Bukan Benci Tapi Cinta

Bukan Benci Tapi Cinta
BAB 33 : KECELAKAAN AYAH


__ADS_3

Matahari mulai terbit dari timur, Ila memulai aktivitas seperti biasanya. Dia izin untuk datang lebih siang ke kantor karena dia harus pergi ke kantor polisi untuk mencari bukti kebenaran yang terjadi. Di saat Ila hendak berangkat, ada mobil yang terparkir di depan rumahnya dan ternyata itu Kak Bima.



"Kak Bima, ada apa pagi-pagi kesini?" tanya Ila


"Aku mau mengantarmu pergi ke kantor."


"Tapi aku tidak ingin ke kantor kak saat ini, ada urusan yang hendak aku selesaikan."


Ila mencoba menjelaskan kepada Kak Bima kalau dia ingin mencari kebenaran mengenai kecelakaan yang menimpa ayahnya 1 tahun yang lalu, hingga Kak Bima ingin membantu Ila. Mereka berdua pun pergi ke kantor polisi bersama.


SAMPAI DI KANTOR POLISI..


Ila menuju ruangan bersama Kak Bima. Ila menemui polisi yang dulu menangani kasus kecelakaan ayahnya. Ila menanyakan perihal kronologis kecelakaaan ayahnya secara lebih detail. Dulu dia pernah ke kantor polisi tetapi saat itu Ila hanya mengetahui yang menabrak ayahnya adalah keluarga Angga yaitu kakak Angga yang menyetirnya yang membawa keluarga besarnya termasuk ada ayah dan ibu Angga. Semua yang mengalami kecelakaan itu semuanya tiada kecuali ayah Angga yang kini mengalami lumpuh pada kakinya.


Saat itu tidak ada yang bisa memberi keterangan secara detail mengenai kronologis kecelakaan termasuk orang-orang yang ada di sekitar sana. Polisi sudah mencoba untuk mengintrogasi orang yang ada di TKP, mereka kebanyakan sudah melihat korban tergeletak dan mobil yang dikendarai kakak Angga itu berasap. Polisi saat ini hanya bisa menyatakan kalau kakak Angga yang bersalah pada kecelakaan tersebut. Mobil yang dikendarainya menabrak sepeda motor, karena kecepatannya sangat tinggi membuat ayah Ila terpental dan mobil tersebut menabrak pohon besar di depannya. Itulah kronologis yang polisi duga yang terjadi pada kecelakaan tersebut.


"Tersangka sudah ditetapkan pada sopir mobil yang kini telah tiada, kita hanya bisa menyelidiki sesuai dengan penemuan di TKP dan saksi yang ada di sana. Untuk sampai saat ini tidak ada keterangan lebih lanjutnya." ucap polisi


Penjelasan dari polisi itu menurut Ila sudah cukup, karena dia tidak sanggup mendengarnya. Betapa pedihnya hati Ila jika harus mengingat kembali kecelakaan itu. Ila masih terbayang-bayang dengan kata Angga kalau kecelakaan itu bukan salah mobil kakaknya mereka juga korban. Ila mencoba bertanya lagi kepada polisi perihal itu.



"Mas Angga juga pernah kesini memberi keterangan kalau mobil yang dikendarai kakaknya tidak bersalah, mereka juga adalah korban. Namun pihak kepolisian tidak percaya kalau tidak ada bukti nyata." ucap polisi


Karena di rasa sudah selesai, Ila dan Kak Bima meninggalkan kantor polisi.


"Kak, aku mau ke kantor. Biarkan aku naik bus saja, Kak Bima bisa tinggalkan aku." ucap Ila


Saat Ila hendak pergi, tangan Ila dipegang oleh Kak Bima

__ADS_1


"Mengapa aku harus meninggalkanmu, aku antar kamu saja. Kebetulan aku hari ini ada kepentingan dengan perusahaan Primadi." kata Kak Bima



Kedua mata saling menatap satu sama lain antara Kak Bima dan Ila.


"Biarkan aku ada disisimu." ucap Angga dengan perasaan yang mendalam kepada Ila


Ila pun mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya dari Kak Bima dan masuk ke dalam mobil.


SAMPAI DI KANTOR PRIMADI..


Kak Bima membuka pintu mobil Ila, Ila merasa Kak Bima telah berlebihan memperlakukan dirinya. Dia merasa tidak enak kepadanya. Ila berpamitan kepada Kak Bima dan mengucapkan terima kasih kepada dia karena sudah mengantarnya.


Saat Ila berbalik arah, Kak Bima segera berdiri di depannya.


"Tidakkah bisa kamu menuju ke dalam denganku sebagai ucapan terima kasihmu?". ucap Kak Angga sambil tersenyum.


Ila melamun sebentar, memikirkan apa yang akan terjadi jika dia masuk bersama Kak Bima. Apa yang akan dipikirkan pegawai lain tentang dirinya. Ila merasa bimbang saat itu


"Kamu tidak perlu memikirkan itu, itu biar menjadi urusanku. Tidak akan ada yang bisa menyakitimu kalau ada aku. Masa kamu tidak ingin memenuhi permintaanku untuk yang pertama."


Ila mau tidak mau memenuhi permintaan Kak Bima, sekalian juga sebagai permintaan maaf karena dia dulu pernah menolak cinta Kak Bima kepadanya.


Mereka berdua berjalan bersama saat itu, Jesi sahabat Ila juga melihat pemandangan itu. Jesi merasa bingung dengan seseorang yang ada di samping Ila.


"Kak, aku mau ke ruanganku, Kak Bima mau menemui siapa?"


"Aku ingin menemui Angga." ucap Kak Bima


"Ayo Kak, aku kasih tahu ruangan Pak Angga."

__ADS_1


Ruangan Angga dan Ila terletak dalam satu ruangan yang sama. Jadi kalau ingin ke meja Angga maka harus melewati meja kerja Ila.



Ila menghampiri Bos nya saat itu, dia mengatakan mohon maaf kalau baru datang. Angga melihat kehadiran Kak Bima juga yang ada di samping Ila membuat mood Angga menjadi jelek.


"Sekretarismu aman denganku Pak Angga." ucap Kak Bima sambil tersenyum


Angga terpaksa tersenyum saat itu, karena Kak Bima adalah partner kerjanya sekarang jadi dia harus profesional.


Melihat Kak Bima dan Angga seperti ada yang ingin dibicarakan antara keduanya, jadi Ila berpamitan pergi ke meja kerjanya. Namun saat hendak pergi, Angga tidak memperbolehkan Ila untuk kembali ke meja kerjanya. Dia menyuruh Ila untuk duduk disampingnya sambil membantunya.


Antara Angga dan Kak Bima sedang membicarakan masalah pekerjaan, sedangkan Ila berada di samping Angga sambil mencatat isi dari percakapan yang mereka bicarakan. Angga sesekali sengaja mendekatkan diri kepada Ila, ada momen saat mereka begitu sangat dekat karena Angga mengajari Ila bagaimana mengoperasikan laptopnya. Kak Bima yang berada disana melihat itu semua merasa cemburu dengan apa yang dilakukan Angga, dia merasa apakah itu tidak terlalu dekat.


"Apakah kalian berdua pacaran?" tanya Kak Bima


"Iya." ucap Angga


"Tidak." ucap Ila


Mereka berdua menjawabnya dengan serentak.


Ila menjelaskan kepada Kak Bima kalau mereka berdua tidak ada hubungan apa-apa, mereka hanya sekedar rekan kerja saja.


"Tapi kan kita ada hubungan spesial, bukankah begitu Ila." ucap Angga sambil menggoda Ila


"Ih..diam kamu" dengan berbisik Ila mengatakan kepada Angga.


Sebenarnya hubungan mereka masih dipertanyakan oleh Kak Bima, dia akan mencari tahu. Jika memang Angga ada perasaan kepada Ila dia tidak akan tinggal diam, dia masih menaruh perasaan kepada Ila. Kak Bima akan selalu berusaha memperjuangkan cintanya, sebelum Ila direbut oleh seseorang maka dia yang akan merebut Ila.


Percakapan Angga dan Kak Bima pun dilanjut hingga selesai. Setelah semuanya selesai semuanya, Ila pun diperbolehkan untuk kembali ke mejanya.

__ADS_1


Bagaimana kelajutannya, stay tune terus ya :)


BERSAMBUNG..


__ADS_2