Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 13 : 1 TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Setiap bulan Ila melewati masa kuliahnya dengan penuh semangat, hingga tiba saatnya kurang beberapa hari dia akan di wisuda. Setelah melewati kesulitan membuat skripsi harus lembur dan revisi hampir setiap hari, akhirnya hari itu tiba juga.


...----------------...


ACARA WISUDA BERLANGSUNG



Saat acara wisuda, Ibu dan adiknya menghadiri hari berbahagia kakaknya itu. Sudah semenjak sekitar 1 tahun ditinggalkan oleh sosok ayahnya, kini Ila sebagai anak sudah membuktikan bahwa dia bisa lulus dengan hasil terbaik. Hal ini tentu membuat bangga orang tuanya, karena dia merasa tidak sia-sia mengorbankan waktu 4 tahun untuk berkuliah menuntut ilmu dan mencari pengalaman dan ya memang dia hanya dari keluarga yang sederhana dan cuma mengandalkan beasiswa namun dia tetap semangat belajar hingga dia bisa mendapatkan nilai yang cumlaude serta dia bisa menjadi lulusan terbaik di kampusnya.


Tak lama dari itu, Ila pun berkeinginan untuk segera melamar pekerjaan dimana sebelumnya dia pernah di tawari oleh Kak Bima untuk masuk di perusahaan milik pamannya saja namun Ila menolak karena ia ingin sekali mandiri dan tidak ingin merepotkan siapapun.


Hampir seminggu Ila menganggur di rumah, dia hanya bisa membantu ibunya mengurusi katering. Setelah Ila melamar di berbagai perusahaan kabar baik itu akhirnya datang di saat waktu yang bersamaan dimana Ila diterima di tiga perusahaan sekaligus. Semuanya itu diterima karena mereka melihat potensi di diri Ila. Hanya ucapan syukur yang ila berikan dan akhirnya dia memutuskan untuk masuk di perusahaan Primadi karena menurutnya perusahan itu yang cocok dan gajinya pun tidak main-main. Semoga dengan dia diterima kerja disitu, dia bisa membantu ibunya yang saat ini sedang merintis usahanya dan membantu membiayai sekolah adiknya.


...****************...


HARI PERTAMA KERJA


Matahari mulai terang menyinari kamar Ila, dia terlalu bersemangat untuk memulai mencari uang untuk menghidupi keluarganya itu. Dia sudah siap dengan pakaian yang rapi dan seperti biasa dia harus naik angkutan umum untuk menuju ke tempat kerjanya itu karena jaraknya lumayan jauh dari rumahnya.


Sesampainya di tempat kerja, Ila sangat di sambut baik oleh para pekerja disana mereka semua sangat sopan kepada Ila. Sepertinya dia akan betah untuk kerja disana kalau melihat sitausi dan kondisi disana. Ila pun kebingungan kemana dia harus pergi. Tiba-tiba dari kejauhan ada seorang wanita yang datang, Ila pun dihampiri oleh salah satu perempuan disana.


"Kamu Ila ya?" tanya wanita itu (dia adalah orang yang menelepon Ila dan mengatakan bahwa Ila diterima kerja)


"Iya bu..eh mbak." kata Ila


"Panggil saja aku Lisa."


"Kamu bisa memulai kerjamu saat ini, ayo ikut aku." (mulai berjalan menuju ruangan dan Ila pun mengikuti dari belakang)

__ADS_1


Lisa memberitahukan ruangan tempat kerja untuk Ila, dia pun menjelaskan peraturan-peraturan yang ada disana dan apabila dia membutuhkan sesuatu dia bisa bertanya kepada Lisa.


Hari itu adalah hari pertama Ila bekerja, dia akan bekerja dengan tekun agar tidak mengecewakan semuanya. Saat Ila mulai bekerja dia diajak berkenalan dengan seorang wanita disana, dia bernama Jesi.


Jesi merupakan karyawan disana juga dan dia sudah berkerja disana hampir 3 tahun. Dia mengajak Ila berkenalan sekaligus membantu Ila beradaptasi disana.


Hari demi hari Ila dan Jesi semakin akrab karena mereka sering bertemu. Mereka pun sering menghabiskan waktu bersama mulai dari makan siang sampai pulang pun Jesi sering mengantarkan Ila pulang hingga Jesi dan Ibu Ila juga akrab.


Tak terasa sudah satu bulan persahabatan mereka terjalin.


Hari ini kantor Ila kedapatan kunjungan tamu penting dari induk perusahaannya karena ada informasi penting yang akan disampaikan. Semua orang di kantor sedang mempersiapkan semua yang diperlukan. Bos Ila memperintahkan Ila dan Jesi untuk bertugas di pintu depan untuk menyambut tamu yang datang. Ila dan Jesi juga diberi tugas menjelaskan semua bagian bagian yang ada di perusahaanannya.


Rombongan mobil dari kejauhan datang dengan sangat mewahnya. Semua rombongan dari perusahaan induk pun datang kesana.


Karena sudah tidak tahan menahannya, Ila izin kepada Jesi untuk ke toilet sebentar. Ila pun bergegas dan terburu-buru untuk kembali. Saat kembali Ila tercengang.


Ila hanya diam tanpa suara dan melontarkan kalimat ini kepada Jesi


"Itu siapa?" Ucap Ila


"Oh, pria yang berkacamata itu maksutnya, dia adalah pewaris perusahaan, dia akan menjadi pemilik perusahaan sekaligus akan menjadi bos besar kita kelak.


Ila pun saat itu hanya diam tercengang, karena masih tidak percaya mengapa dia harus bertemu dia lagi dia lagi.


" Kalian bisa memanggil dia Tuan Angga, sekarang dia yang akan memimpin perusahaan induk dan mengawasi perusahaan cabang terutama perusahaan kalian ini. Jadi kalian jangan coba-coba untuk membantahnya." Ucap asisten Angga


Bos Ila pun memanggil Ila dan Jesi untuk mengajak Bos besar untuk berkeliling kantornya.


Jesi pun menyeret tangan Ila dan Ila mencoba untuk profesional.

__ADS_1


Disana Jesi dan Ila pun mulai menunjukkan bagian bagian kantor sambil berjalan mengitari gedung kantornya itu. Setelah itu semua bagian penting termasuk Angga sebagai bos besar dan bos Ila masuk ke dalam ruangan untuk membahas masalah penting. Ila dan Jesi pun tinggal beristirahat.


Ila dan Jesi memutuskan untuk pergi keluar kantor untuk makan siang. Mereka mampir ke kafe langganannya.


"Selesai juga kita, sangat melelahkan bukan hari ini" ucap Jesi


"Iya, mulutku sampai kering karena harus menjelaskan semua itu." kata Ila


"Ngomong-ngomong bos besar kita ganteng juga ya, sebelum itu aku beritahu kamu ya bos nya sudah tua tapi sekarang muda banget." kata Jesi sambil senyum sendiri


"Menurutmu, bagaimana?" Lanjut Jesi


Ila pun terdiam memikirkan sesuatu, dia mulai berpikir apakah dia harus menceritakan ini kepada Jesi tentang Angga atau tidak


"Ada yang kamu pikirkan ya?" tanya Jesi


"Ceritakan saja kepadaku, kita kan sudah lumayan kenal nih masa kamu tidak mempercayaiku siapa tahu aku bisa membantumu." lanjut Jesi


Ila pun mulai menjelaskan kepada Jesi kalau ternyata Angga adalah teman kuliahnya dulu dan dia tidak ingin mengenalnya lagi sejak keluarga Angga telah membuat Ayahnya meninggal dunia.


"Apa? Jadi kamu kenal dengan bos besar kita itu." (Jesi kaget mendengar itu semua)


"Iya, tapi aku sudah memutuskan untuk tidak mengenal dia lagi semenjak aku mengetahui dia penyebab ayahku tiada." (Mengangguk dan dengan muka lemas Ila menceritakan itu)


Jesi pun mengetahui semuanya, Jesi saat itu masih tidak menyangka dan sebagai sahabat Jesi pun akan selalu mendukung jalan yang Ila pilih.


Setelah banyak mengobrol santai di kafe, mereka sampai kelupaan kalau hari ini mereka ada jam kerja lagi. Mereka pun langsung pergi meninggalkan kafe itu dan balik ke kantor.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2