Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 80 : DINNER BERSAMA


__ADS_3

Pagi ini sangat cerah, Ila dan Jesi sudah janji kalau hari minggu ini mereka akan jogging bersama. Jesi menghubungi Ila kalau ia akan menjemput dirinya.


"Akhirnya kamu datang juga." kata Ila


"Kamu sudah lama nunggu ya?"


"Lumayan, sampai aku tinggal tidur-tiduran di sofa."


"Ya..maaf ya, soalnya tadi ibuku minta aku bantu dia dulu." kata Jesi


"Oke, tak apa kok. Ayo kita kesana." ucap Ila


Ila dan Jesi jogging ke arah taman, disana bakal banyak jajanan dan minuman. Jadi kalau mereka lapar atau haus tak perlu khawatir lagi.


"Cukup melelahkan ya, kita sudah berputar-putar jogging disini dan sekarang matahari sudah mulai terik." kata Ila


"Iya, kamu mau aku beliin minum dan jajan gitu ga disana?"


"Iya boleh. Aku ikut atau enggak nih?" tanya Ila


"Tak perlu, kamu tunggu sini duduk manis biar aku yang beli kesana." kata Jesi


Jesi sedang membeli minuman di suatu toko kelontong dekat sana, tak terkecuali ia ingin mengisi perutnya dengan membeli jajan disana.


"Aku beli burger ini aja, satu untukku dan satu untuk Ila. Lumayan kan kita belum sarapan." ucap Jesi


Setelah membeli makanan dan minuman, Jesi kembali ke tempat Ila dimana ia duduk. Namun sayangnya, ketika ia berjalan entah ia meleng atau apa ia tak sengaja menabrak orang di depannya sehingga mengenai baju orang itu.


"Astaga, maafkan aku." ucap Jesi


"Kamu ini bagaimana, tak punya mata ya. Bajuku jadi kotor seperti ini dan handphone jadi mati gara-gara kamu mendorongku." ucap lelaki itu


Lelaki itu terus memarahi Jesi, ia terus saja nyerocos tak berhenti menyalahkannya. Meskipun Jesi sudah meminta maaf berkali-kali ia tetap saja tak mau, hingga batas kesabaran Jesi pun memuncak. Ia pun sudah muak dan akhirnya ia memberi kartu namanya sebagai bentuk pertanggungjawabannya lalu pergi meninggalkannya.


"Aku terburu-buru, kamu bisa hubungi nomor di kartu ini atau langsung ke alamat inj." ucap Jesi karena ia menerima chat dari Ila.


Selama ia berjalan melangkahkan kakinya menuju ke Ila, Jesi masih sangat kesal tentang permasalahan dirinya dengan lelaki tadi.


"Aku sudah minta maaf baik-baik dan mau tanggung jawab tapi dia malah marah-marah tidak jelas." ucap Ila


Terlihat Ila sedang menunggu Jesi dari kejauhan.


"Hai, maaf ya lama. Tadi ada insiden kecil." kata Jesi


"Memangnya ada apa?" tanya Ila


"Bukan masalah besar, aku sudah mengatasinya kok." ucap Jesi.

__ADS_1


...****************...


Setelah selesai jogging, mereka memutuskan untuk balik saja karena waktu juga semakin siang. Terik matahari juga tak baik kalau sudah terlalu siang.


"Sampai rumah juga." ucap Ila


"Iya ya, kalau begitu aku langsung balik saja ya. Aku nitip salam kepada ibumu." kata Jesi


"Oke, hati-hati di jalan ya."


Tak lama kemudian, Angga menelepon Ila karena dirinya mau mengajak Ila untuk dinner bersama Alex.


"Kamu mengajak Alex?" tanya Ila


"Bukan aku yang mengajaknya, tapi dia yang mengajak kita." ucap Angga


"Kalau begitu semisal aku mengajak Jesi apa boleh?"tanya Ila


"Boleh sih, nanti aku tinggal bilang saja ke Alex kalau kamu ajak sahabatmu."


Ila segera memberitahu Jesi kalau ia ingin mengajak Jesi untuk dinner bersama.


Langit mulai menggelap, semua sudah siap untuk berangkat ke tempat dinner. Angga dan Alex sedangkan Ila bersama Jesi.


Chat Angga kepada Ila


"Sayang, aku langsung berangkat bersama Alex nanti aku tunggu disana dan aku share lokasinya."


Angga dan Alex sudah berada di lokasi tempat dinner. Angga pun sudah membagikan lokasi ia terkini kepada Ila. Kini mereka tinggal menunggu kedatangan Ila dan Jesi



"Kamu sendirian disini? Alex mana?" kata Ila


Ila dan Jesi sudah sampai ke tempat mereka mau dinner.


"Alex masih ke toilet." kata Angga


Di meja sudah ada Angga, Ila, dan Jesi. Mereka pun lagi asik mengobrol satu sama lain. Namun tiba-tiba Alex datang ke meja meraka dan suasana berubah.


"Malam, lagi ngobrolin apa nih." kata Alex


Jesi menoleh ke arah belakang dan betapa kagetnya ketika Alex melihat Jesi dan begitu juga sebaliknya.


"Kamu."


Sebuah kata yang terucap bersama-sama antara Jesi dan Alex.

__ADS_1


Insiden saling menyalahkan pun terjadi. Alex masih berpikir kalau Jesi tak mau bertanggung jawab. Padahal Jesi sangat ingin bertanggung jawab saat itu, ia juga sudah memberikan kartu nama yang bisa Alex hubungi untuk meminta pertanggungjawaban.


Ila coba meredam mereka berdua, dengan membicarakan permasalahan ini dengan baik-baik.


"Aku kan sudah memberi kartu namaku padamu." kata Jesi


"Aku tak butuh kartu namamu, aku butuh kamu ganti handphoneku. Dasar tak bertanggungjawab."


"Jangan pernah aku bilang tak bertanggungjawab ya. Aku sudah berniat mengganti tapi karena tadi aku ada urusan jadi aku tinggalin kartu namaku ke kamu."


"Kartu nama kartu nama kartu nama saja yang kamu bicarakan." kata Alex


"Oke aku akan mengganti semua kerusakanmu, berikan nomor rekeningmu." kata Jesi


"Aku tak butuh uang, kamu ganti handphone yang sama persis dengan ini. Aku tidak mau tahu caranya gimana." ucap Alex


Jesi pun menyanggupi permintaan dari Alex. Sebenarnya ia untuk membeli handphone sendiri pun mampu, tapi karena ini masalah tanggung jawab Alex pun harus menuntut Jesi untuk itu.



"Nah kan sekarang urusannya sudah selesai, bagaimana kalau kita pesan makanan." kata Ila


Mereka pun memesan makanan, Jesi masih tak menyangka jika Angga mempunyai sepupu yang sangat menyebalkan seperti itu. Ia sangat membenci sikapnya yang keterlaluan itu.


"Apa dia tak bisa membedakan ya, cara bersikap pada wanita." kata Jesi dalam hatinya.


"Bagaimana bisa Ila punya sahabat yang seperti itu." ucap Alex dalam hatinya.


Setelah selesai dinner, Mereka memutuskan untuk pulang.


"Kamu hati-hati ya." ucap Angga kepada Ila


"Kamu juga."


Ila dan Jesi sudah pulang menuju rumah. Ila akan mengantar Jesi sampai ke rumahnya. Selama di perjalanan Jesi melamunkan sesuatu.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Ila


"Tidak, aku hanya bingung saja." ucap Jesi


"Bingung kenapa? apa masalah tadi ya."


"Iya bener, apakah aku bisa ganti handphone yang sama persis dengan yang ia punya ya." kata Jesi


"Nanti aku akan bantu kamu cari. Kamu tenang saja ya."


Jesi merasa lebih lega karena Ila mau membantunya di saat itu. Jesi tak masalah mengenai nominalnya tapi ia takut handphone itu tak ada di pasaran alias langka kalau melihat tipe dan speknya.

__ADS_1


"Terima kasih ya La, kamu memang sahabat terbaikku." kata Jesi


Mereka sampai dengan selamat di rumah masing-masing.


__ADS_2