
Hari itu Angga menarik Ila, karena ingin mengajaknya untuk membuat laporan ke kantor polisi. Angga ingin menyampaikan ke pihak polisi kalau dia mempunyai saksi mengenai kecelakaan yang terjadi pada ayah Ila 1 tahun yang lalu.
KANTOR POLISI.
Angga dan Ila bertemu dengan pihak polisi dan menceritakan semua apa yang telah mereka ketahui mengenai kecelakaan itu. Angga juga menjelaskan apa yang dia lihat di cctv yang ada disana.
"Baiklah akan kami tidak lanjut lagi mengenai laporan kalian." kata Polisi
"Baik pak." ucap Angga
"Sekalian, nanti saya akan panggil saksi yang sudah kalian sarankan ke pihak kepolisian. Kami akan memeriksa saksi tersebut." lanjut polisi
Angga mengikuti semua prosedur dari kepolisian dan siap kooperatif dengan pihak kepolisian apabila dibutuhkan. Akhirnya Ila mengetahui maksut Angga membawa dia kesini.
...****************...
Selesai dari kantor polisi, mereka kembali ke kantor. Di saat perjalanan menuju kantor, mobil mereka berhenti karena ada lampu merah.
Jelas saja yang mereka lakukan adalah diam menunggu lampu hijau dan melihat sekitar.
Ketika Angga melihat daerah di sekelilingnya, dia tidak sengaja seperti tidak asing dengan mobil yang ada di seberang jalan. Angga pun berpikir keras mengenai itu, hingga terlintas di benaknya
"Sepertinya aku pernah melihat mobil ini." ucap Angga dalam hati
Angga mengecek video rekaman cctv yang ada di ponselnya. Dia melihat terdapat kesamaan antara mobil yang ada di cctv dengan mobil itu. Disana tidak terlihat jelas plat nomornya, tetapi sekilas terlihat huruf Y disana. Angga amati benar-benar mobil itu, kemudian setelah lampu hijau dia berputar arah untuk menghampiri mobil hitam itu.
Ila yang ada yang ada disana merasa kebingungan dengan sikap Angga yang merasa cemas. Angga dengan cepat memutar setirnya dan menuju ke mobil hitam. Namun saat Angga turun untuk menemui pemiliknya, mobil itu dengan cepat pergi meninggalkannya.
Angga dengan cepat berlari menuju mobilnya dan segera mengejar mobil hitam itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Ila
"Kamu diamlah, aku fokus untuk mengejar mobil itu." jawab Angga
Ila terdiam, dia mengerti kalau Angga sedang fokus untuk menyetir. Angga mengejar mobil itu, namun saat membuntutinya tiba-tiba ada kucing lewat di depannya sehingga membuat Angga mengerem mendadak.
Lihat apa yang terjadi, dahi Ila terbentur ke depan sedangkan Angga masih bisa menahannya sehingga tidak sampai terbentur.
"Aahhhh." teriak Ila
Angga menghela nafasnya, kemudian dia melihat Ila disisinya.
"Apa ada yang luka?" tanya Angga
__ADS_1
Ila memegangi dahinya dan Angga melihat seperti kebiruan di dahi Ila hingga dia menepikan mobilnya untuk mengecek kondisinya.
Angga segera melihat kondisi Ila. Saat Angga melihat dahi Ila yang saat itu Ila pegangi terus, ternyata dahi Ila benar-benar memar.
"Astaga." kata Angga
Angga terkejut melihat dahi Ila yang memar saat itu, ia merasa bersalah karena dia menyetir tidak dengan hati-hati.
Angga langsung mencari kotak P3K yang ada di mobilnya dan segera mengobati luka Ila. Saat diobati Ila merintih kesakitan. Lukanya tidak terlalu parah, tetapi Angga hendak membawa Ila ke rumah sakit.
"Tidak perlu, aku tidak mau ke rumah sakit." kata Ila
"Itu lukamu terlihat sangat parah." ucap Angga dengan nada khawatir.
"Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil." lanjut Ila
Setelah berdebat, akhirnya Angga menerima perkataan Ila untuk tidak perlu pergi ke rumah sakit. Sebaliknya kini Ila menanyakan keadaan Angga.
"Kamu bagaimana, apa ada yang luka?" tanya Ila sambil memegang Angga dari mulai wajah, tangan, sampai kaki.
Angga mengatakan kalau dia baik-baik saja, dia mungkin hanya shock saja dengan kejadian itu.
"Syukurlah, memang ada siapa di mobil hitam tadi? apakah kamu kenal?" tanya Ila
"Aku tidak tahu, siapa yang ada di mobil itu." jawab Angga
Angga menjelaskan kepada Ila kalau mobil hitam yang ia kejar adalah mobil yang sama dengan yang ada di cctv kecelakaan itu. Angga juga menunjukkan rekaman itu kepada Ila sambil menunjukkan bagian dari mobil itu yang membuat Angga memiliki asumsi kalau mobil tadi adalah mobil yang ada di cctv itu.
"Oh tuhan, kita telah kehilangan jejaknya. Bagaimana ini?." kata Ila
"Kamu tenang saja, aku akan cari sampai ketemu mobil itu. Lagipula aku tadi menghafal plat mobilnya jadi akan lebih mudah untuk kita mencarinya.
Ila terlihat sedang memikirkan sesuatu dan membuatnya sangat cemas.
"Kamu ada apa? apa ada yang kamu pikirkan?" tanya Angga
Ila saat itu sedang bingung memikirkan siapa sebenarnya pelaku dari kecelakaan ayahnya. Menurut dia, sangat susah sekali mencari pelaku yang sebenarnya.
"Ah..a..aku tidak apa-apa." jawab Ila
"Kamu tenang saja ya, aku akan ada di sisimu dan membantumu mengatasi masalah ini." kata Angga sambil memegang tangan Ila.
Ila pun merasa hatinya sedikit tenang, karena ada Angga. Meskipun dia tidak membalas cintanya, tapi dia ingin berteman dengan Angga kembali.
__ADS_1
"Terima kasih untuk semuanya." kata Ila
"Iya sama-sama." jawab Angga
"Apa kamu tidak marah kepadaku?"
"Marah untuk apa?" tanya Angga
Ila mengatakan pada Angga, kalau dia tidak bisa menerima cintanya dengan begitu mudah, hal ini mungkin membuat Angga marah kepada Ila.
Angga mencoba menjelaskan kepada Ila, dia tidak akan memaksa Ila untuk menerimanya.
"Aku tahu, itu tidak mudah bagimu." kata Angga
"Tapi aku mohon kepadamu, jangan larang aku untuk tetap mencintaimu Ila." lanjut Angga
Ila hanya terdiam saja dan mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain. Dia mengajak Angga untuk melanjutkan perjalanan untuk kembali ke kantor.
SAMPAI DI KANTOR.
Angga dan Ila berjalan berdua, disana terlihat Jesi. Kemudian Jesi menghampiri Ila.
"Ada dengan dahimu?" tanya Jesi
"Ini cuma memar sedikit."
Jesi merasa khawatir dengan keadaan Ila dan melirik bosnya yang ada di sisinya. Pandangan Jesi seolah-olah menyalahkan dan menyudutkan Angga atas musibah yang menimpa Ila.
"Ada apa kamu lihat saya, iya saya minta maaf sudah membuat begini sahabatmu. ucap Angga
''Kamu tenang saja, itu sudah aku obati." lanjut Angga
Ila pun mengatakan kepada Jesi, untuk tidak khawatir dengannya karena kondisi dia tidak apa-apa. Jesi pun kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan pekerjaannya. Angga dan Ila pun kembali ke ruangannya.
Saat tiba di ruangannya, mereka berdua duduk di tempat masing-masing. Tak lupa sebelum Angga duduk di ruangannya Ila mengucapakan terima kasih kepadanya.
"Terima kasih untuk apa lagi?" tanya Angga
"Terima kasih karena sudah mengobati lukaku." jawab Ila
Angga tersenyum mendengar itu semua, dia mengelus kepala Ila lalu pergi ke ruangannya.
BERSAMBUNG.
Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)
__ADS_1
Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏