Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 12 : ORANG TERKASIH MENINGGALKANKU


__ADS_3

Kehidupan kampus Ila terutama akademik dapat dikatakan sangatlah baik dimana tiap semester Ila selalu mendapatkan IP cumlaude sedangkan nonakademik seperti keikutsertaan dia di organisasi juga tidak dapat dipungkiri dia sangat aktif. Jadi antara akademik dan nonakademik Ila berjalan beriringan sehingga dia dijuluki mahasiswa teladan disana dan dikenal oleh seluruh dosen di kampusnya karena banyak prestasi yang ia peroleh selama ini. Hal ini ia lakukan hanya demi kedua orang tuanya bangga kepadanya.


Di lain sisi, Mira telah melaporkan Ila kepada dosen atas perbuatan dia yang membuat gaduh seluruh mahasiswa di jurusan padahal itu hanya akal-akalan Mira untuk menjatuhkan Ila.


Setelah itu tidak lama kemudian, Ila dipanggil oleh salah satu dosen dan dia diberi peringatan atas perbuatannya itu dimana dia harus lebih berhati hati karena dia adalah mahasiswa yang diberi beasiswa hal ini juga akan sangatlah berpengaruh juga dengan beasiswanya itu.


Ila keluar dari ruang dosen, saat di perjalanan Ila bertemu dengan Kak Bima.


"ila." (Memanggil dari kejauhan)


"Iya Kak, ada apa?"


"Ayo ikut aku." (sambil menarik tangan Ila ke arah taman di sekitar kampus)


Ila menuruti Kak Bima, sampai disana Kak Bima menanyakan jawaban Ila atas pernyataan dia suka dengan Ila. Ila menjawab dengan hati-hati dia tidak ingin menyakiti hati Kak Bima.


"Maaf Kak, bukannya aku tidak suka dengan Kakak. Saat ini aku hanya ingin fokus untuk masa depan ku dulu kak. Maaf sekali lagi." Jawab Ila dengan singkat


Akhirnya Kak Bima menyadari hal itu, Kak Bima sangatlah memaklumi atas keputusan Ila. Dia tidak ingin memaksakan juga dan perasaan ini sampai kapanpun hanya untuk dia sampai Ila siap untuk membuka hati untuknya.


Suara ponsel Ila tiba-tiba berbunyi...


Saat Ila mengangkat telepon, Ila sangat kaget tiba-tiba Ibu menangis. Ibu menyuruh Ila untuk segera pulang karena ada hal yang ingin ibu katakan.


Ila panik dan langsung pulang ke rumah. Saat Ila pulang ke rumah, keadaan rumah saat itu sangat ramai. Dia semakin bingung dengan situasi ini dan betapa kagetnya saat melihat itu semua.


Semua orang terutama ibu dan adiknya sedang menangis di sebelah orang yang sedang terbaring disana. Ila semakin penasaran siapakah itu dan dia pun melihat dari dekat ternyata itu adalah ayahnya.


Ayahnya mengalami kecelakaan saat dia hendak ingin pulang ke rumah dan dia sudah meninggal saat di TKP saat itu juga.


Ila langsung menangis dan hatinya sangat sakit ditinggal orang yang dikasihinya selama ini. Ila masih tidak percaya dengan ini semua, dia ingin sekali mencari tahu penyebab ayahnya meninggal. Setelah dia memakamkan ayahnya dia akan cari tahu ini semua. Dia masih tidak terima atas kecelakaan ini, ibu bilang ayah ditabrak oleh sebuah mobil. Ila ingin pengendaranya bertanggung jawab atas ini semua.


Keluarga Ila masih berduka atas meninggalnya ayah Ila yang secara mendadak itu. Ila tak hentinya hentinya meneteskan air matanya yang tanpa sadar membasahi pipinya. Dia memutuskan untuk besok besok saja ke kantor polisi, saat ini dia ingin fokus menguatkan ibu dan adiknya saat itu.

__ADS_1


" Ibu, tenang saja bu..ada aku disini untuk adik dan ibu. Setelah ini aku lulus kuliah dan segera aku akan mencari pekerjaan untuk membantu keluarga ini." Ucap Ila


"Kamu tidak perlu membebani dirimu seperti itu nak, ibu tidak akan memaksamu harus dapat pekerjaan. Ibu bisa membuka usaha katering rumahan untuk membantu perekonomian kita saat ini sembari itu ada uang dari perusahaan ayahmu bekerja, insyaallah itu cukup untuk kita untuk beberapa bulan." Kata Ibu sambil membelai rambut anaknya.


Setelah beberapa hari setelah kepergian ayahnya untuk selamanya, Ila langsung pergi ke kantor polisi untuk mengetahui kronologis kecelakaan ayahnya. Dia pamit kepada ibunya.


...----------------...


TIBANYA DI KANTOR POLISI


Ila masuk dan meminta penjelasan kepada bapak polisi disana


"Mohon maaf mengganggu waktunya, saya ingin mengetahui kronologis kecelakaan yang terjadi beberapa hari yang lalu antara mobil dan sepeda motor yang menewaskan pengendara motor. Disini saya ingin tahu siapa orang yang sudah mengendarai mobil itu, apakah dia sudah mempertanggung jawabkan perbuatannya itu pak?." Tanya Ila


"Kebetulan sekali kerabat dari pengendara mobil itu sebentar lagi datang."


"Lah ini dia." (Mata polisi itu mengarah ke belakang tempat duduk Ila)


Ila menoleh ke arah belakang, betapa kagetnya Ila saat itu ternyata itu adalah Angga. Ila tanpa mendengarkan kronologisnya dan banyak omong dia langsung keluar. Dia cukup tahu untuk ini semua. Angga yang tahu membuntuti Ila.


"Lepas." (menghempas pegangan Angga)


"Intinya aku tidak ingin melihatmu lagi." Ucap Ila


(Langsung meninggalkan dia).


Dia sangat shock ternyata temannya selama ini yang sangat baik kepadanya adalah kerabat orang yang sudah membunuh ayahnya. Ila sangat sedih, dia memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan dia lagi. Ila akan menjauhi si Angga itu.


Saat tiba di rumah, Ila mengenang sosok ayahnya dia seketika sangat sedih dan sisi lain dia harus terlihat kuat di depan Ibu dan adiknya.


Setelah merasa lebih baik Ila masuk ke kampus, Ila yang saat itu tidaklah lagi seperti Ila yang dulu, dia masih merasa sedih atas kepergian ayahnya itu. Ila lebih banyak melamun sampai sampai di jalan Ila menabrak seseorang. Untung saja yang ia tabrak adalah Kak Bima.


"Aduh.."

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa Il?" tanya Kak Bima


"Aku tidak apa-apa kak." jawab Ila


"Ayo ikut aku." (menarik tangan Ila)


Kak Bima membawa Ila ke atas balkon kampus yang berada di lantai atas.


"Ila aku tahu keadaanmu saat ini, tapi kamu tidak perlu khawatir ada aku disini untukmu." Ucap Kak Bima


"Iya kak terima kasih banyak."


"Senyum dong..kamu harus tetap semangat menggapai cita-citamu kalau kamu murung seperti ini bagaimana kamu bisa meraihnya."


Dalam hatinya Ila berpikir bahwa benar juga apa yang dikatakan Kak Bima, dia harus tetap semangat untuk membuat bangga orang tuanya terutama ayahnya yang sudah ada di surga sana.


"Iya..semangat." (mengehela nafas dengan lantang dan penuh tekad)


Kak Bima kaget dan senyum dengan sikap Ila. Dia sangat senang Ila sudah mulai bangkit.


Kak Bima saat itu masih ada kelas, mengajak Ila untuk turun saja tetapi Ila tidak mau karena dia ingin tetap disitu untuk menenangkan dirinya.


"Aku pergi dulu ya."


"Iya kak, aku ucapkan terima kasih


banyak." (dengan memamerkan senyum merekah di wajahnya sebagai tanda dia sudah lebih baik dari sebelumnya)


Ila disana menikmati udara yang sejuk dan pemandangan yang indah. Hal ini ia lakukan agar kini dia bisa menata hatinya lebih baik dan berpikir maju untuk meraih cita citanya selama ini.


Karena sudah cukup sore ia pun pulang ke rumah dan tanpa sengaja dia bertemu Angga di jalan. Dia memalingkan wajah darinya, hal itu juga sama ia lakukan saat di kelas. Mira yang melihat itu semua merasa heran mengapa mereka berdua tidak menyapa satu sama lain, tetapi juga senang dengan pemandangan itu. Jadi Mira punya kesempatan untuk mendekati Angga.


Angga membuntuti Ila untuk menjelaskan semuanya tetapi Ila tidak ingin mendengar penjelasan dari Angga lagi, Ila ingin Angga tidak usah menanggap dia teman lagi. Ila pun pergi meninggalkan Angga.

__ADS_1


"Ternyata cuma segitu kamu menganggap persahabatan kita. Oke fine aku akan menuruti semua permintaanmu aku tidak akan menganggapmu teman lagi jika itu membuatmu lebih baik." Ucap Angga setelah Ila meninggalkannya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2