
Pagi hari , Ila mendapat chat dari Jesi kalau hari ini kantor akan mengadakan rekreasi sebagai bentuk refreshing karena sudah lama sekali kantornya tidak mengadakan kegiatan itu.
Kegiatan ini merupakan kali pertama Ila mengikutinya, karena dia dapat dikatakan sebagai pegawai baru disana. Namun Jesi yang sudah pegawai lama sudah beberapa kali mengikuti kegiatan rekreasi ini karena ini adalah kegiatan rutin kantor untuk membuat senang para pegawainya agar tidak terlalu penat memikirkan perkerjaan kantor yang sangat banyak itu.
Ila pun memberitahu ibunya kalau hari ini dia akan pergi rekreasi dan dia segera bersiap-siap membawakan perlengkapan yang mungkin dibutuhkan saat disana.
“ Rekreasi nya mau dimana, La?” tanya Ibu
“ Kata Jesi sih ma uke puncak, Bu.” Jawab Ila
“ Wah enak tuh, kan udara disana sangat sejuk kak.” Ucap adik Ila karena iri dengan kakaknya
Ila berpamitan kepada ibunya untuk berangkat, saat Ila sampai di depan pintu sahabatnya Jesi sudah ada di depan menunggunya untuk berangkat bersama.
Mereka berdua berangkat bersama berboncengan dengan Jesi yang mengendarai sepeda motor itu dan Ila berada di belakangnya. Saat berada di perjalanan mereka seperti biasa saling bercengkrama.
“ La, bagaimana hubunganmu dengan bos besar?” tanya Jesi ( tanpa sedikitpun menyaring ucapannya itu )
“ Apa, maksutmu siapa ?” tanya Ila
“ Ya siapa lagi kalau bukan bos Angga ” jawab Jesi
“ Masih tetap sama, aku masih benci sama dia.”
“ Jangan terlalu benci nanti kamu cinta loh sama dia.” Ucap Jesi dengan bercanda
“ Ih..apaan sih. Stop bahas ini.” (Ila sudah malas dengan obrolan tentang Angga)
Sesampai di kantor mereka berada di tempat parkir dan berjalan bersama menuju ruang kantornya. Bukan namanya Ila dan Jesi kalau tidak saling mengobrol di setiap waktu mereka bersama.
__ADS_1
Terlihat banyak orang yang sudah berkumpul disana dan mereka sedang menunggu kedatangan bus dan bos besar yang mana bukan lain yaitu Tuan Angga. Semua sangat sibuk memainkan ponselnya tak lain juga Ila juga sibuk bermain dengan handphonenya itu.
Tanpa sadar, Angga datang untuk memberi kata sepatah kata sambutan sebelum kegiatan itu dilakukan, tapi Ila tahu hal itu namun dia malas untuk mendengar ucapan laki-laki itu dan dia pun fokus dengan ponselnya sambil dia bersembunyi di belakang tubuh temannya Jesi. Jesi mencoba mengingatkan Ila untuk mendengarkan sebentar sambutan darinya namun Ila mengelak menolaknya.
Angga sudah selesai memberikan sambutannya dan menyuruh semua pegaiwanya untuk masuk ke dalam bus. Jesi pun menyeret Ila untuk segera masuk ke dalam bus itu. Namun saat ingin naik ke bus bersama Jesi tiba-tiba tangan Ila ada yang memegangnya dari belakang. Ila menoleh ke arah belakang ternyata itu bos besar. Wajah Jesi saat itu terkejut dan dia pun ingin pergi duluan ke dalam bus namun Ila menarik tangannya.
“ Ayo ikut denganku.” Ucap Angga
“ Kenapa aku harus ikut denganmu ?” Ila merasa heran dengan tingkah Angga
“ Kamu masih punya hutang kepadaku.” (hanya alasan yang bisa diberikan Angga agar dia bisa mengobrol berdua dengan Ila)
“ Mau mu sebenarnya apa ?” tanya Ila dengan sedikit agak emosi
“ Jangan sampai kamu emosi bisa bisa kamu dipecat.” Bisik Jesi
“ Kamu ikut aku.” Jawab Angga dengan sikap dinginnya itu.
“ La, apakah ada yang aneh dengan penampilan kita ya?” tanya Jesi
“ Tidak tahu ah.., mungkin mereka terkejut melihat kamu terlalu cantik kali.” Canda Ila kepada Jesi
Ila pun mencoba menanyakan kepada teman-temannya mengapa menatap kita begitu. Salah satu temannya itu mencoba memberi kode kepada Ila dan Jesi untuk menoleh ke arah belakang. Jesi pun tahu maksutnya dan melihat ke arah belakang ternyata di belakangnya itu ada Tuan Angga yang merupakan bos besar. Ila masih belum sadar tentang hal itu dan Jesi pun membisikan hal itu di telinga Ila. Ila pun menoleh ke belakang dan tanpa ada kata pun yang terucap di bibirnya, Angga menarik tangan Ila dan mengatakan kepada Jesi bahwa bahwa dia meminjam temannya itu.
Semua orang di bus mulai gaduh dan membicarakan Ila, namun Jesi mencoba mengatakan kalau jangan berpikir aneh-aneh tentang mereka karena mereka hanya ingin membicarakan tentang pekerjaan saja.
...----------------...
Di sisi lain, Angga menarik Ila untuk masuk ke dalam mobilnya. Ila pun tidak menginginkannya dan dia ingin coba pergi darinya namun hal itu berhasil dicegah oleh Angga. Angga pun menyuruh supirnya untuk pergi dari sana karena dia ingin mengendarai sendiri mobilnya.
__ADS_1
Di dalam mobil hanya ada Angga dan Ila saja. Angga pun ingin mencairkan suasana yang ada disana karena wajah Ila sungguh terlihat kesal kepadanya dan dia mencoba mengajaknya bicara.
“ Kenapa wajahmu begitu, kamu tidak senang bersama teman kuliahmu ini?” tanya Angga
Ila masih sama dengan prinsipnya itu, dia tidak akan terpengaruh dengan omongan laki-laki ini karena dia akan tetap akan selalu ingat dengan penyebab kematian ayahnya.
Angga mencoba mangajak mengobrol Ila namun Ila dengan suara membisunya itu dan hingga Angga pun memberhentikan mobilnya ke tepian. Ila pun tanpa banyak berpikir, dia keluar dari mobil itu dan memutuskan untuk kembali saja dan juga mencari angkutan umum lewat disana. Namun hal itu dicegah oleh Angga dia menyusul Ila keluar.
“ Ayo kembalilah ke dalam mobil.” (dengan menarik tangan Ila)
“ Mau sampai kapan kamu mau memaksaku seperti ini?” (dengan nada mulai marah Ila mengatakan itu)
“ Sampai kamu memaafkan aku dan mau mendengar semua penjelasan dariku.” Ucap Angga
Tiba-tiba suara ponsel Ila berdering dan itu ada panggilan dari Jesi sahabatnya. Ila bergegas menanyakan mengapa Jesi meneleponnya. Jesi mengatakan kalau dia dicari bos karena bos menitipkan kacamatanya kepadanya tadi.
Tanpa banyak omong, Ila bergegas kembali ke mobil Angga. Angga melihat itu semua sangat senang sekali dan dia merasa bingung mengapa Ila tiba-tiba mau ia ajak berangkat lagi.
“Jangan kepedean ya kamu, aku mau begini karena aku harus cepat-cepat sampai sana karena ada urusannya dengan bos ku” ucap Ila dengan sinis
“ Terserah alasanmu, tapi aku merasa sangat senang.” (ungkapan di dalam hati Angga).
Angga mulai menancap gas dan saat diperjalanan tidak ada obrolan yang terjadi. Sambil mencoba melirik Ila dari sebelah, Ila yang sibuk memainkan ponselnya tidak menyadari hal itu semua, hingga mereka sampai di tempat dimana pegawai lainnya sudah sampai duluan disana.
Tanpa banyak omong Ila bergegas keluar dari mobil itu tanpa ada sekata pun terucap dari mulutnya kepada Angga.
__ADS_1
BERSAMBUNG.