
Kak Bima ternyata melihat semua apa yang terjadi antara Ila dan Angga saat di dekat toilet. Bima sudah tahu kalau hubungan Ila dan Angga bukan hanya sekedar teman biasa. Hal ini akan menjadi boomerang untuk Bima mendekati Ila lagi.
Hari ini Kak Bima mengajak Ila untuk pergi makan siang bersama. Kak Bima ingin menunjukkan rasa yang lebih ke Ila, agar Ila bisa menerima cintanya kembali.
SAMPAI DI KANTOR PRIMADI
Kak Bima tanpa mengabari Angga sebagai pemilik perusahaan langsung menuju ke ruangan Ila untuk menjemput dia makan siang bersama.
"Ila apa kamu sudah makan siang?" tanya Kak Bima
Dari kejauhan, Angga melihat Ila sedang mengobrol dengan seseorang tetapi wajah tertutup oleh papan yang ada di depannya.
Angga pun mencoba menghampiri dan melihatnya dari dekat.
Ternyata yang dia lihat adalah Kak Bima yang sedang mengobrol dengan Ila. Angga menghampiri mereka berdua dan menyapa Kak Bima yang disana.
"Hai." kata Angga
"Ada apa Pak Bima datang kesini? apa anda ada perlu dengan sekretaris saya." lanjut Angga
Kak Bima menjelaskan kalau dia ingin mengajak sekretaris dari Angga itu untuk makan siang bersama. Angga yang mendengarkan itu merasa panas di dadanya, serasa ingin menghajar Kak Bima disana.
"Oke aku ikut ya, kebetulan aku belum makan siang" kata Angga
"Tapi aku ingin berdua dengan Ila, Pak Angga." ucap Bima tanpa ada rasa malu.
Ila pun tiba-tiba menyela percakapan mereka berdua.
"Bagaimana kalau Pak Angga ikut saja Kak Bima?." kata Ila kepada Kak Bima.
Kak Bima sempat tidak mau dengan saran Ila, tetapi karena Kak Bima tidak tega hingga akhirnya dia menuruti perkataan Ila.
RESTORAN.
Mereka dengan bersama-sama membukakan kursi untuk Ila duduk. Ila yang melihatnya merasa heran dengan kelakuan kedua bos-bos itu. Saat Ila memesan, Angga dan Kak Bima juga memesan makanan dan minuman sama dengan Ila.
Makanan datang dan mereka pun menyantapnya. Kak Bima yang tidak mau kalah, ia menyuapi Ila dengan sangat romantis. Angga yang ada di sebelahnya tidak suka dengan sikap Kak Bima kepada Ila.
"Ini Ila." kata Angga sambil sendoknya yang terangkat ingin menyuapi Ila.
Mulut Ila dipaksa untuk dibuka oleh Angga, ia ingin memanas-manasi Kak Bima yang ada disana.
__ADS_1
"Apa cuma kamu aja yang bisa? aku juga bisa." kata Angga dalam hati.
Ila yang disana merasa tidak nyaman dengan sikap mereka berdua, hingga di izin untuk pergi ke toilet.
Tiba di toilet Ila menelepon Jesi.
"Halo, bantu aku." kata Ila kepada Jesi lewat telepon.
Ila menceritakan semuanya kepada Jesi kalau dia dalam situasi yang sangat tidak enak, Ila mau Jesi untuk menjemputnya dan membawa pergi dia dari sana. Jesi pun memenuhi permintaan Ila, karena dia merasa kasihan.
DI DALAM RESTORAN.
Angga dan Kak Bima saling menatap satu sama lain seperti ingin menerkam saja.
"Mengapa Kak Bima menatapku seperti itu?" tanya Angga.
"Aku tidak habis pikir aja, mengapa ada orang yang menyia-nyiakan cinta." ucap Kak Bima
Kak Bima mendekati wajah Angga dan mengatakan
"Aku tahu apa yang terjadi antara dirimu dengan Ila." kata Kak Bima
"Kalau kamu sudah tidak ingin, lepaskan dia untukku. lanjut Kak Bima lalu dia pergi.
"Kemana dia." kata Kak Bima.
Tiba-tiba dia menerima pesan chat daru Ila, kalau Ila balik lebih dahulu karena ada urusan yang mendadak dan penting. Begitu juga Angga menerima pesan dari Ila.
PERJALANAN ILA DAN JESI.
"Akhirnya aku bisa bebas." ucap Ila.
"Apakah kamu sudah makan?" tanya Ila kepada Jesi
"Belum si.." jawab Jesi.
Ila pun menyuruh Jesi untuk makan terlebih dahulu. Jesi pun mengarahkan sepeda motornya menuju cafe langganan mereka berdua.
CAFE LANGGANAN.
Saat tiba di cafe, Jesi memesan makanan dan minuman sedangkan Ila hanya pesan minuman saja karena dia sudah kenyang saat itu.
"Bagaimana bisa, mereka berdua mengajakmu?" tanya Jesi.
__ADS_1
Ila menceritakan semuanya kepada Jesi secara detail, karena saat di telepon tadi Ila tidak memberitahu Jesi secara jelasnya.
Saat di cafe sambil menyantap makanan dan minuman, Jesi membuka topik masalah Angga yang meminta bantuan kepadanya.
"Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan bos Angga?" tanya Jesi pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi.
"Ya begitu, aku juga tidak tahu. Aku mencoba untuk melupakannya karena sepertinya tidak ada lagi harapan untuk hubungan kita ke depannya." jawab Ila dengan nada lemas.
"Mengapa tidakkah kamu coba hubunganmj dengan Bos Angga? dia kan tidak cinta kepada Mira."
"Mana bisa Jes. Kamu tahu Mira, apa yang dia inginkan pasti akan ia genggam terus." jawab Ila dengan pasrah.
Jesi pun mengangguk-angguk dengan perkataan Ila dan Jesi pun memberi nasihat kepada sahabatnya itu. Jesi memberitahu agar Ila berhenti untuk memikirkan orang lain dan mulai memikirkan dirinya sendiri. Jesi menjelaskan kalau yang Ila butuhkan sekarang adalah kebahagiaan. Kebahagiaan yang telah lama hilang dari dirinya.
Ila hanya diam saja, dia memikirkan semua perkataan Jesi yang ternyata juga ada benarnya juga.
"Aku mau tanya padamu, jika aku menerima Angga maka Mira akan tersakiti. Aku tidak mau kalau harus menyakiti orang lain, lalu apa yang harus ku perbuat?."
Jesi pun menyuruh Ila tetap bersabar, karena pasti ada momen mereka untuk bersatu.
"Percaya padaku." ucap Jesi sambil memegang tangan Ila.
Setelah beberapa lama di cafe, mereka kembali ke kantor.
Ila kembali ke tempat duduknya, begitu pula Jesi. Saat diruangannya ada seseorang yang duduk di kursi kerja Ila menghadap membelakanginya.
"Siapa kamu?" tanya Ila.
Saat kursi itu berbalik, siapa yang dia lihat adalah Angga bos nya. Angga sengaja mengganti bajunya karena tidak ingin ketahuan oleh Ila kalau itu dia.
"Pak Angga." kata Ila sambil menunduk
"Tidak usah panggil aku pak, aku mau kita bicara." kata Angga sambil membawa Ila pergi dari sana.
Angga dan Ila pun jalan bersama, pergi ke suatu tempat tetapi Ila tidak tahu tempat itu apa. Ila hanya diam saja saat itu, dia tidak ingin mencari gara-gara dan menimbulkan perdebatan dengan Angga. Ila masih belum tahu dia ingin dibawa kemana oleh bosnya itu.
"Biasanya kamu banyak bicara saat aku ajak, tetapi sekarang diam saja. Syukurlah kamu tidak banyak tanya, jadi aku fokus menyetirnya." kata Angga sambil diselingi dengan candaan kepada Ila yang ada di sampingnya saat itu.
Kira-kira mereka mau kemana ya?
BERSAMBUNG.
Bagaimana kelanjutannya, stay tune terus ya :)
__ADS_1
Mohon dukungannya ❤️❤️, supaya author lebih bersemangat untuk update ceritanya. Terima kasih🙏🙏