
Ternyata Ila menunduk karena dia sedang menangis saat itu. Air mata yang keluar dari mata Ila mengalir begitu derasnya.
"Ada apa denganmu." kata Angga dengan panik
Angga mengira kalau Ila menangis karena dirinya terlalu keras kepadanya. Angga pun mencoba untuk menghiburnya, karena di saat ia bertanya mengapa dia menangis seperti itu Ila hanya diam saja.
"Ada apa denganmu?" tanya Angga
Ila saat itu semakin menangis dia tidak kuat untuk menahan semuanya. Dia ingin untuk menceritakan ini kepada Angga.
Angga melihat Ila begitu tidak tega, dia menarik tubuh Ila di dalam pelukannya. Dia mengelus bagian belakang tubuh Ila agar dia tenang.
"Sebenarnya ada apa denganmu." ucap Angga di dalam hatinya (sambil mengelus Ila agar dia tetap tenang).
Ila pun menangis di pelukan Angga saat itu. Perasaan Ila menjadi sedikit lebih lega karena bisa mengeluarkannya meskipun hanya dengan menangis.
Ila pun melepaskan pelukan Angga dari tubuhnya. Namun di saat hendak melakukannya, Angga menahannya hingga membuat posisi mereka tetap saling berdekatan.
"Kamu tidak bisa pergi begitu saja." kata Angga (mendekap tubuh Ila, hingga dia tak bisa bergerak)
"Apa yang kamu lakukan, lepaskan aku." ucap Ila
Semua mata wisatawan tertuju pada mereka yang terlihat seperti pasangan yang sedang di mabuk cinta hingga tak mau melepas pelukan.
"Aku tidak nyaman, semua orang melihat kita." lanjut Ila
"Biarkan saja, sebelum kamu menceritakan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi denganmu aku tidak akan melepaskanmu begitu saja." kata Angga dengan nada tegasnya.
Ila pun terdiam sejenak, tetapi ketika Angga mempererat pelukannya Ila pun sontak terkaget hingga membuat dirinya menyerah dan menceritakan semuanya kepada Angga apa yang terjadi.
"Itu yang sebenarnya, aku tidak ingin perusahaanmu mengalami kebangkrutan karena diriku." ucap Ila (suara isakan tangisnya sampai terdengar di telinga Angga).
Angga pun memegang wajah Ila, dia mencoba meyakinkan kalau Perusahaan Primadi tidak akan semudah itu mengalami kebangkrutan.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkannya. Asalkan kamu tetap di sisiku itu tidak akan pernah terjadi." ucap Angga. (memegang wajah Ila sambil meyakinkan dia)
"Bagaimana bisa aku membiarkannya, aku takut Kak Bima akan nekat lagi." kata Ila
"Kamu percaya kepadaku, tidak akan terjadi apa-apa. Kamu tetaplah bersamaku. Jangan sampai terlintas di pikiranmu untuk berhenti bekerja hanya karena lelaki buruk itu." kata Angga (menatap kedua mata Ila dengan perasaan yang mendalam).
"Aku terima tantanganmu Kak Bima, lihat siapa yang akan menang. Kamu sudah berani melawanku Angga, lihat apa yang akan terjadi." kata Angga dalam hatinya.
__ADS_1
Angga pun menyuruh Ila untuk tidak memikirkan itu semuanya. Ila tidak perlu untuk khawatir karena Angga jauh sebelum hal ini terjadi lagi, dia sudah membuat kesepakatan di atas hitam dan putih yang jelas hal itu tidak akan membuat para investor dengan mudah untuk memutuskan kerja dengan Perusahaan Primadi.
"Senyum..." (kedua tangan Angga membantu senyuman di wajah Ila).
Ila pun merasa lega mendengar itu semuanya. Dia pun tersenyum kepada Angga. Tiba-tiba dia mengatakan ini.
"Terima kasih." kata Ila sambil meraih tangan Angga. (tersenyum bahagia).
Angga pun mengedipkan mata dan menganggukkan kepalanya.
Saat itu mereka pun kembali ke acara tadi.
"Dari mana saja kamu?" tanya Jesi kepada Ila.
Jesi melihat Ila kembali bersama dengan Angga yang ada di sampingnya.
"Oh kamu sedang pacaran dengan pak bos ya." ucap Jesi (melirik ke arah Angga)
"Apa sih kamu." kata Ila (berbisik kepada Jesi)
Angga mendengarkan sedikit percakapan antara kedua sahabat itu yang membuat dia tersenyum-senyum.
Beberapa jam kemudian yang tak disangka saat menikmati acara disana waktu sudah sore dan langit mulai ingin menggelap. Mereka pun bergegas untuk kembali dan semuanya segera untuk masuk ke dalam bus.
Semuanya sudah masuk dan mereka pun kembali dengan keadaan yang sudah sangat lelah sekali karena aktivitas yang mereka lalui hari itu.
Tak terkecuali Ila yang begitu tampak kelelahan. Angga melihat Ila yang sedari tadi tidur di dalam bus dan menurut Angga itu sudah cukup menunjukkan kalau dia sangat letih sekali.
...----------------...
KANTOR PRIMADI.
Semuanya turun dari bus, begitu juga dengan Jesi dan Ila.
"Ayo kamu ikut denganku." kata Jesi kepada Ila
"Mau kemana?"
Jesi menjelaskan kalau dia sudah memesan taksi, sehingga mereka bisa pulang bersama, lagi pula rumah mereka memiliki arah yang sama.
"Baiklah." ucap Ila
Taksi pun sudah datang, Jesi menuju ke lokasi tempat taksi itu dan di belakangnya terdapat Ila yang sedang mengikutinya
__ADS_1
Di saat Ila jalan di belakang Jesi, tiba-tiba kepala Ila terasa pusing. Dia sempat ingin jatuh tetapi untung saja Angga yang sigap untuk membantunya.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Angga.
"Iya aku baik-baik saja." ucap Ila
Jesi melihat itu semuanya, menyuruh taksi itu untuk menunggunya karena dia ingin menghampiri Ila.
"Ada apa denganmu? kamu pusing?" tanya Jesi
"Jangan khawatir, ini pusing karena aku lelah saja." kata Ila.
Angga mencoba menyuruh Ila untuk periksa ke dokter. Angga yang akan mengantarnya kesana.
"Tidak, tidak perlu. Dengan tidur aku yakin aku akan sehat kembali." ucap Ila
Jesi tak setuju dengan apa yang dikatakan Ila. Jesi membujuk Ila untuk dia pergi ke dokter saja agar dia dapat obat dan cepat pulih kembali.
"Ayo aku antar." kata Angga
"Kamu bersama pak bos saja, maaf aku tidak bisa menemani kamu karena taksi ku sudah menunggu dan orang tuaku membutuhkanku saat ini juga." kata Jesi
"Iya tidak apa-apa, cepat pergilah."
Kini hanya ada Ila dan Angga. Angga menyuruh Ila untuk menunggu disini karena dirinya ingin mengambil mobil di parkiran kantor belakang.
Beberapa menit kemudian, Angga datang dengan mobilnya. Dia membukakan pintu untuk Ila dan memegangi tubuhnya karena takutnya dia akan pingsan.
...----------------...
RUMAH SAKIT.
Mereka berdua sudah sampai di rumah sakit. Ila pun diperiksa oleh dokter dan dokter pun mengatakan kalau Ila hanya kelelahan saja dan tidak ada tanda-tanda penyakit yang serius. Ila disarankan untuk beristirahat yang cukup dan jangan banyak begadang karena itu sangat tidak baik untuk kesehatannya.
Memang akhir-akhir ini Ila sering begadang karena memikirkan permasalahan yang menimpa dirinya. Dia juga sangat sering melamun. Hal itu membuat kesehatan Ila sedikit terganggu.
Oleh karena itu dokter menyarankan agar Ila tidak boleh sering begadang dan harus makan yang bergizi seimbang.
BERSAMBUNG.
Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)
Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏
__ADS_1