
Hari itu adalah hari yang spesial untuk Angga, namun Angga menganggapnya hari itu adalah hari yang biasa saja.
Ila dan orang tua Angga telah menyiapkan surprise untuk Angga yang bertempat di rumahnya. Ila akan berakting lupa akan ulang tahun kekasihnya itu hingga membuat Angga sedikit kecewa kepada Ila.
"Tidak penting juga, buat apa aku marah. Toh hari ini buatku juga biasa saja." ucap Angga yang saat sedang berada di ruang kerjanya.
Saat Angga pulang ke rumahnya, lampu dirumah padam.
"Ini kenapa, kok mati si." kata Angga
Ketika ia membuka pintu rumahnya, tiba-tiba
"Surprise..." teriaknya
Semua orang ada disana mulai dari papa, mama, teman-teman Angga tetapi disana tak terlihat keberadaan Ila.
Semua orang mengucapkan selamat ulangtahun kepada Angga tetapi raut wajah Angga tidak merasa senang.
"Hentikan." teriak Angga
"Kalian ini buat apa si buat pesta pesta seperti ini." kata Angga kepada kedua orang tuanya.
Ia langsung pergi meninggalkan mereka yang ada disana dan dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Tanpa ia sadari Ila melihat kelakuan dari Angga saat ia hendak melangkahkan kaki ke rumahnya.
"Mohon maaf ya semuanya." kata orang tua Angga
Semua teman Angga pun disuruh pulang lalu Ila masuk ke dalam untuk bertemu mama papa Angga.
"Om tante maaf ya Ila telat ya, tadi soalnya ada urusan dulu di resto." ucap Ila
"Iya gak papa sayang." ucap mama
Mereka tampak sedih dengan sikap Angga yang tak menginginkan pesta itu.
"Angga kemana om tan?" tanya Ila
"Dia ada di kamar, biar tante yang samperin ya." ucap mama Angga.
Mama Angga pergi ke kamar anaknya itu, namun ketika ia mengetuk pintu kamar sambil memanggil nama Angga tiba-tiba pintu kamar itu terbuka.
"Apa lagi sih."
"Mama."
Mama Angga tak dikasih bicara oleh anaknya itu.
"Aku tidak mau pesta-pesta seperti itu." kata Angga sambil marah-marah
"Kamu ini kenapa sih nak, apa salah kita kalau buat pesta seperti itu?"
"Salah banget. Jangan pura-pura ga tahu anda."
"Apa yang kamu maksut nak, mama benar-benar ga tahu."
"Apa anda yakin kalau anda buat pesta seperti itu, aku akan bahagia? tentu tidak, karena apa?karena anda bukan keluargaku." kata Angga
"Apa yang kamu maksut nak, ini mama Angga." ucap mama Angga
Angga sudah muak, ia memutuskan menutup pintu. Namun ketika pintu itu hendak ditutup, tangan Ila mendorong pintu itu.
__ADS_1
"Stop." teriak Ila
Ila telah mendengar semua percakapan antara ibu dan anak itu. Melihat mama Angga yang menangis, Ila menyuruhnya itu pergi untuk menenangkan diri.
Sekarang hanya ada Ila dan Angga.
"Sayang, kamu ada disini." kata Angga sambil meraih tangan Ila tapi Ila menghindarinya.
"Apa yang telah kamu lakukan." ucap Ila dengan tegas
"Memang apa yang aku lakukan."
"Kamu merasa ada yang salah?"
"Salah apa? aku tidak tahu ah." kata Angga
"Kamu coba pikirkan lagi, apa kesalahanmu." kata Ila
Angga sedang berpikir, tetapi ia masih saja tidak menyadari kesalahannya.
"Masih belum tahu juga, ok kalau begitu aku beri tahu." ucap Ila
Ila mengatakan kalau ia sama sekali tidak menyukai sikap Angga hari ini. Ia pun menjelaskan Angga yang ada sekarang dihadapannya bukan Angga yang Ila kenal.
"Sikapku yang mana?"
"Perlakuanmu dengan ibumu apakah itu benar?"
"Ya tentu, aku kan sudah pernah menjelaskan padamu, dia telah membohongiku lalu apakah aku salah aku membenci dia." ucap Angga
"Aku sudah cukup mengerti ya, kamu cerita sama aku tentang itu. Aku pikir kamu akan menghargainya dan dengan berjalannya waktu kamu akan mulai melupakannya, tetapi tidak."
"Iya aku tahu, cobalah kamu bersikap lebih dewasa."
Angga sangat marah dengan perkataan Ila seakan-akan menyudutkan dirinya.
"Sampai kapanpun aku tidak mau menerima dia." ucap Angga
"Perlu kamu ingat ya Angga, meskipun dia bukan ibu kandungmu apa wanita itu pernah menyakitimu selama ini? apa dia menelantarkanmu? apa dia selalu merawatmu kalau kamu sakit?. Semua jawaban itu hanya kamu dan hatimu yang tahu."
Angga memikirkan semua perkataan yang Ila lontarkan kepadanya saat itu.
"Kalau begitu aku permisi, maaf kalau aku salah dan membuatmu ga nyaman dengan pesta ini." kata Ila
Ila bergegas pergi dan memberikan sebuah kotak hadiah yang telah ia bawa.
Angga memikirkan perkataan Ila tadi.
"Apa dia yang membuat pesta ini." ucap Angga dengan ekspresi wajah yang bertanya-tanya.
Sebelum tertinggal dengan Ila, ia mencoba untuk mengejar Ila. Akhirnya Angga berhasil membuntuti Ila. Ketika Ila membuka pintu mobilnya, tiba-tiba Angga menutupnya kembali.
"Tunggu dulu." kata Angga
"Ada apa?" tanya Ila dengan muka bete
"Aku mau tanya, apa kamu yang buat pesta ini?"
__ADS_1
"Buat apa juga buat kamu, kan pestanya juga ga penting kan buat kamu. Udahlah." kata Ila kemudian ketika hendak pergi tapi Angga menahannya.
"Tunggu dulu." kata Angga
"Apa lagi."
"Aku tanya serius sama kamu, apa kamu yang membuatnya."
"Kamu pikir aku dari tadi bercanda." ucap Ila
"Apa kamu yang membuatnya?"
Karena Angga terus menerus bertanya siapa yang membuat pesta itu, akhirnya Ila menjadi geregetan.
"Iya iya aku. Puas." kata Ila
"Ternyata kamu yang membuatnya."
"Iya kenapa? kan kamu tidak suka." ucap Ila
Tiba-tiba Angga langsung memeluk Ila
"Lepaskan ngga." kata Ila
Angga tetap saja memeluk Ila. Angga melakukan ini sebagai permintaan maaf dirinya kepada Ila karena tak menghargai pesta yang telah ia buat.
"Maafkan aku karena aku tadi telah marah padamu." ucap Angga
Kemudian Angga menggenggam tangan Ila dan membawanya pergi dari sana.
...****************...
Angga membawa Ila ke rooftop rumahnya.
"Bagaimana kalau kita rayakan ulang tahunku disini." kata Angga
Ila pun membawa kue ulang tahun yang telah ia siapkan untuk Angga tak lupa ia menyalakan lilin diatasnya.
"Sebelum kamu tiup ini, kamu make a wish dulu." kata Ila
"Kamu juga ya."
"Oke."
Kedua mata mereka tertutup saling memanjatkan sebuah harapan. Ila sangat berharap Angga mau menerima mamanya kembali di hidupnya. Namun Angga berharap Ila akan selalu ada di hidupnya.
"Amiinn.." ucap Ila
"Aku hitung ya, satu dua tiga "
Angga dan Ila pun meniup lilin bersama-sama lalu bertepuk tangan bersama.
"Kamu meminta apa tadi? tanya Angga kepada Ila
"Aku meminta kepada tuhan apapun yang terbaik buat kamu. Kalau kamu apa?" tanya Ila
"Rahasia dong."
"Ih..curang, untung saja aku tidak mengatakan semuanya apa yang aku doakan untukmu." kata Ila
__ADS_1
"Kamu juga curang." ucap Angga
BERSAMBUNG.