Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 90 : PELUKAN CINTA


__ADS_3

Malam itu Ila menginap di rumah Jesi, karena Jesi menyuruh Ila untuk menemaninya untuk malam ini.


Di kasur saat hendak tidur, Jesi pun mulai menceritakan kejadian yang ia alami dengan Alex kepada Ila.


"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" tanya Ila


Jesi menceritakan kepada Ila kalau ternyata Alex mempunyai selingkuhan di Singapura tempat dia bekerja.


"Apa kamu yakin?"


"Iya, aku dengar sendiri kok dia telponan dan ia sendiri yang bilang kalau dia bakal segera balik kesana."


Ila sebisa mungkin tak langsung percaya dengan yang Jesi ceritakan kepadanya.


"Mungkin saja dia salah dengar." ucap Ila dalam hatinya.


Setelah semua curhatan Jesi utarakan kepada Ila, akhirnya Jesi bisa tidur dengan tenang. Namun Ila masih memikirkan tentang kebenarannya


"Apa benar ya Alex berselingkuh?" ucap Ila yang masih bertanya-tanya.


Ila tak merasa tenang akhirnya dia menjauh dari tempat tidur dan ia pun keluar dari kamar Jesi. Ia hendak menelepon kekasihnya Angga dan untung saja dia belum tidur saat itu.


"Halo." kata Ila


"Iya ada apa? apa kamu ada masalah?"


"Nggak kok, aku cuma mau tanya tentang Alex."


"Iya kenapa dengan anak itu?"


Ila menceritakan ke Angga sesuai dengan yang diceritakan Jesi kepadanya.


"Memang benar dia seperti itu." ucap Angga yang merasa terheran


"Aku juga merasa agak sedikit tidak percaya meskipun aku baru saja mengenal Alex."


"Tapi yang aku lihat dia memang tak punya perempuan lain yang ia dekati selain Jesi, lalu mana mungkin dia berselingkuh." kata Angga


Setelah Ila berbicara kepada Angga, mereka pun membuat kesepakatan untuk mencari tahu kebenarannya dan jika apa yang dituduhkan Jesi kepada Alex tidak benar maka mereka berdua akan menyatukan mereka kembali.


KEESOKAN HARINYA..


Ila pagi sekali sudah ada di restoran. Ila sengaja tak memberitahu Jesi karena dirinya masih tertidur lelap di saat itu.


Ila pun seperti biasa mengecek karyawan yang ada disana dan sekalian di hari itu ia ingin ke kantor Angga untuk makan siang bareng disana.


...****************...


KANTOR ANGGA.


Ila jalan menuju ruangan Angga dan tanpa sengaja ia melihat raut wajah Alex yang dari kejauhan seperti tidak bersemangat.


"Apa dia masih kepikiran tentang tadi malam ya." kata Ila


Lalu Ila pun melanjutkan langkah ke ruangan Angga.

__ADS_1


"Selamat siang."


"Iya sayang." kata Angga


"Jadi makan siang bareng?" tanya Ila


"Iya boleh."


Mereka bergegas pergi mencari restoran dekat sana untuk mereka makan siang bareng sambil membicarakan perihal Alex dan Jesi.


Sesampainya di restoran, mereka langsung memesan makanan dan minuman disana.


"Tinggal kita tunggu makanan dan minumannya." ucap Angga


"Oh iya kacamata kamu nggak dibuka nih." lanjut tanya Angga



"Ah aku belum kasih tahu kamu ya."


"Kasih tahu tentang apa?"


"Kemarin malam habis kita telponan seperti ada binatang kecil yang masuk di mataku lalu aku mengambilnya dan akhirnya berhasil. Setelah itu mataku terasa gatal sampai aku tak sadar terus menguceknya dan jadinya seperti ini." kata Ila sambil menunjukkan kepada Angga


"Astaga, kita ke dokter ya." ajak Angga


"Tidak perlu, ini juga udah reda kok cuma mataku terus berair saja. Besok mungkin juga sudah sembuh." kata Ila


Tak lama kemudian makanan dan minuman untuk makan siang mereka datang. Mereka pun sangat menikmatinya.


"Bagaimana maksut kamu?"


"Keadaan dia, soalnya aku tadi lihat wajahnya murung terus.


"Iya sih, dia hari ini tak seperti biasanya. Lalu bagaimana dengan Jesi.


"Jesi cukup lumayan tenang, karena tadi malam dia curhat sama aku tentang semuanya."


"Hmm, begitu. Syukurlah."


"Kamu kan dekat nih sama Alex, kamu coba cari tahu ada nggak perempuan yang dekat dengannya."


"Hmm, gimana ya. Memang yang aku tahu dia hanya dekat dengan Jesi saja. Menurutku Alex bukan tipe orang yang suka berselingkuh gitu. Tapi agar kamu juga tenang aku akan coba selidiki ini."


"Terima kasih sayang." ucap Ila sambil memegang tangan Angga


Setelah selesai makan siang, Mereka kembali ke kantor Angga. Dalam perjalanan kembali, Ila tanpa sengaja melihat orang yang mirip dengan Kak Bima.


"Stop-stop." ucap Ila


Mobil Angga langsung berhenti.


"Ada apa?" tanya Angga


Ila membuka pintu mobilnya dan mencoba melihat sosok orang yang ia lihat tadi. Tetapi saat ia keluar dari mobil, orang itu sudah tidak ada. Ila mencari di sekitaran sana tapi tak ada jejak. Lalu Ila memutuskan untuk masuk ke dalam mobil lagi.

__ADS_1


"Kamu salah lihat lagi." kata Angga


"Iya mungkin aku salah lihat." ucap Ila


Dalam hati dirinya masih tak percaya kalau tadi hanya salah lihat. Orang itu memakai jaket hitam dan topi.


"Are you okay?" tanya Angga sambil memegang tangan Ila


"Ya." ucap Ila


Angga melanjutkan perjalanan menuju ke kantornya. Saat itu Ila ikut dengan Angga karena Angga yang memintanya untuk menemani dia sampai pulang kerja nanti.


Mereka duduk di sofa.


"Kenapa?" tanya Angga karena Ila merasa tak nyaman dengan matanya


"Ini loh mataku rasanya gatal, tapi aku takut menguceknya. Takut iritasi." kata Ila


"Sebentar ya tunggu." ucap Angga lalu meninggalkan Ila


Tak lama kemudian Angga membawa baskom dan lap.


"Buka kacamatamu." suruh Angga


"Nggak ah, nanti kamu ketularan."


"Biarkan saja, buka sekarang."perintah Angga


Ila mau tak mau karena Angga memaksa,akhirnya ia membuka kacamatanya.


"Sini aku kompres, sebelah mana yang gatal?" tanya Angga


Ila menunjuk bagian mata yang menurut dia gatalnya tak tertahankan. Lalu tanpa disadari mata Ila meneteskan air mata.


"Kenapa ini mata kamu, sampai berair seperti orang menangis." ucap Angga mengambil tisu dan mengusap mata Ila perlahan.


Itu tak hanya mata Ila yang berair, tetapi Ila juga terharu akan ketulusan Angga kepadanya hingga ia meneteskan air matanya. Dengan Angga melakukan itu kepadanya, membuat Ila semakin yakin kalau Angga adalah orang yang tepat untuk jadi pendamping hidupnya.


Disaat Angga yang terus memperhatikan dan mengompres mata dari Ila. Ila tiba-tiba langsung memeluknya. Angga pun merasa heran dengan sikap Ila yang tiba-tiba itu.


"Terima kasih." ucap Ila


"Iya sama-sama." kata Angga


"Mau terus peluk nih, ga mau aku kompres." ucap Angga dengan bercanda.


"Mau terus peluk, emang ga boleh." kata Ila lalu melepaskan pelukannya.


Seketika Angga menarik Ila dan pelukannya.


"Siapa bilang ga boleh." ucap Angga sambil tersenyum.


"Mataku bisa langsung sembuh, kalau dipeluk seperti ini sama kamu." kata Ila


"Ah..bisa saja kamu. Semoga mata kamu lekas sembuh. Tapi kalau besok masih ga sembuh juga kita ke dokter ya." kata Angga

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2