Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 50 : PEMBALASAN BIMA


__ADS_3

Keadaan Ila dengan Angga, dengan berjalannya waktu mulai membaik. Karena Angga yang terus menerus meminta maaf kepadanya, membuat hati Ila menjadi luluh kepadanya.


...****************...


KANTOR PRIMADI.


Hari ini, kondisi perusahaan Primadi tampak terlihat sangat baik. Perusahaan yang mempunyai kerja sama hampir di seluruh Indonesia maupun luar negeri, kini menjadi pusat perhatian. Semua investor menaruh sahamnya di perusahaan tersebut.


"Pak Angga bisa juga ya, membuat maju perusahaan ini." kata Jesi


"Iya benar, Pak Angga memang hebat." ucap salah satu pegawai disana.


"Kita berasa mimpi, ternyata kerja keras kita tidak sia-sia ya selama ini." ucap yang lainnya.


Hari ini banyak sekali orang-orang penting yang datang disana. Semua mengikuti rapat tak terkecuali Angga selaku direktur dengan Ila selaku sekretarisnya.


Tidak hadirnya Kak Bima saat itu menjadi tanda tanya besar bagi Ila. Ila berpikir bahwa Kak Bima juga menaruh sahamnya di perusahaan primadi ini, tetapi mengapa ia tidak hadir saat rapat.



"Ila, mana dokumennya? Ila.. Ila." kata Angga


Ila tersadar dari lamunannya itu dan segera memberikan berkas yang dibutuhkan Angga saat rapat berlangsung saat itu.


SELESAI RAPAT.


Semua klien pergi dari sana. Rapat berlangsung dari pagi hingga sore hari. Ila saat itu bersiap-siap untuk pulang karena hari sudah mulai petang.


"Ila tunggu." panggil Angga


"Ada apa pak?" tanya Ila


"Besok kamu ikut aku pergi ke kantor cabang yang ada di luar kota, nanti aku jemput kamu pagi sekali ke rumahmu."


Ila hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Angga.


KEESOKAN HARINYA.


Suara klakson mobil sudah terdengar dari luar dan itu sepertinya bosnya Angga. Ila saat itu langsung berpamitan dengan ibu dan adiknya.



"Ibu, Ila berangkat dulu ya." (sambil mencium tangan ibunya)


Begitu pula dengan adiknya, Ila berpamitan kepada adiknya yang saat itu masih sarapan pagi.


Ila keluar rumahnya dan masuk ke dalam mobil Angga.


"Sudah siap." kata Angga

__ADS_1


"Sebentar." (dia kesusahan menarik sabuk pengamannya)


Angga melihatnya saat itu dan akhirnya dia membantu Ila untuk memasang sabuk pengamannya. Momen romantis pun terjadi antara keduanya, tubuh Angga semakin dekat dengan Ila membuat Ila menjadi melamun dan gagal fokus.


"Ila halo..halo." (tangan Angga melambai di wajah Ila)


"Ha..iya. Terima kasih." kata Ila yang baru saja tersadar dari lamunannya itu.


Mereka melewati perjalanan mereka berdua, Angga senang bisa melakukan perjalanan ini dengan Ila hanya berdua saja. Setelah melewati beberapa masalah dengannya, Angga tidak akan kehilangan sosok wanita yang ada di sampingnya itu lagi. Angga akan mencoba untuk menyelesaikan masalah yang menjadi rintangan dalam hidupnya maupun Ila.


"Oh tuhan, terima kasih kau telah memberikan dirinya untukku saat ini. Semoga aku tetap bersama dia seperti ini. Bantulah aku untuk menyelesaikan masalah yang ada di hidupnya." kata Angga dalam hatinya (saat itu Angga posisi sedang menyetir)


Ila juga mengatakan hal yang sama dalam hatinya.


"Tuhan, terima kasih untuk 1,5 tahun ini aku bersamanya. Meskipun aku tidak bisa memiliki dia, tetapi dia adalah sahabat terbaikku." kata Ila dalam hatinya.


Perasaan mereka saling berkata satu sama lain. Mereka sangat bersyukur kepada Tuhan karena mereka bisa tetap bersama meskipun banyak permasalahan yang mereka hadapi mulai kasus kecelakaan ayah Ila yang masih belum tahu pelaku sebenarnya. Buat Angga, hubungannya dengan Mira dan Kak Bima yang masih belum ia selesaikan sampai saat ini.


"Aku yakin semua akan berakhir dan aku bisa memilikimu Ila." ucap Angga dalam hatinya dengan sangat yakin.


Menghela nafas dan itu terdengar oleh Ila.


"Kenapa? apa butuh minum?" tanya Ila


"Ha..iya, boleh."


Setelah beberapa jam kemudian, mereka sampai di kantor cabang. Angga memasuki kantor itu diikuti dengan Ila yang ada di belakangnya.


Semua pegawai disana menyambutnya dengan sangat baik dan ramah. Angga bertemu dengan pimpinan disana dan melakukan obrolan mengenai perkembangan perusahaan yang ada disana.


Ila selaku sekretaris mencatat semua hasil obrolan tadi, yang mereka lihat perusahaan ini sudah sangat baik perkembangannya untuk saat ini.


Selesai mereka melakukan pengecekan disana, Angga dan Ila berpamitan untuk pergi dari sana.



"Ini kan bukan arah jalan pulang." kata Ila


"Kita mau kemana?" tanya Ila


"Sudah, kamu diam ikut denganku." kata Angga


Ila diam menuruti perintah Angga kepadanya.


Kemudian apa yang terjadi, wajah Ila terlihat sumringah. Dia sangat senang sekali, Angga mengajaknya ke tempat ini. Itu adalah pemandangan yang sangat indah.



Banyak sekali macam-macam bunga disana. Warnanya sangat menyegarkan mata. Hal ini tidak mereka temukan di tengah ibukota, hingga Angga mengajak Ila untuk datang kesana.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Angga


"Tempat ini bagus sekali, mata aku jadi segar kembali. Udaranya juga sejuk disini." kata Ila dengan wajah tersenyum


Angga ikut bahagia kalau Ila bahagia. Angga sangat ingin sekali tetap melihat senyuman itu di wajahnya. Sudah banyak sekali penderitaan yang Ila rasakan selama ini. Angga selalu berdoa, Ila bisa selalu bahagia seperti ini.


"Semoga setelah ini kamu tetap bahagia ya La." ucap Angga dalam hatinya.


Mereka berdua menikmati sangat menikmati suasana disana. Tiba-tiba suara telepon Angga berdering. Angga mengangkat telepon itu.


"Apa? bagaimana bisa?" teriak Angga


Ila kaget yang ada di sebelahnya saat itu, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga Angga berteriak seperti itu.


Tanpa banyak bicara, Angga menarik tangan Ila dan mengajaknya untuk segera kembali ke kantor.


"Sebenarnya ada apa?" tanya Ila


"Nanti aku jelaskan di mobil, sekarang segera kita pergi dari sini." ucap Angga


Angga menyetir mobil dengan kecepatan yang tinggi. Ila melihat raut wajah Angga yang terlihat cemas, kemudian Ila mulai bertanya kepadanya.


"Sebenarnya ada apa?" tanya Ila


"Semua klien kita hilang."


"Maksut kamu, mereka menarik kembali sahamnya di perusahaan kita?"


"Iya, aku juga tidak tahu apa penyebabnya. Maka dari itu kita harus segera ke kantor."


"Baiklah, kamu jangan terlalu panik karena kamu menyetir saat ini." ucap Ila


Beberapa jam kemudian, Angga dan Ila telah sampai di kantor. Angga mendatangi pegawainya yang mengurus mengenai ini.


"Sebenarnya apa yang terjadi?"


Pegawai itu menceritakan semuanya kepada Angga mengapa mereka bisa memutuskan hubungan kerjanya secara tiba-tiba.


"Oh jadi ini ulah perusahaan Santoso." kata Angga


Perusahaan itu memang sudah menarik investasinya sejak Angga telah berani memukul Kak Bima. Setelah kejadian itu, Angga pun telah berusaha untuk mencari investor lain. Dia melakukan promosi secara besar-besaran sampai bisa seperti saat ini.


Kini Perusahaan Santoso telah mengambil beberapa klien terpenting dan itu tidak akan dibiarkan oleh Angga begitu saja.


BERSAMBUNG.


Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)


Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2