihat seperti Ila. ia melihatnya yang sedang naik sepeda motor sambil diboncengi seseorang. Angga ingin memastikan kalau itu Ila, dia membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Lalu sampai di sebelah sepeda motor itu, benar saja itu adalah Ila.


"Ila berhenti." teriak Angga sambil membuka kaca mobilnya.


Ila mendengarnya dan menyuruh ojeknya untuk mengebut tanpa mempedulikan mobil yang ada di sampingnya.


Angga yang melihat itu, tidak mau tinggal diam. Dia juga ikut mengebut dan membuntuti sepeda motor yang membawa Ila. Angga tidak mudah menyerah hingga dia menghadang sepeda motor ojek itu. Dia turun dari mobil itu dan menghampiri Ila.


"Ayo ikut denganku." suruh Angga


"Aku tidak mau." jawab Ila dan menyuruh ojek itu untuk jalan terus


Angga tidak memperbolehkan ojek itu untuk terus dan langsung membayarnya agar ojek itu pergi dari sana.


"Mbak bisa turun." ucap ojek itu setelah dibayar oleh Angga.


Mau tidak mau Ila turun dari sana. Ila merasa kesal kepada sikap Angga saat itu.


"Apa yang kamu mau?" tanya Ila


Tanpa banyak bicara, Angga menarik tangan Ila dan menyuruh dia untuk ikut dia. Namun apa yang terjadi.


"Aaaahhhh...." teriak Ila merasa kesakitan sambil memegangi kakinya.



"Ada apa denganmu?" tanya Angga


Angga melihat Ila yang memegangi kakinya kemudian melihat kaki Ila, disana terlihat memar. Angga tidak tinggal diam, dia pun tiba-tiba saja menggendong Ila untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Apa yang kamu lakukan, turunin aku." ucap Ila saat Angga menggendongnya.


Meskipun Ila menyuruhnya untuk tidak menggendongnya tetapi tetap saja Angga menggendong Ila hingga sampai di mobilnya. Tanpa basa basi Ila menanyakan maksut Angga.


"Oke sekarang katakan disini saja, apa maumu sebenarnya? "tanya Ila


"Bukannya kamu di acara pertunangan, tapi kamu ada disini." lanjut Ila


Angga tidak menjawab pertanyaan Ila, tetapi langsung menancap gas mobilnya dan pergi dari sana. Angga melakukan hal itu agar Ila bisa sampai di rumah sehingga dia bisa mengobati memar di kakinya

__ADS_1


"Kamu diam saja." ucap Ila


"Kamu turunkan aku dari sini, kalau kamu tidak mau bicara." lanjut Ila


Angga tetap saja dengan pendiriannya, namun Ila tidak tinggal diam begitu saja. Dia mengancam dia akan lompat dari mobil kalau dia tidak bicara kepadanya. Memang kalau tidak ada aksi maka tidak ada reaksi dari Angga. Ila pun sungguh melakukan itu, dia berawal dengan membuka pintu mobil. Angga ketakutan melihatnya dan berbicara kepadanya.


"Oke..oke pertanyaan mana yang ingin aku jawab ini." kata Angga


"Apa ada yang ingin kamu bicarakan padaku? mengapa kamu menyusul aku seperti ini?" tanya Ila



Angga langsung memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Angga membalikkan badannya ke arah Ila dan meraih tangannya.


"Aku mau minta maaf kepadamu." ucap Angga


"Minta maaf buat apa?" jawab Ila pura-pura tidak tahu maksut Angga.


Angga menjelaskan kepada Ila kalau dia meminta maaf karena menyakiti hatinya. Ila pun berusaha menyembunyikan perasaannya, dia mengatakan kepada Angga kalau tidak ada yang perlu untuk minta maaf karena dia tidak apa-apa.


"Aku tahu, kamu mempunyai yang sama denganku." kata Angga


"Kamu apaan sih.." ucap Ila sambil melepaskan kedua tangannya.


"Aku memang benar kan." kata Angga


SAMPAI DI DEPAN RUMAH ILA.


Ila pun hendak turun dari mobil, tetapi Angga memberhentikannya dengan memegang tangannya.


"Tunggu dulu." kata Angga


Ila tidak jadi untuk turun dan menuruti permintaan Angga untuk dia tetap di mobil.


"Ada apa lagi?" tanya Ila


Angga mengungkapkan niatnya lagi kepada Ila untuk minta maaf. Ila menjelaskan lagi kepada Angga lagi kalau tidak ada yang perlu untuk minta maaf.


Angga menangis di depan Ila.


"Ada apa denganmu?" ucap Ila


Dia mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi Angga.


"Apa yang kamu perbuat saat ini sangat memalukan, hentikan tangisanmu." kata Ila yang ikut menangis juga karena terbawa perasaannya. (sambil tetap mengusap air mata Angga yang jatuh).


Ila berusaha menghentikan Angga yang menangis, karena dia tidak tega melihat kondisinya saat itu.

__ADS_1


"Apa aku jahat kepadamu." ucap Angga sambil menangis


"Apa yang kamu katakan, tidak ada yang jahat. Kamu sangat baik padaku." kata Ila


"Kamu berbohong, kamu tutupi perasaanmu itu." ucap Angga


Ila hanya terdiam saat Angga mengatakan itu. Ila langsung membalikkan badannya ke arah depan.


Angga saat itu mencoba menjelaskan kalau Ila sedang cemburu karena dirinya bertunangan dengan Mira. Angga bisa merasakan itu dari diri Ila. Namun Ila tetap saja mengatakan kalau dia baik-baik saja. Tiba-tiba petir menyambar, Ila menutupi telinganya karena ketakutan. Hujan turun, sedangkan mereka berdua masih di dalam mobil.


"Petir pun bisa tahu kondisimu dan hujan pun tahu tentang perasaanmu saat ini." ucap Angga



Ila meneteskan air mata dan memalingkan wajahnya untuk mengusapnya.


"Maksutmu apa?" tanya Ila seakan dia tidak tahu.


Angga menyuruh Ila untuk melihatnya dan Ila menurutinya. Angga menanyakan untuk terakhir kalinya kepada Ila apakah dia tidak mencintainya. Tatapan Angga saat itu sangat dalam kepada Ila, hingga membuat Ila mengatakan ini.


"Iya..iya aku aku ...(sambil menangis) mencintaimu Angga." kata Ila sambil menutupi wajahnya.


"Tapi sekarang buat apa ini semuanya, kamu seharusnya juga tidak perlu tahu ini, apalagi kamu sudah menjadi milik Mira." lanjut Ila (menangis sesegukan dengan menutupi wajahnya).


Angga tersenyum mendengar pernyataan Ila, hatinya sangat senang karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Angga merasa kalau perjuangannya untuk mendapatkan hati Ila tidak ada yang sia-sia.


"Terima kasih tuhan, terima kasih Ila." kata Angga dengan ekspresi bahagia.


Ila yang sedang menangis dengan menutupi wajahnya tiba-tiba terdiam dan membuka tangannya.


"Apa maksutmu?" tanya Ila


"Aku senang sekali karena kamu juga mencintaiku." kata Angga


"Aku masih tidak mengerti denganmu."


"Ayo kita memulai hubungan kita yang lebih serius." ucap Angga sambil memegang tangan Ila.


Ila pun tidak mengerti maksut Angga yang


mengajak dia menuju ke hubungan yang lebih serius padahal dia statusnya adalah tunangan dari Mira.


BERSAMBUNG.


Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)


Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2