Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 7 : BERTAMU KE RUMAH


__ADS_3

Keesokan harinya, matahari yang mulai muncul dari arah timur menyinari Ila yang sedang membantu ibunya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.


Kebetulan hari itu dia masuk kuliah pada siang hari sekitar pukul 12.00 sehingga ada waktu luang menyempatkan membantu orang tua nya.


Setelah semua pekerjaan selesai dan waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 11.00, Ila segera mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke kampus. Ila pun seperti biasa naik angkutan umum.


Sampai di kampus tercinta, Ila pun jalan cepat karena waktu sudah menunjukkan 11.45. Hal ini dilakukan dia karena jarak gerbang ke gedung perkuliahan cukup lumayan jauh dan dia tidak ingin sampai telat untuk menghadiri perkuliahannya itu.


Suasana kelas ramai seperti biasanya,namun ada hal yang berbeda yaitu Angga yang biasanya sering datang paling akhir daripada teman-teman lainnya kini dia bisa mendapatkan tempat duduk lebih depan karena biasanya dia selalu mendapat bangku paling belakang.


Adapun untuk Mira yang biasanya memberikan Ila tempat duduk di sampingnya kini dia cuek dan lebih banyak diam.


Karena semua hal itu, mau tidak mau Ila mendapatkan tempat duduk yang bersebelahan dengan Angga, hanya ada satu satunya bangku yang tersisa saat itu. Ila segera duduk di tempat duduk dan dengan segera mengeluarkan perlengkapan tulisnya.


...****************...


Beberapa selang waktu, dosen telah tiba di kelas dan tanpa basa basi dia langsung membentuk kelompok kecil yang terdiri hanya 2 orang saja, hal ini dilakukan agar semua mahasiswa bisa saling berbagi ilmunya.


Saat membagi kelompok Ila dan Angga menjadi satu kelompok, Mira yang saat itu yang masih kesal kepada Ila bertambah marah kepadanya. Ila sudah berusaha menjelaskan kepada Mira bahwa dirinya tidak menyukai Angga tetapi dia masih tidak percaya dengan penjelasan Ila.


“Nama-nama yang saya sebutkan silahkan duduk saling bersebalahan dan tempat duduk di dekatkan karena saya akan membagikan buku ini sebagai pegangan selama mata kuliah saya.” Ucap dosen (sambil memegang buku)


“Saya akan bagi per kelompok saja karena buku ini sangat terbatas. Kalian buka halaman 5 disana ada tugas, silahkan kalian kerjakan apabila ada yang kurang jelas bisa ditanyakan.” Lanjut dosen


Saat itu dosen hanya masuk kelas sebentar dan dengan segera meninggalkan kelas karena ada urusan yang penting


“Kita mulai mengerjakan kapan Ini?” tanya Ila kepada Angga


Sebenarnya Ila malas kalau harus satu kelompok dengan Angga tapi mau bagaimana lagi ini adalah perintah dari dosen pengampunya. Jadi Ila harus bersikap baik kepada Angga demi kelancaran bersama


“Enaknya kapan? Sekarang? Atau terserah kamu saja🤔.” Jawab Angga


“Kalau hari ini aku tidak bisa karena ada urusan.” Kata Ila


“Gampang deh, ini tugas masih dikumpul minggu depan nanti kita bisa diskusi bareng kalau misal ada waktu luang.” Jawab Angga


Ila saat itu langsung meninggal kelas karena dia harus segera mendaftarkan diri di salah satu organisasi yang bergerak di bidang khusus mengenai karya tulis. Dia sangat tertarik untuk daftar karena kebetulan dia suka menulis dan sebelumnya sudah diberi penjelasan oleh Kak Bima ada organisasi itu di kampusnya.


...****************...


Tanpa di duga dia bertemu dengan Mira yang juga sedang antre daftar disana. Ila menghampirinya dan mencoba mengatakan sesuatu.

__ADS_1


“Hai Mir.” Sapa Ila


“Hai.” Jawab Mira dengan singkat (dengan muka yang kesal yang seolah olah tidak mau diajak mengobrol)


“Benar-benar Ila ini masih saja tidak tahu malu masih bisa dia menyapaku, padahal dia sudah mengerti kalau aku suka pada Angga tapi dia tetap saja mendekatinya, dia bilang kalau tidak menyukainya padahal dia menaruh hati. Cewek mana yang tidak menyukai cowok setampan Angga.” Kata Mira dalam hati (mengungkapkan panjang kali lebar kekesalannya).


“Mir, soal itu aku min..”


Belum sempat mengatakan minta maaf Mira masuk ke ruang daftar dan mulai proses interview.


Setelah selesai, Mira pun keluar dia tanpa pamit langsung saja pergi dari sana dan sekarang giliran Ila untuk melakukan proses interview.


Setelah selesai interview Ila langsung keluar dan bertemu Kak Bima di jalan kampus.


“Ila, kamu darimana? Kok dari arah sana?” tanya Kak Bima


“Ini kak, aku baru saja daftar organisasi di ruang itu.” Jawab Ila sambil menunjuk ruangan di salah satu gedung.


“Oh,ternyata kamu bergabung juga.” (Sambil senyum manis kepada Ila)


“Kalau begitu aku duluan ya kak.” Pamit Ila


“Iya Ila, hati-hati di jalan ya. Aku juga mau kesana.”


Sampai saat Ila menunggu angkutan umum, Angga masih memperhatikan gerak gerik Ila karena dia masih merasa penasaran dengan sosok Ila ini.


Ila masuk ke dalam bis dan duduk. Saat Ila duduk tiba tiba Angga muncul duduk di sebelah Ila.


“Loh, kamu mengapa ada disini?” tanya Ila


“Aku kan sudah pernah bilang ke kamu, aku ini naik angkutan umum juga” jawab Angga


“Bagaimana kalau kita kerja kelompok sekarang mumpung ini masih sore?” lanjut Angga bertanya kepada Ila


“Mau kerja kelompok dimana?”


“Di rumahmu.” Jawab Angga


“Di rumahku?.” (dengan wajah bingung Ila


mengatakan itu)

__ADS_1


“Iya dirumahmu, sekalian aku ingin berkenalan dengan calon mertuaku kan😉.” (Dengan nada bercanda)


“Kamu ini.” (Ila mulai salah tingkah)


Karena ini sudah cukup sore dan ini kegiatannya kerja kelompok pasti membutuhkan waktu yang lumayan lama bisa bisa sampai malam jadi Ila menyetujui saran dari Angga kalau di rumahnya saja.


*****Sesampainya di rumah Ila


“Tidak hanya memiliki wajah yang cantik, dia juga orang yang sederhana.” (Dengan melamun memperhatikan rumah Ila, Angga memikirkan itu)


“Tapi aku jangan sampai terkecoh dengan ini,aku kan belum tahu sifat dia yang asli. Meskipun aku sudah mulai tertarik aku tidak boleh lalai begitu saja.” Kata Angga dalam hatinya


Seketika Ila langsung membangunkan Angga dari lamunannya itu


“Angga..ngga ayo masuk, kenapa? rumahku jelek ya?” tanya Ila (dengan nada tinggi)


“Tidak tidak Ila, aku hanya memikirkan sesuatu saja.” Jawab Angga


Saat mereka masuk, Angga bertemu dengan Ibu Ila dan dia langsung bersalaman. Ila pun menjelaskan kepada ibunya kalau dia ingin kerja kelompok disini bersama temannya dan ibu mempersilahkannya.


Mereka berdua sudah mulai mengerjakan tugas di ruang tamu dengan saling berbagi ilmu.


“ Aduhh..tanganku.” ucap Ila


Saat itu Ibu Ila sudah menyuguhkan teh panas dan makanan ringan di meja. Ila yang saat itu tidak berhati hati langsung ketumpahan teh panas di tangannya yang hendak ia minum. Sontak hal itu membuat Ila kaget.


“Kenapa?” tanya Angga (sambil melihat air yang tumpah dan Ila yang menggerak gerakkan tangannya)


“Tanganku ketumpahan teh.” (merengek kesakitan)


“Kok bisa, sini tanganmu.” (memegang tangan Ila sambil meniupnya)


“Lain kali hati-hati.” Lanjut Angga


Angga pun mencoba meredakan sakit di tangan akibat tumpahan teh tadi dengan meniupnya. Ila yang melihat itu merasa luluh hatinya karena sikap Angga yang seperti itu kepadanya.


Mereka berdua pun sesekali saling melakukan kontak mata saling menatap


Tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari arah luar dan ternyata itu Bayu adik Ila yang baru pulang dari bermain. Hal ini membuat Ila kaget dan langsung melepaskan tangannya dari tangan Angga.


Mereka pun melanjutkan kerja kelompoknya dan salah tingkah satu sama lain.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2