
Untuk meresmikan hubungan antara Angga dan Ila, maka dua keluarga akan melakukan liburan bersama. Semua siap-siap untuk liburan ke suatu tempat yang ada di dataran tinggi, Angga sudah menghubungi penjaga villa miliknya untuk mempersiapkan semuanya selama keluarganya maupun keluarga Ila tinggal disana.
"Sudah siap semuanya?" ucap Angga
"Kamu sama aku saja ya." lanjut Angga kepada Ila
"Ih Angga ga mau jauh dari Ila ya." kata Ibu Angga
"Maklum bu, sudah lama mereka melalui lika liku kehidupan hingga kini mereka bisa bersatu." ucap ibu Ila sambil tersenyum.
Mereka pun berangkat bersama dan sampai akhirnya mereka tiba disana sudah sore hari. Semua memutuskan untuk bersih-bersih terlebih dahulu.
"Sudah siap, ayah ibu bisa makan. Ini jagung sama daging buatanku dan Ila." kata Angga
"Waahh..Kak Angga tahu saja kalau aku sudah lapar." ucap adik Ila
"Tentu saja, kan sebentar lagi jadi kakak ipar nih." ucap Angga sambil tersenyum.
Angga menghampiri Ila yang ada di pojokan
"Ada apa?" ucap Angga sambil berbisik
Raut wajah Ila tampak sangat khawatir dan cemas saat menerima telepon. Di saat Ila selesai menerima telepon, ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Angga.
"Oh jadi begitu, lalu bagaimana sekarang keadaan Jesi. Apakah dia baik-baik saja?"
"Ia mengatakan sambil menangis di telepon, jadi aku tidak tega. Apakah aku bisa ajak ia untuk liburan ke sini." ucap Ila
Tak lama kemudian orang-orang memanggil mereka.
"Angga Ila ayo makan bersama disini."
Semua keluarga pun berkumpul bersama menikmati langit malam yang cerah bertabur bintang sambil menikmati hidangan yang telah ada.
KEESOKAN HARINYA.
Angga dan Ila pergi untuk jogging bersama untuk menikmati suasana sejuk disana.
"Huu..sudah lama sekali aku tidak menghirup udara se enak ini." kata Ila
"Iya sama aku juga." ucap Angga
Mereka mengobrol sambil terus berlari kecil. Tak lama setelah itu kaki Ila tiba-tiba mengalami kram.
"Aww.." teriak Ila
"Ada apa? apa kakimu sakit? " tanya Angga
"Ini.., sepertinya kakiku kram." kata Ila
__ADS_1
Angga membantu Ila untuk duduk di tepian. Tanpa sengaja disana ada tempat duduk, sehingga mereka pun duduk di sebelah sana.
"Bagian mana yang sakit." kata Angga sambil memegang kaki Ila.
Ila menunjuk bagian kakinya yang sakit.
"Kamu tahan dulu ya sakitnya, ini sebentar kok." kata Angga, lalu ia langsung mengeksekusi kaki Ila.
Ila berteriak dan Angga pun selesai mengobati kaki Ila.
"Kakiku lumayan agak sedikit mendingan." kata Ila sambil menggerakkan sedikit demi sedikit kakinya itu.
"Kamu ternyata hebat juga." lanjut Ila kepada Angga
"Aku sudah terlatih untuk permasalahan seperti ini." kata Angga.
Angga pun pergi sebentar dari sana, tak lama dari itu ia membawakan Ila ice cream.
"Ini ice cream, setelah kita lari-lari lumayan jauh juga. Mood kamu sepertinya juga kurang baik. Aku belikan kamu ini." kata Angga sambil menyodorkan ice cream di tangannya.
"Waaa..terima kasih." ucap Ila dengan senang hati menerima pemberian Angga.
"Habis minum ini, kita langsung pulang saja ya." kata Angga
"Oke siap bos."
Setelah mereka menghabiskan ice creamnya, Angga dan Ila memutuskan untuk kembali saja ke villa.
"Kalian dari mana saja." kata ibu Ila
"Kalian lihat siapa yang datang." kata Ibu
Terdapat sesosok wanita yang ada di dapur yang membuat Ila tampak tak asing dengan gesturenya dan ketika ia menoleh ke arahnya memang benar itu adalah Jesi sahabat Ila.
"Jesi." kata Ila
"Ya.."
"Jam berapa kamu tiba disini?" tanya Ila
"Aku barusan datang kok." ucap Jesi
Ila dan Jesi pun melanjutkan mengobrol di meja makan sekalian semua keluarga disana hendak sarapan pagi bersama.
"Ini temanku kamu La?" tanya ibu Angga
"Iya tan." ucap Ila
"Ia ini juga mantan pegawaiku di perusahaan juga ma." kata Angga
Semua saling bercengkrama satu sama lain. Suasana sangat hangat terjalin diantara mereka.
__ADS_1
"Agenda kita selanjutnya, kita mengunjungi air terjun dekat sini." ucap Angga
"Seru banget kedengarannya." kata adik Ila
Semua bersiap-siap untuk berangkat kesana. Angga Ila dan Jesi di satu mobil bersama sedangkan yang lain di mobil yang berbeda.
"Jes, kamu have fun ya disini." kata Ila
"Iya jes, kita bisa senang-senang disini. Sejenak lupain masalah yang ada." ucap Angga
"Iya akan aku coba ya gaes." kata Jesi
Beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di destinasi wisata air terjunnya. Untuk sampai disana, mereka harus menempuhnya sekitar 5 - 10 menit dengan berjalan kaki.
"Lumayan juga ya, menguras tenaga." kata Ila
Saat itu, ketika Ila sedang berbicara ternyata Angga tak ada di sebelahnya. Saat Ila menoleh ke belakang, tampak Angga dan Jesi sedang duduk berdua seperti di sebuah pondok.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Ila
"Bisa bisanya mereka berdua disini tanpa aku." ucap Ila dalam hati
"Ini tadi Jesi capek, jadi aku bareng in dia." ucap Angga
"Itu tadi kamu aku panggil ga denger, tapi jadi Angga yang denger." ucap Jesi
"Oh begitu." kata Ila
Ila agak sedikit cemberut, Angga seperti tak memperdulikannya sama sekali.
Mereka pun melanjutkan perjalanan untuk sampai ke tempat air terjun itu.
"Waahh, indahnya." kata Ila
"Indah banget ya." ucap Ila kepada Angga
Angga seperti tak mendengar Ila, ia seperti asik mengobrol dengan Jesi yang ada di sebelahnya itu.
"Jes, kamu suka kan?" tanya Ila
"Iya aku suka." ucap Jesi
"Syukurlah kalau kamu suka jes." kata Angga sambil tersenyum
"Ini kenapa denganmu, tiba-tiba berubah seperti ini" ucap Ila dalam hati yang ia tujukan kepada Angga.
Saat itu sikap Angga dirasa sangat aneh kepada Ila. Angga tiba-tiba dingin tak mau diajak bicara dengan Ila tetapi ia lebih suka bicara dengan sahabatnya Jesi. Ila mencoba untuk tidak cemburu kepada keduanya, karena ia percaya kalau Jesi tak akan mengkhianatinya. Tetapi perasaan ragu pun mulai muncul di saat hari demi hari dirasa Angga lebih memperhatikan Jesi ditimbang dirinya. Ila merasa sangat bimbang dengan perasaannya di saat itu.
"Apa aku ngomong langsung saja ya ke mereka daripada aku pendam sendiri seperti ini. Nanti aku bisa sakit hati." ucap Ila
Ila sedang berada di teras rumah sambil melamunkan masalah ini. Ia ingin sekali mengatakan unek-uneknya selama ini.
__ADS_1
Apakah Ila akan mengatakan itu semua kepada mereka? selalu staytune terus untuk baca novel "Bukan Benci Tapi Cinta."
Terima kasih untuk dukungannya dan jangan sampai ketinggalan updatenya.