
Menyambut hari ulang tahun perusahaan, semua pegawai mempersiapkannya sesuai dengan jobdesk masing-masing. Ila mendapatkan tugas untuk mengurusi semuanya baik dari segi dekorasi sampai cathering. Ila sebagai sekretaris yang mewakili Angga memerintahkan bawahannya untuk menjalankan tugas dengan baik.
"Kamu lakukan tugas sesuai dengan apa yang aku perintahkan, aku tidak mau ada yang kurang karena banyak orang-orang penting yang akan datang." ucap Angga kepada Ila
Angga bicara apa saja yang di mau dari ulang tahun perusahaannya, sedangkan Ila mencatat apa yang diucapkannya. Semua kebutuhan yang diperlukan Ila catat dengan baik.
Saat itu tubuh Angga dan Ila menjadi dekat, kedua mata saling bertemu satu sama lain. Angga dan Ila saling bertatapan.
Angga yang semakin dekat dengan wajah Ila, hingga dia memejamkan kedua matanya saat itu. Angga melewati wajah Ila dan berhenti di telinga Ila
"Mengapa kamu begitu cantik hari ini." ucap Angga merayu sambil berbisik.
Ila melangkah kan kakinya ke belakang, tetapi Angga mengikuti setiap langkahnya. Karena terus menerus mendekat hingga di saat itu tangan Ila menghentikan Angga tepat di dadanya.
"Stop..." ucap Ila
Angga memegangi tangan Ila dengan begitu lembut kemudian dia menariknya sampai Ila jatuh di pelukannya. Angga pun menyibak dan membenarkan rambut Ila karena menutupi wajah Ila saat itu. Ila mencoba lepas, tetapi tangan Angga melingkar erat di pinggang Ila.
"Kamu mau kemana?, aku kan belum selesai. Ada yang masih belum kamu catat." ucap Angga sambil tersenyum.
"Kamu mencari masalah dengan aku ya." kata Ila
Angga membawa wajah Ila di hadapannya. Kedua tangannya memegangi wajah Ila. Angga menatap serius mata Ila.
"Ingat, kamu jangan marah begitu. Aku masih bos mu disini." ucap Angga sambil senyum meledek.
Ila saat itu hanya bengong saja dan kemudian tersadar. Ila pun melepaskan tangan Angga dari wajahnya.
"Kalau memang tidak ada lagi aku izin pergi ke meja kerjaku, Pak." ucap Ila pergi meninggalkan Angga dan hatinya sangat begitu kesal saat itu.
Ila menghela nafasnya karena tidak ada yang tahu kejadian itu.
PESTA ANNIVERSARY DIMULAI.
Semua tamu undangan ada disana, tak terkecuali Kak Bima yang menjadi partner kerja dari Perusahaan Primadi.
Ila sudah menyiapkan semuanya dengan benar saat itu, pesta dilakukan di tempat yang terbuka.
__ADS_1
Kak Bima sedang membawakan Ila bunga untuknya. Ila pun menerima pemberian bunga dari Kak Bima. Saat disana Ila sangat sibuk sekali, dia pun belum mempersiapkan dirinya sendiri.
"Ini untukmu." kata Kak Bima (memberikan bunga kepada Ila)
"Terima kasih, Kak." ucap Ila
Saat memberi minuman kepada Ila karena dilihat sepertinya dia lelah, tanpa sengaja minuman itu tumpah dan mengenai pakaian dari Kak Bima. Ila pun merasa bersalah dan meminta maaf kepada Kak Bima. Ila bingung harus berbuat apa, pikirannya terbagi.
"Kak, aku minta maaf ya. Kakak aku mau ambilkan baju?" kata Ila (dengan tangannya menggenggam memohon).
"Tidak perlu, aku bawa baju ganti. Kamu fokus saja ya." ucap Kak Bima tersenyum sambil menyemangati Ila.
Suasana disana sangat meriah sekali, semua pegawai lebih dahulu berkumpul disana bersama. Mereka saling bercanda gurau sambil menikmati hidangan serta penampilan band yang ada disana.
Ila pun sebagai penanggung jawab acara ini tidak mau sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi. Dia harus memastikan semua berjalan dengan lancar. Setelah semuanya selesai dan beres, Ila pun berganti pakaiannya. Dia harus tampil anggun karena sebentar lagi ada orang-orang penting yang datang.
Saat itu tampak jelas sekali di saat Ila memakai gaun, semua mata tertuju kepada kecantikan tak terkecuali Angga dan Kak Bima. Jesi sangat kagum dengan sahabatnya itu sedangkan Mira merasa kesal, raut wajahnya tidak suka dengan Ila.
...----------------...
Di pesta itu ada momen untuk berdansa bersama sambil diiringi alunan musik. Kak Bima dengan sangat percaya diri mengajak Ila untuk melakukan dansa bersama.
"Kamu mau berdansa denganku?" tanya Kak Bima
Saat itu Ila melihat sekelilingnya, dia melihat Angga dengan Mira saat itu. Ila pun mau dengan ajakan Kak Bima karena saat itu Angga melihat dia dengan Kak Bima. Ila melakukan ini agar Angga berhenti mengejarnya lagi.
Kak Bima dan Ila sedang berdansa sedangkan Angga dengan Mira juga melakukannya.
"Kamu sangat cantik Ila malam ini." ucap Kak Bima memuji kecantikan Ila
"Terima kasih kak." jawab Ila
"Oh iya kak, ngomong-ngomong soal tadi aku benar-benar tidak sengaja menumpahkan minuman itu di baju kakak, aku sangat bingung tadi mengurus acara ini. Jadi aku mohon maafkan aku ya." lanjut Ila
__ADS_1
Kak Bima sangat mengerti saat itu situasi Ila yang sangat sibuk, jadi dia tidak menyalahkannya.
Angga yang melihat Kak Bima dan Ila dansa bersama membuat dirinya cemburu. Dia sampai tidak fokus berdansa dengan Mira hingga dia bolak-balik menginjak kaki Mira.
Jesi sebagai sahabat Ila sangat senang melihat keromantisan antara Kak Bima dan Ila, di sisi lain dia pun melihat Angga yang terus saja melihat mereka berdua berdansa. Hal ini membuat Jesi ikut sedih melihat Angga yang begitu cemburu. Jesi mengetahui kalau Ila juga mencintai Angga, tetapi dia tidak bisa bersamanya. Sedangkan dengan Kak Bima apakah Ila ada perasaan, Jesi masih mencari tahu jawabannya.
"Ila Ila, kisahmu sungguh rumit." ucap Jesi (Menghela nafas sambil menatap sahabatnya itu).
Saat itu, Kak Bima sangat menikmati momen berdansa dengan Ila. Kak Bima tidak akan melupakan kejadian ini karena baru hari ini Kak Bima begitu sangat dekat dengan wanita pujaan hatinya.
"Kamu nanti pulang denganku ya." ucap Kak Bima memohon kepada Ila.
Ila saat itu menjelaskan, kalau dia tidak bisa karena dia pulang bersama Jesi.
Mereka berdua pun melanjutkan berdansa. Hingga sampai di penghujung acara. Acara anniversary perusahaan pun telah selesai.
Di dalam ruangan tanpa ada seorang pun disana, Angga menghampiri Ila karena ada yang ingin dia katakan kepadanya.
"Kamu senang hari ini?" tanya Angga
"Tentu aku sangat senang hari ini." jawab Ila dengan senyum lebar
"Oh aku tahu, karena kamu dansa dengan Kak Bima kan. Kamu begitu senang sepertinya." kata Angga dengan nada cemburu
"Apa sih kamu, aku senang karena acaranya berjalan lancar sesuai dengan apa yang pak bos mau kan." ucap Ila
Angga tetap saja dengan wajah murungnya karena cemburu.
Datanglah Jesi dari arah belakangnya.
"Kamu sudah ditunggu Pak Bima." kata Jesi sambil berbisik karena merasa tidak enak dengan Pak Angga
"Memangnya ada apa dia menungguku?" tanya Ila
Jesi pun menjelaskan kalau dia tak apa kalau Ila mau pulang dengan Kak Bima. Akhirnya Ila pun pamit pulang dan pergi dari sana begitu juga Jesi meninggalkan Angga yang saat itu memendam rasa cemburu kepadanya.
BERSAMBUNG.
Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)
__ADS_1
Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏