
Keesokan harinya, hari yang begitu dinantikan kini datang lagi. Ila berharap hari ini dan seterusnya tak akan ada lagi masalah di hidupnya dan dia bisa hidup dengan tenang. Hari ini, Ila seperti biasa ingin mengajak Angga untuk pergi untuk lari pagi disana. Namun ketika ia mengetuk pintu kamarnya, tak ada yang berbicara satu kata pun.
"Tan, Angga apa ada di kamarnya?" tanya Ila kepada ibu Angga
"Dia tadi sepertinya sudah keluar pagi-pagi sekali."
Karena mendengar hal itu, Ila memutuskan untuk mengajak Jesi saja untuk jogging bersama dirinya.
"Jesi..Jes." teriak Ila di depan pintu kamar Jesi
"Cari Kak Jesi ya kak?" tanya adik Ila
"Iya, kamu tahu dia dimana?"
"Kak Jesi tadi keluar kak, habis sholat shubuh aku lihat dia keluar bersama Kak Angga juga. Aku pikir kakak ikut." ucap adik Ila.
Ila pun merasa sangat kesal sekali dengan tingkah mereka berdua.
"Tak seperti biasanya mereka keluar tanpa aku, semakin membuatku berpikir ya tidak-tidak saja." kata Ila diam termenung
"Apa Jesi mau merebut Angga dariku ya." lanjut Ila
Dari belakang Ibu Ila memegang pundaknya dan Ila sontak kaget dengan kedatangan ibu itu.
"Ada apa denganmu nak?" tanya ibu
"Ibu mengagetkanku saja." ucap Ila
"Kenapa mukamu seperti itu, apa ada masalah?" kata ibu
Tanpa banyak bicara Ila langsung memeluk ibu dan menangis sesegukan di pelukan sang ibu.
Ibu pun berusaha menenangkan Ila dan membawanya ke taman dekat sana.
"Sebenarnya ada apa denganmu nak?" tanya ibu
Mereka berdua sedang duduk diantara bunga-bunga yang mermekaran di taman dekat villa yang mereka tempati.
"Angga bu." kata Ila
"Ada apa dengan Angga?"
"Angga keluar bersama dengan Jesi. Mereka keluar hanya berdua." ucap Ila sambil merengek
"Apa Angga tak memberitahumu sebelumnya?"
Ila hanya menggeleng saja dan benar Angga tak memberitahu dirinya kalau ia ingin pergi keluar.
__ADS_1
Ila pun menceritakan semua kepada ibunya mengenai Angga dan Jesi yang akhir-akhir ini sering Ila pergoki mengobrol bersama. Ketika Ila mendekat, mereka malah menghentikan obrolan itu.
"Begitu bu, jadi mereka berdua sangat aneh. Apa Angga selingkuh dariku ya bu apa Jesi yang suka dengan Angga dan mencoba merebutnya dariku." kata Ila
"Hus..ngomong apa kamu ini, tidak boleh berbicara begitu. Sebaiknya kamu tanya langsung kepada mereka berdua, apa yang sebenarnya terjadi." nasehat ibu
Ibu menyarankan kepada Ila agar dirinya tak gegabah mengambil spekulasi yang tidak-tidak antara Angga dan Jesi. Ibu meminta kepada Ila untuk mencoba positif thinking atas segala permasalahan yang ada.
"Baik bu, kalau begitu kita balik saja bu. Pasti Mama dan Papa Angga mencari kita disana." kata lla.
Apa yang terjadi ketika Ila dan ibu sudah sampai di villa. Disana sudah terlihat mobil Angga, tampak dari kejauhan Ila melihat Angga merangkul Jesi untuk masuk ke dalam villa.
"Kamu tidak apa-apa nak?" tanya ibu yang mencoba menenangkan hati Ila yang barusan melihat Angga dan Jesi bersama.
"Ila tidak apa-apa bu." ucap Ila sambil menahan tangis dan amarahnya.
"Ayo nak kita masuk, kamu belum sarapan pagi kan." ucap Ibu
Ketika ibu dan Ila tiba disana, terlihat Angga sedang mengobati luka Jesi. Ila sudah tak tahan melihat semua itu, ia pun memutuskan untuk pergi ke kamar saja.
"Mau kemana nak, ayo sarapan dulu." ucap Ibu yang melihat Ila
"Iya bu nanti saja." kata Ila
"Bisa-bisanya seperti itu di depanku." ucap Ila sambil berjalan
Ila pun ngedumel sendiri sambil tetap menatap mereka tanpa memperhatikan jalan hingga ia hampir kejedot pintu kamarnya sendiri. Untung saja ada tangan Angga yang siap menghadang dahi Ila.
"Aduh.." teriak Ila
"Apa sih kamu." lanjut ucap Ila
"Kamu tidak lihat, kalau tidak ada tanganku dahi kamu bisa memar." ucap Angga
"Biar saja memar." kata Ila sambil cemberut
"Kamu ada apa?" tanya Angga
"Tidak apa-apa, aku masuk dulu." ucap Ila
Ketika Ila hendak masuk ke dalam kamarnya, Angga memberhentikannya. Angga membawa Ila untuk duduk di halaman belakang.
"Bicara padaku, mengapa kamu seperti ini." kata Angga
"Apa aku tak salah dengar, seharusnya aku yang menanyakan itu kepadamu." ucap Ila sambil memalingkan kepala dari hadapan Angga.
__ADS_1
"Memangnya aku berbuat salah padamu, kamu tiba-tiba seperti ini marah-marah tidak jelas." kata Angga
"Marah-marah tidak jelas katamu." ucap Ila sambil berdiri.
Saat itu Angga juga ikut berdiri ketika melihat Ila berdiri.
"Iya marah-marah tidak jelas." ucap Angga
"Aku ga ngerti ya sama kamu, ya sudahlah." kata Ila yang saat itu sudah meneteskan air matanya dan hendak pergi dari sana tapi Angga memegang tangan Ila.
"Kamu selalu saja, ada masalah langsung pergi begitu saja." kata Angga
"Lalu kamu mau aku apa, ha.." ucap Ila sambil berteriak dan menangis.
Angga tak tega melihatnya, ia pun langsung memeluk Ila.
"Lepasin." kata Ila
Ila tak mau dipeluk oleh Angga. Hatinya masih sangat sakit dengan perkataan yang diucapkan oleh Angga kepadanya. Ila mencoba memberontak ingin melepaskan pelukan itu dari tubuhnya, tetapi Angga semakin erat memeluk Ila.
"Sayang..sayang maafkan aku maafkan aku." kata Angga.
Suara lagu happy birthday terdengar membelakangi Ila, suara itu semakin jelas terdengar oleh Ila dan Ila pun terdiam. Ia menoleh ke arah belakang. Disana sudah terlihat semua orang berkumpul dan membawakan kue tart disertai lilin.
"Selamat ulang tahun anakku." ucap ibu Ila
Ila menangis terharu melihat semua itu, semua mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ila tak terkecuali Angga kekasihnya.
"Selamat ulang tahun." ucap Angga
Ila menatap sinis dan masih seperti marah kepada Angga.
"Ah..apa kamu masih marah kepadaku? aku minta maaf karena membuatmu seperti ini. Aku dan Jesi sengaja melakukan itu agar kamu cemburu dan marah karena aku ingin kasih surprise ini." kata Angga
"Rencanaku berhasil kan membuat Ila ku ini cemburu." lanjut ucap Angga
"Siapa bilang cemburu, enggak aku enggak cemburu." kata Ila
"Ah masa." ucap Angga
Angga terus saja meledek Ila, hingga Ila menjadi salah tingkah.
"Sudah sudah stop stop, kasihan kalau diledekin terus." ucap Ila sambil memeluk Ila
Angga memeluk Ila sambil mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya dan dia memberikan doa yang terbaik untuknya tak terkecuali untuk hubungan dirinya dengan Ila kedepannya.
Semua orang bertepuk tangan dan dilanjut merayakan ulang tahun dari Ila. Semua bersenang-senang dan Ila masih tidak menyangka dirinya akan diberi kejutan seperti ini.
__ADS_1