
Beberapa minggu lagi, Angga dan Ila akan melangsungkan pernikahan. Dalam beberapa hari ini, Ila mimpi sosok Mira. Oleh karena itu, Ila ingin mengajak Angga untuk ke kantor polisi menjenguk Mira.
Setelah sudah siap, Angga menjemput Ila untuk langsung pergi setelah berpamitan kepada ibu Ila.
Sesampainya di kantor polisi.
"Sudah siap?" tanya Angga
"Iya." jawab Ila
Ila dan Angga masuk ke dalam kantor polisi dan disana mereka pun bertemu dengan Mira. Mereka duduk bersama saling berhadapan. Awal pertemuan dibuka oleh Angga.
"Bagaimana keadaanmu?"
Mira menunduk tak mau menatap wajah Ila, karena ia masih mempunyai rasa bersalah kepada Ila.
"Baik, ada apa kalian kesini?" ucap Mira dengan ketakutan
"Kita hanya ingin menjengukmu." kata Angga
Ila tampak diam disana, namun tiba-tiba Mira memegang tangan Ila dan mengucapkan permintaan maaf kepada Ila atas segala yang ia lakukan kepadanya.
"Aku mengaku salah kepadamu, aku minta maaf. Aku juga dibutakan karena cinta, aku minta maaf padamu." ucap Mira
Kata maaf itu terucap berulang kali dari mulut Mira, hingga Ila melihat ketulusan hati dari Mira yang sungguh-sungguh menyesali perbuatannnya selama ini.
"Sudah sudah, aku memaafkanmu." kata Ila
"Terima kasih terima kasih Ila." ucap Mira
Setelah menjenguk Mira di kantor polisi, Ila mendapat chat dari Pak Devan.
"Ngapain lagi bapak ini." ucap Ila yang tanpa sengaja Angga yang ada disebelahnya mendengar itu.
"Ada apa denganmu?" tanya Angga
Ila menceritakan rasa risihnya karena ia terus saja mendapat chat dari kliennya.
"Siapa dia?"
"Namanya Pak Devan, ia pernah ke resto untuk menawarkan kerja sama tapi aku tolak lalu ia terus saja chat aku."
"Coba aku lihat."
Angga pun mengecek chat dari lelaki itu.
"Kamu pernah pergi dengan dia?" tanya Angga
Ila pun mengangguk dan menjelaskan kalau pertemuan dia dan Pak Devan hanya ingin membicarakan pekerjaan.
"Dia terus saja menawari aku pekerjaan, karena aku tidak tertarik akhirnya aku terus menolaknya."
__ADS_1
Ila mulai risih dengan sikap Pak Devan kepadanya yang terus saja seperti itu.
"Sudah berapa kali kamu diajak pergi berdua? tanya Angga
"Cuma sekali kok." kata Ila
Sambil melihat isi chat Pak Devan di handphone Ila, Angga merasa ada yang tidak beres dengan orang itu. Lalu tiba-tiba muncul isi chat kalau Pak Devan ingin mengajak Ila bertemu.
"Ini dia mengajak kamu untuk bertemu."
"Apa? dia mau bertemu. Kamu biarkan saja, aku tidak mau."
Ila pun mengambil handphonenya dari tangan Angga dan langsung memblokir nomor Pak Devan saat itu.
Angga dan Ila pergi dari sana dan menuju ke rumah Angga, karena ada berkas yang harus ia ambil.
"Kamu tunggu sini ya, aku ambil berkas dulu sebentar." ucap Angga
Saat itu Ila menunggu Angga di dalam mobil. Namun ia tak melihat Angga datang untuk kembali. Ia pun memutuskan untuk menyusul, lalu saat ia hendak masuk ke dalam rumah Angga, terlihat Angga menggendong mamanya dan buru-buru menyuruh Ila untuk masuk.
"Kita ke rumah sakit sekarang, jaga mama di belakang." kata Angga yang panik
"Sebenarnya mama kenapa?" tanya Ila
"Nanti aku jelasin ke kamu." ucap Angga
...****************...
RUMAH SAKIT.
"Kamu tenang." ucap Ila sambil mengelus Angga
Lalu Angga tiba-tiba menangis dan memeluk Ila.
"Kamu tenang ya, aku yakin mama akan baik-baik saja."
"Ini semua salahku." kata Angga
Ila pun mencoba menenangkan Angga disana.
Lalu tak lama kemudian dokter keluar dan menyampaikan kalau mama Angga mau tidak mau harus menjalani operasi.
"Lakukan yang terbaik dok." kata Angga
Mereka pun menunggu dengan cemas, Ila berdoa agar operasi mama Angga diberi kelancaran. Ila pun keluar sebentar, ia ingin membawa makanan dan minuman untuk Angga.
"Kamu dari mana?" tanya Angga
"Aku dari keluar sebentar, kamu makan dulu ya. Dari tadi belum makan atau minum." ucap Ila
Angga sempat menolaknya, namun Ila mamaksa sambil menyuapi kekasihnya itu.
__ADS_1
"Kamu harus jaga kesehatan, jangan sampai sakit." ucap Ila
Angga merasa sangat beruntung karena memiliki Ila di sisinya.
"Terima kasih ya." kata Angga sambil menggenggam tangan Ila
"Iya sama-sama, sudah jangan menangis." ucap Ila
"Aku menyesal aku menyesal."
"Iya iya aku tahu, tapi tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki ini semua." kata Ila
"Mama telah menyelamatkanku atas insiden ini, tapi sikapku terhadap mama seperti itu." kata Angga
"Kita berdoa untuk mama, semoga operasi ini lancar." kata Ila
Angga pun menyandarkan kepalanya di bahu Ila. Ila terus mengusap dan mengelus Angga agar ia tetap tenang menjalani semua ini.
Beberapa jam kemudian dokter keluar dan menyampaikan kalau operasinya berjalan dengan lancar, namun perlu beberapa jam lagi untuk menjenguknya karena masih dalam tahap pemulihan.
"Alhamdulillah syukurlah." kata Ila
Angga pun sangat senang karena operasi berjalan lancar dan mamanya baik-baik saja.
"Aku akan mengabari papa kalau mama baik-baik saja." kata Angga
Angga mengabari papanya dan papa nya akan datang ke rumah sakit saat itu juga.
Karena di rasa sudah dua jam mereka menunggu di luar, perawat pun memperbolehkan keluarganya untuk menjenguk pasien.
Semua masuk ke dalam ruangan, disana tampak mama Angga telah siuman. Seketika Angga langsung memeluknya.
"Ma maafkan aku, karena aku telah membenci mama selama ini." kata Angga sambil menangis dan terus minta maaf.
"Akhirnya kamu sadar juga, apa yang kamu dengar tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Mamamu ini tidak merebut papa dari ibu kandungmu, tetapi ibumu lah yang menyuruh mama menikah dengan papa di saat detik-detik kepergiannya." ucap papa
"Sudah pa tak perlu dilanjutkan lagi, yang penting anakku kembali lagi kepadaku." kata mama Angga.
Kebencian yang selama ini dipendam oleh Angga akhirnya berubah dengan rasa cinta dan sayang. Angga pun menyesali perlakuannya selama ini.
Di saat itu, Ila rasa ia harus pulang dan ia pun berpamitan kepada mereka yang ada disana.
"Permisi om tante, aku pamit pulang dulu ya."
"Kamu mau pulang, aku antar ya." kata Angga
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri. Aku bisa naik taksi kok. Kamu disini saja, temani mama disini." kata Ila
"Tante gak papa kok Ila, disini juga ada om." kata Mama Angga.
Angga juga khawatir kepada keselamatan Ila, ia pun memutuskan untuk mengantar Ila pulang bersama dia saja.
__ADS_1
"Sudah aku antar kamu saja, lagi pula aku juga ingin ke rumah ambil baju." kata Angga
BERSAMBUNG.