Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 11 : MIRA FITNAH ILA


__ADS_3

"Tenangkan dirimu, aku akan selalu ada disisimu". ucap Angga


Setelah Ila sudah merasa tenang Angga melepaskan pelukan yang lumayan cukup erat itu. Lalu Angga menanyakan kepada Ila apakah dia ingin tetap makan atau pulang saja. Ila pun ingin pulang saja karena dia sudah tidak mood lagi. Akhirnya Angga mengantarkan Ila untuk pulang.


"Sudah jangan kamu pikirkan lagi perkataan Mira tadi." ucap Angga saat berjalan menuju parkiran


Ila hanya terdiam saja saat itu. Di lain sisi Mira melihat mereka berpelukan tadi. Hal itu semua sangat membuat Mira semakin ingin menjatuhkan si Ila, dia pun memikirkan bagaimana caranya itu.


...****************...


Keesokan harinya, saat Ila tiba di kampus dan berjalan menuju ruang kelasnya hampir semua mahasiswa melihatnya saat itu. Ila merasa heran, dia berpikir apakah ada yang aneh dengan dirinya hari ini. Kak Bima yang dari kejauhan terlihat menuju ke arah Ila.


"Ayo ikut aku." ucap Kak Bima (sambil menarik tangan Ila)


"Kemana kak?" tanya Ila


"Ayo kamu ikut saja, akan aku tunjukkan." perintah Kak Bima



Saat sampai di tempat yang Kak Bima maksud "mading", Ila sungguh kaget melihat itu semua. Betapa keterlaluannya seseorang yang menyebarkan berita hoax tentangnya yang memiliki banyak pasangan yang memang tidak sepatutnya dilakukan oleh mahasiswa teladan.


"Apa ini ? , ternyata kamu telah berpacaran dengan Angga ya. " (Kak Bima langsung meninggalkan Ila tanpa mendengarkan penjelasan Ila).


Ila pun berlari sambil mendengar ocehan sana sini meninggalkan tempat itu untuk menenangkan diri. Dia masuk ke dalam ruangan seperti gudang yang jarang orang kesana. Tempat yang sepi tidak ada orang disana sehingga dia bisa leluasa untuk menangis.


Angga di lain sisi sedang mencari keberadaan Ila dimana, dia tahu bahwa Ila saat itu sedang sedih karena berita hoax yang beredar dan dia tahu bahwa Ila pasti benar-benar membutuhkan teman untuk menceritakannya.


Angga berkeliling kampus namun belum ketemu juga. Pada saat dia melewati suatu ruangan, dia mendengar suara ringikan. Angga penasaran dengan arah suara itu hingga dia menuju ke arah suara itu berasal. Ternyata itu datangnya dari gudang.


Angga tidak tahu kalau ada Ila disana. Saat Ila ingin keluar dari ruangan itu, tiba-tiba pintu tidak bisa terbuka dan dia teriak minta tolong.


"tolong..tolong aku terkunci disini." (sambil mendobrak dobrak pintu siapa tahu ada orang di sekitar sana)


Angga yang mendengar itu langsung menuju ruang gudang untuk membantu, tetapi dia berfikir bahwa suaranya tidak asing di telinganya.


"Siapa disana?" tanya Angga


"Aku Ila, anak jurusan pertanian. Bantu aku, aku terjebak disini." jawab Ila dengan berteriak


"Ila..Ila, aku akan membantumu. Aku Angga."


"Angga..Angga bantu aku keluar dari sini." permintaan Ila

__ADS_1


Setelah beberapa lama Angga berusaha membuka pintu itu akhirnya terbuka juga. Ila pun bisa keluar.


"Apakah kamu baik-baik saja? " tanya Angga


"Iya aku baik-baik saja." jawab Ila dengan muka yang lesu tanpa semangat


"Ayo kita ke kelas sebentar lagi ada kelas." lanjut Ila kepada Angga


Mereka berdua pun berjalan bersama menuju kelas. Semua mata tertuju kepada mereka berdua, Angga yang melihat itu semua memperhatikan si Ila. Ila begitu santai dan bersikap cuek dengan apa yang terjadi di sekitarnya.


Saat tiba di kelas, semua temannya sedang bergosip tentangnya.


Dosen pun datang dan mulailah perkuliahan hari itu


...----------------...


Karena hari itu hanya ada satu mata kuliah saja. Ila pun memutuskan untuk pulang saja, tanpa basa basi dan bicara ke siapapun Ila bergegas pulang karena dia sudah tidak mood untuk kejadian yang ia timpa hari itu sehingga mempengaruhi aktivitasnya saat itu.


Angga yang saat itu melihat Ila, tidak berani untuk bertanya mengenai berita hoax yang beredar itu karena itu sangat sensitif. Angga pun tahu kalau Ila butuh menyendiri dan hiburan untuk hatinya yang sedang terluka saat itu.


PADA MALAM HARI PUKUL 07.00, Terang Bulan...



"Assalamualaikum.. assalamualaikum Ila." (sambil mengetuk pintu rumah Ila)


" Waalaikumsalam." jawab Ibu Ila (membuka pintu rumahnya)


"Ternyata nak Angga." lanjut Ibu Ila


"Ila nya ada bu?" tanya Angga


"Ila dari tadi di kamarnya, mungkin banyak tugas jadi ibu tidak berani mengganggunya." Jawab Ibu


"Sebentar ya ibu panggil, kamu masuk saja dan duduk di dalam dulu."


Ibu pun pergi memanggil Ila kalau ada Angga. Ila yang merasa sedang galau hatinya keluar dari kamarnya dan pergi menemui Angga.


"Ada apa kamu malam begini datang ke rumah? apakah besok ada tugas ya?" tanya Ila


"Tidak tidak kok, tidak ada." jawab Angga.


"Lalu?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu kondisimu saat ini" jawab Angga dengan santai


Ila yang saat itu mendengarnya, tertawa lepas karena merasa heran dengan Angga.


"Memangnya aku kenapa? aku baik-baik saja." ucap Ila


"Di luar kamu terlihat baik-baik saja, tapi aku tahu di dalam kamu tidak baik-baik saja."


Ila seketika diam mendengar itu, Ila merasa beruntung mempunyai teman seperti Angga yang selalu perhatian kepadanya.


"Berhenti.. jangan melamun, ayo kita jalan-jalan naik sepeda motor mungkin itu akan bisa menenangkan hatimu."


Ila hanya mengangguk saja yang mana itu artinya dia setuju untuk ikut Angga jalan-jalan malam.


Sambil diboncengi Angga, Ila pun menikmati perjalanannya. Dia merasa lebih rileks dan lumayan bisa mengurangi beban pikirannya saat itu.


Ada saatnya mereka berdua berhenti di sebuah taman yang di sekitarnya banyak lampu kerlap kerlip yang indah. Mereka berdua duduk bersama di sebuah bangku di taman itu dengan ditemani angin yang dingin.


Karena melihat itu, Angga ingin membeli yang hangat hangat dulu untuk ia dan Ila nikmati disana. Angga pun pergi membeli.


"Taraa..ini jagung bakar dan teh hangat untukmu." (Angga tiba setelah membeli makanan dan minuman hangat)


"Terima kasih." jawab Ila


Mereka berdua menikmati udara malam disana di temani dengan teh hangat dan jagung bakar yang masih panas. Tiba-tiba mata Ila kelilipan.


"Aduhh.."


"Kenapa?" tanya Angga


"Mataku kelilipan." (sambil mengucek dengan tanganya)


"Jangan kamu ucek, nanti semakin parah."


Saat itu Angga mulai mendekatkan wajahnya ke Ila. Ila kaget dan takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dia akhirnya memejamkan matanya.


"Ila semakin dekat kamu semakin cantik ya." (dalam hati Angga)


"Ila..buka matamu, mau aku tiupin nih." ucap Angga


"Mengapa jantungku berdegup kencang." (dalam hatinya Ila mengatakan itu).


Sudah selesai meniup mata Ila, akhirnya mereka melanjutkan makan dan minumnya sambil saling mengobrol satu sama lain.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2